Harga Plastik Melonjak di Bekasi karena Perang, Pedagang Merana

Mar 27, 2026 - 18:30
 0  4
Harga Plastik Melonjak di Bekasi karena Perang, Pedagang Merana

Sejumlah pedagang plastik di Bekasi, Jawa Barat, tengah menghadapi tantangan berat akibat kenaikan harga plastik yang signifikan di pasar. Lonjakan harga ini dipicu oleh dampak perang yang terjadi di Timur Tengah, yang mengganggu pasokan bahan baku plastik dari wilayah tersebut.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Plastik di Pasar Bekasi

Zainuddin (47), seorang pedagang plastik di Pasar SBS Bekasi Utara, mengungkapkan bahwa kenaikan harga mulai terasa sejak awal Maret 2026. Menurutnya, perubahan harga berlangsung sangat cepat dan sulit diprediksi, sehingga memberatkan para pedagang.

"Naiknya sejak 1 Maret. Katanya imbas perang, pasokan minyak mentah terhambat karena bahan baku plastik kan dari sana. Biji plastiknya naik," ujar Zainuddin saat ditemui di Pasar SBS.

Kenaikan harga berdampak hampir pada semua jenis produk berbahan plastik, di antaranya:

  • Plastik Kresek: dari Rp 10.000 menjadi Rp 15.000 per pack
  • Plastik Kiloan: dari Rp 9.000 menjadi Rp 15.000 per pack
  • Thinwall (wadah makanan 500 ml): dari Rp 23.000 menjadi Rp 28.000 per pack

Zainuddin mengeluhkan sulitnya memprediksi harga karena distributor kerap mengubah daftar harga dalam waktu singkat, bahkan dalam hitungan jam.

"Kita keder (bingung), tiap mau belanja dikasih price list baru. Malam nanya harga sekian, besok pagi sudah berubah lagi," keluhnya.

Dampak Kenaikan Harga pada Modal dan Pasokan

Kondisi ini langsung memengaruhi perputaran modal para pedagang. Zainuddin bercerita bahwa modal yang sama sekarang hanya bisa membeli jenis plastik lebih sedikit dibanding sebelumnya.

"Dulu bawa sejuta sudah dapat macam-macam barang. Sekarang sejuta baru dapat satu jenis plastik saja, akhirnya kita yang mundur (kurangi stok)," katanya.

Pedagang lain, Upi (60) dari Pasar Seroja, menyatakan bahwa meski harga melonjak, pelanggan terutama pelaku UMKM makanan tetap membeli karena kebutuhan mendesak akan kemasan plastik.

"Ya karena butuh ya (pelanggan) beli-beli aja dia," jelas Upi.

Menurut Upi, kenaikan tahun ini adalah yang paling tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menstabilkan harga.

"Harapannya perang selesai saja biar harga plastik normal lagi," ujarnya.

Tekanan Industri Plastik Akibat Konflik Global

Industri plastik Indonesia juga merasakan tekanan akibat eskalasi konflik global yang memengaruhi rantai pasok bahan baku, terutama yang berasal dari Timur Tengah. Harga bahan baku plastik dilaporkan melonjak hampir dua kali lipat dalam beberapa waktu terakhir.

Sekretaris Jenderal Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas), Fajar Budiyono, menuturkan bahwa ketidakpastian di kawasan Selat Hormuz akibat perang memperburuk kondisi pasokan bahan baku.

"Saat ini situasi perang makin intens, saling serang dan kondisi Selat Hormuz makin sulit. Industri fokus ke manajemen feedstock dan barang jadinya," ujar Fajar, dilansir dari detikNews.

Fajar juga mengungkapkan bahwa harga bahan baku plastik yang sebelumnya Rp 15.000-17.000 per kilogram kini telah melonjak mencapai sekitar Rp 30.000 per kilogram.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga plastik di Bekasi bukan hanya masalah lokal, melainkan cerminan dampak global yang langsung dirasakan oleh pelaku UMKM dan pedagang kecil. Lonjakan harga bahan baku akibat konflik geopolitik di Timur Tengah menunjukkan bagaimana ketergantungan rantai pasok Indonesia pada sumber daya internasional bisa menjadi risiko besar bagi stabilitas ekonomi mikro.

Selain menekan daya beli konsumen dan modal pedagang, situasi ini juga bisa memicu inflasi di sektor makanan dan produk lain yang bergantung pada kemasan plastik. Pemerintah perlu segera merumuskan strategi diversifikasi sumber bahan baku dan memberikan subsidi atau bantuan kepada pelaku UMKM agar tidak terpukul terlalu dalam.

Penting juga untuk mengawasi perkembangan konflik global ini secara cermat, karena ketidakpastian di kawasan seperti Selat Hormuz berpotensi memperpanjang tekanan harga dalam jangka panjang. Para pedagang dan konsumen di Bekasi dan daerah lain harus siap menghadapi dinamika pasar yang sulit diprediksi ini.

Untuk informasi terkini mengenai perkembangan harga plastik dan dampak geopolitik, pembaca dapat mengunjungi situs berita terpercaya seperti CNBC Indonesia yang menyediakan update mendalam tentang industri dan ekonomi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad