IHSG Turun 0,88% Karena Asing Jual Saham Perbankan Besar BBCA dan Lainnya

Mar 28, 2026 - 00:40
 0  5
IHSG Turun 0,88% Karena Asing Jual Saham Perbankan Besar BBCA dan Lainnya

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melemah pada sesi pertama perdagangan Jumat, 27 Maret 2026, setelah investor asing melakukan aksi jual saham secara signifikan. Tekanan jual ini terutama berasal dari saham-saham perbankan besar yang menjadi fokus pelepasan asing sepanjang sesi tersebut.

Ad
Ad

Berdasarkan data resmi perdagangan, investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp789,4 miliar di seluruh pasar saham Indonesia. Total pembelian asing mencapai Rp1,7 triliun, namun penjualan mereka lebih besar yakni Rp2,5 triliun, sehingga menghasilkan tekanan jual bersih yang cukup besar.

Penjualan Saham Perbankan Besar Jadi Sorotan

Aksi jual asing paling mencolok terjadi pada saham-saham big caps di sektor perbankan. PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadi saham yang paling banyak dilepas asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp609 miliar. Akibat tekanan tersebut, harga saham BBCA sempat turun lebih dari 2% ke level 6.725.

Selain BBCA, saham perbankan lain yang juga mengalami aksi jual asing adalah:

  • PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) dengan net sell Rp143,5 miliar
  • PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) sebesar Rp75,8 miliar
  • PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) sebesar Rp53,5 miliar

Selain sektor perbankan, beberapa saham lain yang juga dilepas asing namun dengan nilai lebih kecil termasuk PT Darma Henwa Tbk (DEWA), PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), dan PT Astra International Tbk (ASII).

Daftar 10 Saham dengan Net Foreign Sell Terbesar Sesi I

  1. BBCA - Rp609 miliar
  2. BBRI - Rp143,5 miliar
  3. BBNI - Rp75,8 miliar
  4. BMRI - Rp53,5 miliar
  5. DEWA - Rp31,3 miliar
  6. TLKM - Rp22,8 miliar
  7. ASII - Rp22,1 miliar
  8. AMRT - Rp14,3 miliar
  9. MAPI - Rp13,6 miliar
  10. MBMA - Rp13,5 miliar

Sentimen Positif pada Saham Komoditas dan Energi

Meski demikian, asing masih melakukan akumulasi terbatas di saham-saham berbasis komoditas dan energi. Nusantara Sawit Sejahtera (NSSS) menjadi top foreign buy dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp144,4 miliar. Saham lain yang diborong asing adalah PT Antam Tbk (ANTM) sebesar Rp43,2 miliar dan Bumi Resources (BUMI) senilai Rp40,8 miliar. Saham energi lain seperti ENRG, BRMS, dan TINS juga mendapat sentimen pembelian asing.

IHSG Melemah dan Transaksi Sepi

Sementara itu, IHSG menutup sesi pertama perdagangan di zona merah dengan penurunan sebesar 0,88% atau 63,09 poin ke level 7.101. Dari total 958 saham yang diperdagangkan, 404 saham turun, 242 saham naik, dan 312 saham tidak bergerak.

Volume perdagangan terbilang rendah, dengan nilai transaksi sebesar Rp5,7 triliun dan 9,96 miliar saham yang berpindah tangan dalam 781.600 kali transaksi. Kapitalisasi pasar juga turun menjadi Rp12.488 triliun.

"Tekanan jual asing, terutama pada saham-saham perbankan besar, menjadi faktor utama pelemahan IHSG pada sesi pertama hari ini," ujar analis pasar modal kepada CNBC Indonesia.

Menurut laporan CNBC Indonesia, sentimen global yang bergejolak dan ketidakpastian ekonomi turut memengaruhi keputusan investor asing dalam mengurangi kepemilikan di saham-saham blue chip Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, aksi jual asing di saham perbankan besar seperti BBCA dan BBRI menandakan adanya kekhawatiran investor global terhadap prospek sektor keuangan Indonesia dalam jangka pendek. Penurunan IHSG sebesar hampir 1% dalam sesi pertama ini mengindikasikan tekanan signifikan dari pelaku pasar asing yang biasanya menjadi motor utama likuiditas dan sentimen positif.

Selain itu, meskipun ada pembelian terbatas pada saham komoditas dan energi, hal ini belum cukup untuk mengimbangi tekanan jual di sektor keuangan. Kondisi ini memperlihatkan adanya pergeseran preferensi investor yang mungkin lebih menghindari risiko volatilitas di sektor perbankan akibat faktor eksternal seperti suku bunga global dan ketidakpastian ekonomi makro.

Ke depan, investor perlu mengamati perkembangan situasi makro dan kebijakan moneter global yang berpotensi mempengaruhi aliran modal ke pasar saham Indonesia. Selain itu, pergerakan saham big caps perbankan akan menjadi indikator penting untuk melihat arah pasar jangka menengah. Tetap ikuti update terbaru untuk memahami dinamika pasar yang terus berubah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad