Inflasi Februari 2026 Melonjak, Warga RI Siap-siap Hadapi Kenaikan Harga Pangan
Jakarta – Warga Indonesia harus bersiap menerima kabar kurang menyenangkan terkait kondisi inflasi pada bulan Februari 2026. Data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) yang akan dirilis pada Senin, 2 Maret 2026, diperkirakan menunjukkan lonjakan inflasi yang cukup signifikan, terutama terdorong oleh kenaikan harga pangan menjelang bulan suci Ramadan.
Berdasarkan polling yang dihimpun CNBC Indonesia dari 13 institusi, Indeks Harga Konsumen (IHK) diperkirakan mengalami inflasi bulanan sebesar 0,3% (month-to-month/mtm). Sementara itu, inflasi tahunan (year-on-year/yoy) diprediksi mencapai 4,34%, dengan inflasi inti yang menguat ke angka 2,49%.
Hal ini kontras dengan kondisi pada Januari 2026 yang mencatat deflasi sebesar 0,15% (mtm), walaupun inflasi tahunan tercatat di angka 3,55% dan inflasi inti sebesar 2,45%. Dalam lima tahun terakhir, inflasi bulanan pada Februari relatif rendah, hanya sekitar 0,03%, namun untuk Februari 2026 diperkirakan akan melonjak tajam karena bertepatan dengan Ramadan yang dimulai pada tanggal 19 Februari 2026.
Kenaikan Harga Pangan Jelang Ramadan
Bulan Ramadan dikenal sebagai musim puncak konsumsi di Indonesia, sehingga permintaan pasar terhadap bahan pangan utama meningkat drastis. Kenaikan harga bahan pangan seperti sayur-sayuran, bumbu dapur, daging ayam, dan telur menjadi pemicu utama inflasi bulan ini.
"Tekanan harga bulan ini terutama didorong oleh dampak perayaan Tahun Baru Imlek dan Ramadan. Inflasi Februari terutama dipicu kenaikan harga bahan pangan seperti beras, gula, minyak goreng, daging sapi, daging ayam, telur, cabai merah, cabai rawit, bawang merah, dan bawang putih," ujar ekonom Bank Maybank Indonesia, Juniman.
Kepala ekonom Bank Mandiri, Andry Asmoro, menambahkan bahwa harga pangan yang sebelumnya mengalami deflasi kini kembali bergejolak naik, khususnya harga cabai rawit, bawang merah, dan minyak goreng. Kenaikan ini juga didorong oleh permintaan musiman menjelang Idulfitri.
Walaupun harga BBM non-subsidi tercatat turun rata-rata, kenaikan tarif pesawat sebesar 5,3% month-to-month sedikit menahan laju inflasi. Namun, pemerintah memberlakukan kebijakan diskon tiket pesawat untuk menekan dampak kenaikan tersebut.
Data Harga Pangan Strategis Februari 2026
Merujuk pada data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPSN), beberapa komoditas pangan mengalami kenaikan harga yang signifikan pada Februari 2026:
- Harga daging ayam naik 2,5% menjadi Rp 41.687 per kg.
- Harga cabai rawit merah melonjak tajam sebesar 31% menjadi Rp 76.352 per kg.
- Harga sayur mayur seperti kangkung dan bayam juga mengalami kenaikan yang cukup tinggi.
- Harga telur sedikit turun sebesar 0,08% menjadi Rp 32.050 per kg.
Pengaruh Harga BBM dan Kebijakan Pemerintah
Di sisi lain, penurunan harga BBM non-subsidi turut membantu menekan inflasi pada Februari 2026. Beberapa badan usaha penyedia BBM seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, BP-AKR, dan PT Vivo Energy Indonesia menurunkan harga produk BBM non-subsidi sejak 1 Februari 2026.
Contohnya, harga Pertamax di DKI Jakarta turun menjadi Rp 11.800 per liter dari sebelumnya, Pertamax Turbo turun ke Rp 12.700 per liter, dan harga Dexlite turun menjadi Rp 13.250 per liter.
Kebijakan ini menjadi salah satu faktor yang menahan laju inflasi, meskipun tekanan dari harga pangan tetap tinggi.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, lonjakan inflasi pada Februari 2026 bukan hanya sekadar fenomena musiman biasa. Ramadan sebagai momen puncak konsumsi selalu menjadi tantangan besar bagi stabilitas harga pangan di Indonesia. Kenaikan harga bahan pokok yang signifikan akan menekan daya beli masyarakat, terutama kelompok berpendapatan rendah yang sangat bergantung pada bahan pangan pokok.
Walaupun pemerintah telah melakukan penyesuaian harga BBM yang cenderung menekan inflasi, kenaikan harga pangan disaat bersamaan dapat menggagalkan upaya menjaga inflasi tetap terkendali. Ini berarti pemerintah perlu mempersiapkan kebijakan mitigasi yang lebih agresif, seperti subsidi pangan atau penguatan rantai pasok agar harga tidak melonjak terlalu tinggi.
Ke depan, masyarakat dan pelaku usaha harus waspada terhadap fluktuasi harga yang bisa berlanjut hingga memasuki bulan menjelang Lebaran. Data inflasi Februari 2026 yang akan dirilis besok menjadi indikator penting untuk memetakan kebijakan ekonomi yang tepat dalam menghadapi tekanan inflasi yang kian meningkat.
Terus ikuti update berita inflasi dan perkembangan harga pangan agar Anda dapat mengambil langkah tepat dalam mengelola keuangan keluarga selama periode tantangan ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0