Pemkab Sergai Butuh Rp72 Miliar untuk Perbaikan Infrastruktur Pasca Banjir 2025
Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) mengalokasikan anggaran sebesar Rp72 miliar untuk memperbaiki kerusakan infrastruktur jalan dan irigasi yang terjadi pasca banjir besar yang melanda wilayah tersebut pada tahun 2025. Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUTR) Kabupaten Sergai, Abdul Rahman Purba, ST. M.AP, dalam wawancara dengan Antara pada Rabu (1/4/2025).
Kerusakan Infrastruktur Akibat Banjir Terparah 2025
Banjir yang terjadi berturut-turut pada bulan November dan Desember 2025 telah menyebabkan kerusakan signifikan pada setidaknya 18 ruas jalan kabupaten dan 5 irigasi. Selain itu, beberapa tanggul mengalami jebol yang semakin memperparah kondisi wilayah. Infrastruktur jalan yang rusak tidak hanya milik kabupaten, tetapi juga jalan provinsi yang menjadi jalur vital ekonomi.
Banjir ini merupakan bencana terparah yang pernah melanda tanah Bertuah Negeri Beradat Sergai, menurut Abdul Rahman Purba. Kerusakan ini tidak hanya berdampak pada infrastruktur pemerintah, tetapi juga merusak rumah warga dan rumah ibadah di sejumlah desa terdampak.
Dampak Ekonomi dan Sosial Kerusakan Infrastruktur
Kerusakan infrastruktur terutama pada ruas jalan dan irigasi berpotensi menghambat aktivitas ekonomi masyarakat Serdang Bedagai. Jalan yang rusak parah menyebabkan kesulitan transportasi barang dan mobilitas warga. Contohnya, jalan provinsi dari Tanjung Beringin menuju Sei Rampah mengalami kerusakan parah dengan kondisi berlobang yang menyulitkan alat transportasi melewati jalur tersebut.
Lokasi terdampak terparah meliputi Desa Sei Rampah, Desa Pematang Ganjang, dan Tanjung Beringin. Di Desa Sei Rampah, beberapa warga bahkan terpaksa meninggalkan rumah mereka yang rusak akibat banjir. Kondisi ini memperlihatkan dampak sosial yang cukup besar selain kerusakan fisik infrastruktur.
Rencana Pemulihan dan Kebutuhan Anggaran
Untuk mengatasi kerusakan tersebut, Pemkab Sergai tengah memprioritaskan perbaikan infrastruktur vital yang rusak akibat banjir. Abdul Rahman Purba menyatakan bahwa anggaran sebesar Rp72 miliar diperlukan untuk membangun kembali jalan, irigasi, dan tanggul yang rusak agar fungsi infrastruktur dapat kembali normal dan mendukung pemulihan ekonomi masyarakat.
Proses perbaikan ini diharapkan dapat berjalan secepatnya mengingat peran penting infrastruktur tersebut dalam menunjang aktivitas sehari-hari dan perekonomian kabupaten.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kebutuhan anggaran sebesar Rp72 miliar ini menunjukkan betapa besar dampak bencana banjir terhadap infrastruktur dan perekonomian di Kabupaten Serdang Bedagai. Banjir yang terjadi dua kali berturut-turut dalam rentang waktu singkat menimbulkan tantangan ganda, yaitu kerusakan fisik dan gangguan sosial-ekonomi yang perlu penanganan cepat dan terencana.
Selain fokus perbaikan fisik, Pemkab Sergai sebaiknya juga memperhatikan aspek mitigasi bencana jangka panjang, seperti peningkatan kapasitas drainase dan penguatan tanggul agar kejadian serupa tidak terulang dengan dampak yang sama parahnya. Investasi dalam mitigasi bencana akan menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan pembangunan dan kesejahteraan masyarakat Sergai.
Selanjutnya, publik dan pemangku kepentingan perlu mengawasi pelaksanaan program perbaikan dan memastikan transparansi penggunaan anggaran. Hal ini penting agar bantuan yang diberikan tepat sasaran dan hasilnya dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita asli di Antara News dan mengikuti perkembangan terkini dari sumber berita terpercaya seperti Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0