Harga CPO KPBN Naik Jadi Rp 15.712/Kg, Perdagangan di Bursa Malaysia Masih Ketat

Mar 27, 2026 - 23:51
 0  6
Harga CPO KPBN Naik Jadi Rp 15.712/Kg, Perdagangan di Bursa Malaysia Masih Ketat

Harga minyak sawit mentah (CPO) di PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (KPBN) kembali mengalami kenaikan pada Jumat, 27 Maret 2026. Harga ditetapkan sebesar Rp 15.712 per kilogram, naik Rp 97/kg atau sekitar 0,62% dibandingkan harga pada Kamis (26/3) yang sebesar Rp 15.615/kg.

Ad
Ad

Menurut informasi dari KPBN yang diperoleh InfoSAWIT, harga CPO Franco Dumai juga ditetapkan pada level tersebut, menandakan stabilitas kenaikan harga di pasar lokal.

Perdagangan CPO di Bursa Malaysia Masih Ketat

Melansir laporan InfoSAWIT dan Reuters, harga CPO di Bursa Malaysia Derivatives Exchange pada Jumat (27/3/2026) bergerak dalam kisaran sempit. Kontrak berjangka CPO untuk pengiriman Juni 2026 bertahan di level RM4.588 per ton pada awal perdagangan hari itu.

Meskipun secara harian harga relatif stabil, tren mingguan menunjukkan potensi pelemahan sekitar 0,30%, yang berpeluang mengakhiri tren penguatan selama tiga pekan berturut-turut. Hal ini disebabkan tarik-menarik sentimen pasar global yang berlawanan arah.

  • Tekanan penurunan harga datang dari melemahnya harga minyak mentah dunia, yang menurunkan daya tarik minyak nabati sebagai alternatif bahan bakar.
  • Namun, penguatan harga minyak nabati di pasar Dalian dan nilai tukar ringgit Malaysia yang melemah memberikan dukungan terhadap daya saing ekspor CPO Malaysia.

Pelaku pasar terus mencermati perkembangan harga minyak mentah global serta kebijakan impor dari negara konsumen utama, yang diperkirakan akan menjadi faktor penentu arah harga CPO dalam jangka pendek.

Detail Harga Tender KPBN Jumat (27/3/2026)

  • CPO Franco Dumai: Rp 15.712 per kg (Excl. PPN)
  • PK Loco T.Lebar: Rp 14.758 (WD), dengan penawaran tertinggi Rp 13.980 (SAP T2)

Kenaikan harga ini menjadi sinyal positif bagi produsen sawit di tengah kondisi pasar global yang masih penuh ketidakpastian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga CPO KPBN kali ini menunjukkan bahwa meskipun pasar global mengalami tekanan dari pelemahan harga minyak mentah, faktor domestik dan regional seperti nilai tukar ringgit yang melemah dan penguatan harga minyak nabati di beberapa pasar Asia mampu menopang harga CPO. Hal ini penting karena memberikan ruang bagi produsen lokal untuk tetap optimis di tengah volatilitas pasar internasional.

Namun, potensi pelemahan mingguan yang tercatat harus menjadi perhatian serius bagi pelaku industri. Jika harga minyak mentah kembali jatuh atau kebijakan impor negara konsumen berubah drastis, harga CPO bisa kembali mengalami tekanan signifikan. Oleh karena itu, pengusaha dan pemerintah harus terus memantau dinamika pasar global dan mengambil langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga serta daya saing ekspor Indonesia.

Kedepannya, pemantauan lebih intensif terhadap faktor eksternal seperti geopolitik dan tren energi terbarukan juga menjadi hal penting, mengingat peran CPO sebagai bahan bakar nabati yang sensitif terhadap fluktuasi harga minyak global.

Untuk mengikuti update harga TBS, CPO, biodiesel, dan berita industri kelapa sawit lainnya secara terkini, pembaca bisa bergabung dengan grup Telegram InfoSAWIT - News Update atau saluran WhatsApp InfoSAWIT News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad