BBM Asia Tenggara Naik Imbas Perang Iran, Harga BBM Indonesia Tetap Stabil

Mar 23, 2026 - 20:51
 0  4
BBM Asia Tenggara Naik Imbas Perang Iran, Harga BBM Indonesia Tetap Stabil

Harga bahan bakar minyak (BBM) di Indonesia tetap stabil meskipun terjadi lonjakan harga minyak dunia akibat konflik di Timur Tengah, khususnya perang antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran yang memicu ketidakpastian pasokan minyak global.

Ad
Ad

Berdasarkan pantauan dari situs resmi Pertamina, harga BBM jenis Pertamax Series dan Pertamina Dex Series tidak mengalami perubahan sejak awal Maret 2026. Hal ini menunjukkan kebijakan pemerintah Indonesia untuk mempertahankan harga BBM dalam negeri agar tetap terjangkau di tengah gejolak pasar energi dunia.

Harga BBM di Indonesia Tetap Stabil

Di wilayah Jakarta, harga BBM subsidi seperti Pertalite (RON 90) dijual sebesar Rp10.000 per liter, sedangkan solar subsidi berada di level Rp6.800 per liter.

Untuk BBM nonsubsidi, harga yang tercatat adalah:

  • Pertamax (RON 92): Rp12.300 per liter
  • Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.100 per liter
  • Pertamax Green (RON 95): Rp12.900 per liter
  • Dexlite: Rp14.200 per liter
  • Pertamina Dex: Rp14.500 per liter

Selain Pertamina, harga BBM di SPBU swasta seperti Shell, BP, dan Vivo juga relatif stabil sejak awal bulan. Misalnya, Shell Super (RON 92) dijual Rp12.390 per liter dan V-Power Diesel Rp14.620 per liter. Di SPBU BP, BP Ultimate (RON 95) tercatat Rp12.930 per liter, sementara di Vivo, harga Revvo 92 dan Revvo 95 masing-masing Rp12.390 dan Rp12.930 per liter.

Kenaikan Harga BBM di Negara Asia Tenggara Lain

Sementara itu, negara-negara Asia Tenggara lainnya mulai menaikkan harga BBM sebagai dampak langsung dari konflik di Timur Tengah yang memicu kenaikan harga minyak mentah dunia.

Malaysia tercatat mengalami kenaikan harga BBM selama dua pekan berturut-turut. Data terbaru pada 23 Maret 2026 menunjukkan harga RON95 naik menjadi 3,27 ringgit Malaysia per liter dari 2,59 ringgit pada akhir Februari. RON97 juga naik tajam menjadi 4,55 ringgit Malaysia, dan diesel melonjak ke 4,72 ringgit Malaysia per liter.

Di Singapura, harga bensin oktan 95 dan 98 juga mengalami kenaikan sejak pertengahan Maret. Misalnya, bensin oktan 95 di SPBU Cnergy mencapai 2,35 dolar Singapura per liter, naik signifikan dari kisaran 2,88 dolar per liter pada akhir Februari.

Thailand juga menaikkan harga BBM di SPBU PTT, dengan kenaikan 1 baht Thailand per liter untuk gasohol series dan bensin, serta 0,70 baht untuk solar. Contoh harga terbaru adalah Gasohol E85 yang kini menjadi 24,79 baht Thailand per liter dan diesel 31,14 baht per liter.

Di Vietnam, kenaikan harga BBM juga terjadi dengan bensin E5 RON92 mencapai 27.177 Vietnam Dong per liter dan RON95-III naik menjadi 30.690 Vietnam Dong per liter per 19 Maret 2026.

Pengaruh Perang Iran terhadap Pasar BBM Regional

Perang di Timur Tengah, khususnya konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel, telah menciptakan ketidakpastian besar di pasar minyak dunia. Harga minyak mentah melonjak akibat potensi gangguan pasokan dari wilayah penghasil minyak utama dunia tersebut.

Negara-negara Asia Tenggara yang sangat bergantung pada impor minyak mengalami tekanan untuk menyesuaikan harga BBM domestik agar mencerminkan kondisi pasar global. Namun, Indonesia memilih untuk mempertahankan harga stabil sebagai bagian dari kebijakan energi nasional dan untuk menjaga daya beli masyarakat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keputusan pemerintah Indonesia untuk tidak menaikkan harga BBM pada situasi krisis ini merupakan langkah strategis yang bertujuan menjaga stabilitas ekonomi dan sosial. Langkah ini penting mengingat harga BBM yang lebih tinggi biasanya berdampak langsung pada inflasi dan biaya hidup masyarakat.

Namun, kebijakan ini juga memiliki risiko seperti beban subsidi yang meningkat pada pemerintah dan potensi tekanan fiskal. Jika situasi harga minyak global terus tinggi, pemerintah harus menyiapkan strategi jangka menengah hingga panjang untuk menjaga keseimbangan anggaran dan mendukung transisi energi yang lebih ramah lingkungan.

Di sisi lain, kenaikan harga BBM di negara tetangga bisa memicu pergeseran perilaku konsumen dan perdagangan lintas batas, misalnya meningkatnya bahan bakar ilegal atau penyelundupan. Oleh karena itu, pemerintah perlu meningkatkan pengawasan dan menyiapkan kebijakan yang adaptif terhadap dinamika pasar energi global.

Ke depan, masyarakat dan pelaku industri harus memantau perkembangan harga minyak dunia dan kebijakan pemerintah terkait BBM. Transparansi dan komunikasi yang baik akan sangat menentukan keberhasilan menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan masyarakat di tengah gejolak global.

Dengan demikian, meskipun negara-negara Asia Tenggara lain menaikkan harga BBM, Indonesia memilih jalur berbeda yang patut diapresiasi namun juga harus diimbangi dengan langkah-langkah pengelolaan subsidi dan energi yang bijak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad