6 Penyakit Langganan Musim Kemarau Panjang yang Wajib Diwaspadai

Mar 23, 2026 - 15:30
 0  2
6 Penyakit Langganan Musim Kemarau Panjang yang Wajib Diwaspadai

Musim kemarau panjang yang dipicu oleh fenomena El Nino super atau yang dikenal sebagai Godzilla El Nino diperkirakan akan berlangsung mulai April hingga Oktober 2026. Fenomena ini memperkuat kondisi cuaca panas dan kering di Indonesia yang dapat berimbas pada kesehatan masyarakat. Tidak hanya berdampak pada pertanian dan lingkungan, musim kemarau berkepanjangan juga meningkatkan risiko sejumlah penyakit yang menjadi langganan saat periode ini.

Ad
Ad

Fenomena El Nino dan Dampaknya pada Musim Kemarau

Menurut Profesor Erma Yulihastin dari Pusat Riset Iklim dan Atmosfer BRIN, El Nino merupakan fenomena pemanasan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik ekuator yang diperkuat oleh kondisi Indian Ocean Dipole (IOD) positif. Kondisi IOD positif ditandai dengan mendinginnya suhu laut di dekat Sumatra dan Jawa sehingga curah hujan di Indonesia berpotensi menurun drastis. Akibatnya, musim kemarau menjadi lebih panjang dan intensitas panas meningkat.

6 Penyakit Langganan Musim Kemarau Panjang

Berikut ini adalah penyakit-penyakit yang sering muncul dan perlu diwaspadai selama musim kemarau berkepanjangan:

  1. Dehidrasi
    Cuaca panas menyebabkan tubuh kehilangan banyak cairan sehingga risiko dehidrasi meningkat. Gejala dehidrasi bisa berupa rasa haus berlebihan, pusing, hingga lemas. Penting untuk selalu memenuhi kebutuhan cairan minimal 8 gelas sehari, terutama bagi yang banyak beraktivitas di luar ruangan.
  2. Dermatitis Atopik
    Musim kemarau yang kering dapat memicu gangguan kulit seperti dermatitis atopik, yaitu kondisi kulit meradang, gatal, kering, dan pecah-pecah. Kulit yang kering dan lapisan pelindungnya menipis membuat kuman mudah masuk dan menimbulkan alergi.
  3. Demam Berdarah
    Meskipun sering dikaitkan dengan musim hujan, demam berdarah juga bisa meningkat saat kemarau karena nyamuk dewasa yang bertahan dan berkembang biak. Oleh karena itu, menjaga kebersihan lingkungan tetap penting untuk mencegah penyebaran nyamuk.
  4. Infeksi Saluran Pernapasan Atas
    Udara yang kering dan berdebu saat musim kemarau berpotensi mengiritasi saluran pernapasan atas sehingga meningkatkan risiko infeksi. Gejala yang umum muncul meliputi batuk, pilek, dan radang tenggorokan.
  5. Diare
    Ketersediaan air bersih yang berkurang bisa menyebabkan kebersihan makanan dan peralatan makan terganggu, meningkatkan risiko diare. Kontaminasi debu juga turut berkontribusi pada penularan penyakit ini.
  6. Mata Kering
    Udara kering meningkatkan penguapan air mata sehingga menyebabkan dry eyes. Gejala meliputi perih, gatal, mata kemerahan, sensasi seperti ada benda asing, dan pandangan kabur.

Pencegahan dan Tips Menjaga Kesehatan Saat Musim Kemarau

  • Minum air putih yang cukup setiap hari, terutama saat beraktivitas di luar ruangan.
  • Gunakan pelembap kulit dan hindari paparan sinar matahari langsung berlebihan untuk mencegah kulit kering dan iritasi.
  • Jaga kebersihan lingkungan dengan menghilangkan tempat-tempat penampungan air untuk mencegah perkembangbiakan nyamuk.
  • Gunakan masker atau penutup hidung saat berada di lingkungan berdebu untuk mencegah iritasi saluran pernapasan.
  • Cuci tangan dan peralatan makan dengan air bersih secara rutin untuk mencegah diare.
  • Gunakan pelindung mata seperti kacamata saat beraktivitas di luar untuk mengurangi risiko mata kering.
  • Perhatikan gejala heatstroke yang bisa terjadi akibat paparan panas berlebihan, seperti demam tinggi, pusing, dan mual, dan segera cari pertolongan medis jika mengalami tanda-tanda tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, Godzilla El Nino yang datang di tahun 2026 bukan hanya ancaman bagi sektor pertanian dan lingkungan, tetapi juga menjadi warning penting bagi kesehatan masyarakat. Banyak orang mungkin menganggap musim kemarau hanya masalah panas dan kekurangan air, tapi risiko penyakit yang menyertainya sering kurang mendapat perhatian serius.

Perubahan iklim dan fenomena cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi menuntut kesiapan dan kesadaran masyarakat untuk melindungi diri. Pemerintah dan lembaga kesehatan sebaiknya meningkatkan edukasi dan penyediaan fasilitas untuk mencegah dampak kesehatan negatif yang lebih parah. Khususnya, risiko demam berdarah dan diare yang tetap tinggi saat kemarau harus diantisipasi dengan strategi pencegahan yang efektif.

Ke depan, penting juga untuk mengembangkan sistem peringatan dini dan adaptasi kesehatan masyarakat terhadap perubahan iklim. Masyarakat pun diharapkan lebih aktif menjaga kebersihan lingkungan dan pola hidup sehat agar dampak buruk musim kemarau bisa diminimalkan. Pantau terus berita dan informasi kesehatan terkini agar liburan dan aktivitas sehari-hari tetap aman dan nyaman meski di tengah kemarau panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad