Longsor Tebing Gunung Putuskan Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat

Mar 20, 2026 - 23:40
 0  3
Longsor Tebing Gunung Putuskan Akses Jalan ke KAT Sikundo Aceh Barat

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Aceh Barat memastikan akses jalan menuju Kawasan Adat Terpencil (KAT) Sikundo, Kecamatan Pante Ceureumen, tertutup longsor selama dua hari sejak Kamis hingga Jumat (19-20 Maret 2026). Longsor ini terjadi akibat guyuran hujan lebat yang menyebabkan tebing gunung di atas badan jalan ambruk dan menimbun jalan sepanjang sekitar 15 meter.

Ad
Ad

Plt Kepala BPBD Aceh Barat, Teuku Ronal, menyampaikan kepada ANTARA di Meulaboh bahwa material longsor menutup seluruh badan jalan sehingga akses menuju KAT Sikundo belum dapat dilalui. Kondisi ini menyebabkan terputusnya jalur transportasi dan komunikasi bagi masyarakat adat yang tinggal di kawasan tersebut.

Upaya Penanganan Longsor oleh Pemerintah Aceh Barat

Pemerintah Kabupaten Aceh Barat melalui Tim Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) saat ini sedang melakukan penanganan untuk membersihkan material longsor yang menutup badan jalan tersebut. Tim PUPR berupaya secepat mungkin membuka kembali akses agar aktivitas masyarakat dan distribusi logistik ke kawasan KAT Sikundo dapat berjalan normal.

"Saat ini sedang dilakukan upaya pemindahan material oleh Tim PUPR Aceh Barat," ujar Teuku Ronal.

Penyebab dan Dampak Longsor di Aceh Barat

Menurut Teuku Ronal, longsor di kawasan tersebut merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang melanda wilayah Aceh Barat dalam beberapa hari terakhir. Intensitas hujan yang tinggi mengakibatkan lereng tebing gunung menjadi tidak stabil dan akhirnya longsor menutup badan jalan.

Selain memutus akses jalan ke KAT Sikundo, hujan lebat juga menyebabkan banjir di kawasan pemukiman Desa Jambak, Kecamatan Pante Ceureumen, pada Kamis malam (19/3). Banjir ini menimbulkan kerugian bagi warga setempat dan menambah beban penanganan bencana di wilayah tersebut.

Dampak Longsor dan Banjir bagi Masyarakat Lokal

  • Terputusnya akses transportasi ke kawasan adat yang terpencil menghambat pengiriman kebutuhan pokok dan layanan kesehatan.
  • Banjir di permukiman Desa Jambak menyebabkan kerusakan rumah dan risiko kesehatan bagi warga.
  • Peningkatan risiko bencana lanjutan karena kondisi tanah yang jenuh air dan potensi hujan lanjutan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor yang memutus akses ke KAT Sikundo ini bukan hanya masalah lokal semata, melainkan cermin dari tantangan penanganan bencana yang harus dihadapi daerah-daerah terpencil di Indonesia. Kondisi infrastruktur yang belum memadai memperparah dampak bencana sehingga masyarakat adat yang rentan menjadi pihak yang paling terdampak.

Selain itu, frekuensi curah hujan tinggi yang meningkat akibat perubahan iklim memperbesar risiko longsor dan banjir di wilayah rawan seperti Aceh Barat. Pemerintah daerah dan pusat harus memperkuat mitigasi bencana dengan membangun infrastruktur yang tahan bencana dan sistem peringatan dini yang efektif.

Ke depan, pemantauan kondisi tanah dan gunung secara berkala serta edukasi kepada masyarakat lokal sangat penting untuk mengurangi risiko bencana. Pembukaan kembali akses jalan harus dilakukan dengan mempertimbangkan aspek keselamatan agar tidak menimbulkan longsor susulan.

Masyarakat dan pihak terkait disarankan untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari BPBD Aceh Barat serta pemerintah setempat dalam menghadapi potensi bencana alam di masa mendatang.

Terus ikuti update berita ini untuk informasi terkini mengenai perkembangan penanganan longsor dan kondisi di KAT Sikundo Aceh Barat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad