Mahasiswa USK Gelar Bakti Sosial Ramadan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

Mar 23, 2026 - 11:00
 0  3
Mahasiswa USK Gelar Bakti Sosial Ramadan untuk Korban Banjir dan Longsor Aceh

PUTARAN.ID | BANDA ACEH — Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (USK) kembali menunjukkan kepedulian sosial melalui pelaksanaan Bulan Bakti Sosial Terintegrasi Ramadan 1447 Hijriah yang fokus membantu pemulihan korban bencana banjir dan longsor di beberapa wilayah di Aceh.

Ad
Ad

Kegiatan kemanusiaan ini berlangsung di tiga kabupaten, yaitu Kabupaten Pidie Jaya, Bireuen, dan Aceh Tengah, dengan melibatkan 35 mahasiswa relawan yang diterjunkan secara bergilir sejak 10 Februari hingga 30 Maret 2026.

Lokasi dan Bentuk Kegiatan Bakti Sosial

Lokasi kegiatan meliputi beberapa desa terdampak, antara lain Desa Meunasah Lhok dan Blang Awee di Kecamatan Meureudu, Pidie Jaya; Desa Krueng Beukah di Kecamatan Peusangan, Bireuen; serta beberapa desa di Aceh Tengah seperti Nosar (Kecamatan Bintang), Tuweren, Gunung Suku, dan Rawe (Kecamatan Lut Tawar).

Ketua Kelompok Relawan, Rivaldi, menjelaskan berbagai aksi nyata yang telah dilakukan, mulai dari:

  • Gotong royong membersihkan lumpur di masjid, sekolah, dan dayah,
  • Penyaluran bantuan sembako, kitab Al-Qur’an, dan buku bacaan,
  • Pendampingan anak-anak pengungsi,
  • Penyuluhan kesehatan bagi masyarakat terdampak.

“Selain itu, kami juga melakukan pendampingan bagi anak-anak pengungsi serta memberikan penyuluhan kesehatan kepada masyarakat terdampak,” ujar Rivaldi.

Program Keagamaan dan Bantuan Ramadan

Ketua Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dr. Ir. Nasrullah RCL, ST, MT, menambahkan bahwa selama Ramadan, tim juga menyalurkan bantuan sembako dan perlengkapan dapur kepada keluarga yatim dan fakir miskin di wilayah Aceh Tengah.

Tak hanya bantuan logistik, kegiatan sosial ini juga diisi dengan program keagamaan seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Pesantren Ramadan yang melibatkan anak-anak di Desa Gunung Suku dan Rawe.

“Program ini tidak hanya fokus pada pemulihan fisik pascabencana, tetapi juga membangun semangat dan ketahanan mental masyarakat, khususnya generasi muda,” jelas Nasrullah.

Menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 H, tim relawan menyalurkan paket sembako dan sirup kepada keluarga yatim dan fakir miskin di Desa Meunasah Lhok dan Blang Awee. Bantuan tersebut juga mendapat dukungan pribadi dari Brian Yuliarto yang menitipkan amanah sebagai bentuk kepedulian terhadap korban bencana di Aceh.

Respon Masyarakat dan Dukungan Universitas

Kepala Desa Meunasah Lhok, Rahmadin, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para relawan mahasiswa USK yang telah membantu masyarakat sejak awal 2026.

“Kehadiran adik-adik mahasiswa sangat berarti bagi kami. Mereka tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga memberikan semangat bagi anak-anak korban banjir,” ungkap Rahmadin.

Dukungan penuh juga diberikan oleh Rektor USK, Prof. Dr. Mirza Tabrani, S.E., M.B.A., yang mendorong seluruh civitas akademika untuk terus bergerak membantu masyarakat terdampak bencana.

Rektor menegaskan bahwa USK akan terus mengerahkan berbagai sumber daya, termasuk melalui Satuan Tugas yang dikoordinasikan oleh Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) di bawah pimpinan Prof. Dr. Syamsidik, ST, M.Sc.

Tim Dosen Pendamping dan Bantuan Donasi

Kegiatan ini melibatkan tujuh dosen pendamping, di antaranya:

  • Dr. Ir. Nasrullah RCL, ST, MT
  • Prof. Dr. Yuwaldi Away, M.Sc
  • Prof. Dr. Ir. Muhammad Zaki, M.Sc, IPM
  • Prof. Dr. Ir. Darmadi, MT, IPM
  • Prof. Dr. Muslimsyah, M.Sc
  • Dr. Ir. Ar. Nizarli, M.Erg
  • Dr. Ir. Muhibuddin, M.Erg

Selain penyaluran sembako, relawan juga mendistribusikan pakaian layak pakai, makanan, serta bantuan keagamaan berupa Al-Qur’an, buku Iqra, dan Yasin yang merupakan donasi dari keluarga besar USK.

Rahmat Firman H, mahasiswi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) USK, menyatakan bahwa bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan solidaritas civitas akademika terhadap masyarakat terdampak bencana.

“Kami hadir sebagai perpanjangan tangan dari keluarga besar USK untuk membantu meringankan beban masyarakat korban banjir dan longsor di Aceh,” tutup Rahmat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kegiatan bakti sosial terintegrasi Ramadan yang dilakukan oleh mahasiswa USK ini bukan sekadar aksi kemanusiaan biasa, melainkan juga wujud nyata peran perguruan tinggi sebagai agen perubahan sosial di tengah masyarakat terdampak bencana. Dengan melibatkan banyak pihak, termasuk dosen dan civitas akademika, program ini memperlihatkan sinergi kuat antara pendidikan, kemanusiaan, dan penguatan nilai keagamaan.

Lebih jauh, fokus pada pemulihan mental dan spiritual, melalui program seperti MTQ dan Pesantren Ramadan, menjadi langkah strategis membangun ketahanan sosial jangka panjang yang sangat dibutuhkan masyarakat pascabencana. Hal ini penting agar trauma dan dampak psikologis dapat diminimalisir, khususnya bagi generasi muda yang menjadi fondasi masa depan Aceh.

Ke depan, ketegasan USK dalam mengerahkan sumber daya dan mengkoordinasikan aksi melalui TDMRC menunjukkan kesiapan institusi pendidikan ini untuk terus berkontribusi dalam mitigasi dan penanggulangan bencana. Pembaca diharapkan terus mengikuti perkembangan kegiatan serupa yang tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mengedukasi dan memberdayakan masyarakat agar lebih tangguh menghadapi tantangan alam di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad