Desa Tempur Jepara Rawan Longsor, 5 Kali Longsor dalam Sebulan Terjadi

Mar 30, 2026 - 21:30
 0  4
Desa Tempur Jepara Rawan Longsor, 5 Kali Longsor dalam Sebulan Terjadi

Desa Tempur di Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, kembali menjadi sorotan setelah mengalami longsor sebanyak lima kali dalam sebulan terakhir. Bencana alam ini menyebabkan akses vital menuju desa tersebut terputus total, menimbulkan kekhawatiran bagi warga setempat dan Pemerintah Kabupaten Jepara.

Ad
Ad

Geografi Desa Tempur dan Faktor Rawan Longsor

Menurut Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, kondisi geografis Desa Tempur yang terdiri dari tebing tinggi dengan kemiringan hampir tegak lurus serta tanah yang labil menjadi faktor utama rawannya longsor di wilayah ini. Selain itu, terdapat material bebatuan di atas tebing yang sewaktu-waktu bisa jatuh dan memicu longsor besar.

"Di atas tebing ada material bebatuan yang bisa mengakibatkan longsoran," ujar Arwin kepada kumparan, Senin (30/3).

Longsor pertama di bulan ini tercatat terjadi pada Minggu, 8 Maret 2026, dan yang terbaru pada Sabtu, 28 Maret 2026. Arwin menjelaskan bahwa longsor sering terjadi di titik-titik berbeda setiap kali hujan deras mengguyur daerah tersebut.

Dampak Longsor, Akses Jalan Tertutup dan Upaya Pemkab Jepara

Longsor pada 28 Maret menutup akses jalan penghubung antara Desa Tempur dan Desa Damarwulan. Material longsor berupa batu berukuran besar, bahkan seukuran kerbau atau satu mobil, menimbun jalan hingga tidak bisa dilalui.

"Untuk saat ini akses jalur tersebut belum bisa dilewati. Masyarakat untuk sementara waktu bisa menggunakan jalur lain," ujar Arwin.

Jalur yang tertutup ini biasanya merupakan rute utama warga untuk beraktivitas. Sebagai alternatif, warga disarankan menggunakan rute lain melalui Desa Medani, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati.

Selain itu, Pemerintah Kabupaten Jepara, bersama BPBD, sedang membuka jalur baru sepanjang sekitar 6 kilometer dari Desa Sumanding, Kecamatan Kembang, menuju Desa Tempur. Hingga saat ini, pembukaan jalur baru sudah mencapai hampir 5 kilometer dan ditargetkan rampung dalam empat pekan ke depan.

Imbauan dan Peninjauan Langsung Bupati Jepara

Bupati Jepara, Witiarso Utomo, pada Sabtu (28/3) sore meninjau langsung lokasi longsor. Selain mengawasi proses pembersihan material longsor, beliau juga menegaskan fokus pemerintah untuk mempercepat pembukaan jalur baru agar akses ke Desa Tempur kembali lancar dan mendukung pengembangan desa wisata di kawasan Pegunungan Muria.

"Selain membersihkan material longsoran yang menutup badan jalan, kami juga fokus pembukaan jalur baru menuju Desa Tempur," ungkap Bupati Witiarso.

Dia menambahkan, pembukaan jalur baru ini sangat penting sebagai solusi jangka panjang untuk mengatasi masalah akses yang sering terputus akibat longsor.

Waspada Longsor di Musim Hujan

BPBD dan Pemkab Jepara mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati saat melintasi kawasan rawan longsor, terutama di musim hujan saat potensi longsor meningkat. Masyarakat juga diharapkan mengikuti arahan pemerintah terkait jalur alternatif demi keselamatan bersama.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kejadian longsor berulang di Desa Tempur bukan hanya persoalan alam semata, melainkan juga menyoroti pentingnya mitigasi bencana dan perencanaan infrastruktur yang lebih adaptif terhadap kondisi geografis ekstrem. Longsor yang terjadi lima kali dalam sebulan mengindikasikan perlunya intervensi lebih serius, seperti penanaman vegetasi penahan tanah dan pembangunan struktur penahan longsor.

Selain itu, pembukaan jalur baru sebagai alternatif akses merupakan langkah strategis yang sangat krusial. Namun, pemerintah daerah juga harus memperhatikan aspek keamanan dan keberlanjutan jalur tersebut agar tidak menjadi titik rawan baru. Masyarakat dan pemerintah hendaknya bekerjasama dalam sosialisasi dan kesiapsiagaan menghadapi risiko bencana, mengingat perubahan iklim yang memicu intensitas hujan tinggi cenderung makin meningkat.

Ke depan, perkembangan pembukaan jalur baru dan upaya penanganan longsor di Desa Tempur wajib terus dipantau untuk memastikan keselamatan warga dan mendukung pengembangan ekonomi lokal, khususnya dari sektor pariwisata Pegunungan Muria yang potensial. Untuk informasi terkini dan detail teknis, pembaca dapat merujuk pada laporan resmi kumparan serta update dari BPBD Jepara.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad