Riwayat Penyakit Ibunda Anji Sebelum Meninggal dan Momen Lebaran Bersama
Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia, khususnya bagi penyanyi Anji. Siti Sundari Hartiyo, ibunda Anji, meninggal dunia pada Kamis, 26 Maret 2026 pukul 20.03 WIB. Informasi ini disampaikan langsung oleh kakak Anji, Erie Prasetyo, melalui unggahan di media sosial yang menjadi sumber konfirmasi utama.
Musisi berusia 47 tahun ini juga menyampaikan ungkapan terima kasih atas seluruh dukungan dan ucapan belasungkawa yang ia terima dari publik dan keluarga. Dalam sebuah unggahan, Anji menuliskan permintaan maaf karena belum dapat membalas satu per satu pesan tersebut.
“Mama berpulang tepat di pangkuan. Aku ikhlas. Selamat jalan, Mama sayang @sundarihartiyo,” tulis Anji.
Riwayat Penyakit Jantung dan Ginjal yang Diderita Ibunda Anji
Dalam keterangannya, Anji membeberkan kondisi kesehatan sang ibu yang selama beberapa tahun terakhir mengalami masalah serius pada organ vital, yakni jantung dan ginjal. Siti Sundari diketahui mengidap penyakit jantung dan ginjal yang cukup mengkhawatirkan.
Hal ini menjadi alasan bagi Anji untuk mengajak ibunya tinggal lebih dekat agar lebih mudah untuk memantau dan merawat kondisi kesehatannya sehari-hari.
Momen Ramadan dan Lebaran yang Masih Dijalani dengan Baik
Meski memiliki riwayat penyakit kronis, Siti Sundari masih mampu menjalani ibadah puasa selama bulan Ramadan yang berlangsung satu bulan penuh. Bahkan, Anji menyatakan bahwa kondisi ibunya cukup baik saat momen Hari Raya Idulfitri, sehingga mereka dapat berkumpul dan merayakan Lebaran bersama keluarga dengan penuh kehangatan.
Di pagi hari sebelum meninggal dunia, tanda-tanda kesehatan ibunda Anji masih terlihat stabil. Anji mengaku tidak menyangka bahwa sang ibu akan meninggal mendadak pada hari tersebut.
"Lagi rekaman sama anak, tiba-tiba dikabarin mama nggak bangun terus saya dateng langsung," cerita Anji mengenai saat ia menerima kabar tersebut.
Sesampainya di rumah, Anji melihat kondisi ibunya yang sudah tidak berdaya. Ia menduga, Siti Sundari mengembuskan napas terakhir dalam perjalanan menuju rumah sakit.
"Mama masih ada ngoroknya, ada denyutnya terus kita bawa ke rumah sakit, kayaknya (meninggal) di perjalanan," kenang Anji.
Menemani Ibunda di Saat Terakhir
Walaupun kehilangan sosok ibunda yang sangat dicintai, Anji merasa lega karena berhasil memenuhi nazar untuk selalu menemani sang ibu di waktu-waktu terakhirnya. Penyanyi yang dikenal luas ini mengenang betapa pentingnya kehadiran dirinya di sisi ibunya sebelum menghembuskan napas terakhir.
"Semuanya udah tercukupi udah bahagia, udah ketemu semuanya. Aku nemenin ke rumah sakit dan ke sini (rumah duka) karena niatnya pengen di waktu-waktu terakhir mama aku pengen ada," pungkasnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, meninggalnya Siti Sundari Hartiyo membawa duka mendalam tidak hanya bagi keluarga Anji tetapi juga bagi para penggemar yang mengikuti perjalanan hidup musisi tersebut. Kondisi kesehatan kronis yang dialami ibunda Anji menjadi pengingat pentingnya perhatian ekstra terhadap penyakit jantung dan ginjal yang seringkali tidak tampak sampai kondisi sudah kritis.
Momen Ramadan dan Lebaran yang masih bisa dijalani sang ibu menunjukkan bahwa kualitas hidup pasien dengan penyakit kronis masih bisa dijaga dengan baik jika didukung perawatan dan lingkungan keluarga yang hangat. Namun, meninggalnya secara mendadak juga mengingatkan pentingnya kesiapan mental dan fisik keluarga dalam menghadapi situasi kritis.
Ke depan, publik dan keluarga diharapkan lebih terbuka membicarakan pentingnya perawatan kesehatan preventif dan dukungan psikologis dalam menghadapi penyakit kronis. Sebagai sosok publik, Anji juga membuka pintu untuk memperlihatkan sisi humanis musisi yang mengalami cobaan keluarga, sehingga dapat menjadi inspirasi bagi masyarakat.
Untuk informasi lebih lengkap, laporan ini berasal dari sumber terpercaya di Medcom.id dan telah mendapat perhatian luas di berbagai portal berita hiburan nasional.
Simak terus berita terkini dan perkembangan selanjutnya seputar dunia hiburan dan kesehatan hanya di platform berita terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0