Sering Ejakulasi 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Faktanya

Apr 25, 2026 - 11:07
 0  6
Sering Ejakulasi 21 Kali Sebulan Turunkan Risiko Kanker Prostat? Ini Faktanya

Kanker prostat menjadi salah satu penyakit yang paling banyak diderita pria di dunia, termasuk Indonesia. Baru-baru ini, muncul informasi yang menyebut bahwa sering ejakulasi, bahkan hingga 21 kali dalam sebulan, dapat menurunkan risiko terkena kanker prostat secara signifikan. Namun, benarkah klaim ini? Mari kita ulas lebih dalam fakta dan data ilmiah terkait hubungan antara frekuensi ejakulasi dan risiko kanker prostat.

Ad
Ad

Fakta Kanker Prostat dan Peran Ejakulasi

Kanker prostat menempati urutan kedua kanker paling banyak didiagnosis pada pria secara global setelah kanker paru-paru, menurut Daniel Kelly, dosen senior bidang biokimia di Sheffield Hallam University. Di Indonesia, data dari Global Cancer Observatory (GLOBOCAN) 2022 mencatat lebih dari 13 ribu kasus kanker prostat.

Prostat sendiri adalah organ reproduksi pria yang berfungsi menghasilkan cairan mani sebagai pembawa sperma saat ejakulasi. Oleh karena itu, muncul anggapan bahwa frekuensi ejakulasi dapat memengaruhi risiko kanker prostat.

1. Ejakulasi dan Pengurangan Peradangan Prostat

Menurut studi berjudul Ejaculation Frequency and Prostate Cancer Risk: A Narrative Review of Current Evidence yang diterbitkan di ScienceDirect, 7 dari 11 studi selama 33 tahun terakhir menunjukkan bahwa ejakulasi sering dapat menurunkan risiko kanker prostat. Meskipun mekanisme pastinya belum sepenuhnya dipahami, ejakulasi dipercaya dapat membantu mengeluarkan racun dan kristal dari prostat yang berpotensi memicu peradangan dan kanker.

Selain itu, ejakulasi juga memperbaiki respons imun di prostat, menurunkan peradangan yang merupakan faktor penting dalam perkembangan kanker, serta meningkatkan pertahanan tubuh terhadap sel tumor. Ada pula hipotesis bahwa ejakulasi membantu mengurangi stres psikologis, sehingga menurunkan aktivitas sistem saraf yang dapat mempercepat pembelahan sel prostat secara abnormal.

2. Pengaruh Usia dalam Efek Ejakulasi

Usia menjadi faktor penting dalam kaitan antara ejakulasi dan risiko kanker prostat. Penelitian menunjukkan manfaat perlindungan ejakulasi sering lebih terasa pada usia 20-29 tahun, 30-39 tahun, dan pada pria berusia 50 tahun ke atas. Namun, ada pula temuan yang justru menyatakan bahwa ejakulasi terlalu sering pada usia muda bisa meningkatkan risiko kanker prostat.

Studi lain mengemukakan bahwa ejakulasi pada masa remaja, ketika prostat sedang berkembang, memiliki dampak besar terhadap risiko kanker prostat di masa depan. Ini menunjukkan bahwa hubungan antara ejakulasi dan kanker prostat bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh tahap perkembangan prostat.

3. Studi Harvard tentang Ejakulasi 21 Kali per Bulan

Sebuah penelitian dari Harvard University berjudul Ejaculation Frequency and Risk of Prostate Cancer: Updated Results with an Additional Decade of Follow-up menemukan bahwa pria yang ejakulasi 21 kali atau lebih dalam sebulan memiliki risiko kanker prostat 31% lebih rendah dibandingkan pria yang ejakulasi 4-7 kali per bulan.

Temuan serupa juga ditemukan oleh studi di Australia, yaitu Sexual Factors and Prostate Cancer, yang menyatakan bahwa pria yang ejakulasi rata-rata 5-7 kali per minggu memiliki risiko kanker prostat 36% lebih kecil dibandingkan yang ejakulasi kurang dari 2-3 kali per minggu.

Selain itu, studi CAPLIFE juga menegaskan bahwa ejakulasi lebih dari 4 kali per bulan memberi efek protektif pada beberapa kelompok usia dan pasien.

4. Peran Testosteron dalam Hubungan Ejakulasi dan Kanker Prostat

Daniel Kelly menekankan bahwa selain ejakulasi, hormon testosteron juga berperan penting. Paradoksnya, kadar testosteron tinggi tidak meningkatkan risiko kanker prostat. Sebaliknya, kadar testosteron rendah justru dikaitkan dengan risiko lebih buruk pada pasien kanker prostat.

Kadar testosteron tinggi dipercaya dapat menurunkan risiko kanker sekaligus meningkatkan gairah seksual. Namun, sebagian besar penelitian tidak mengukur kadar testosteron secara langsung sehingga hubungan ini masih perlu diteliti lebih lanjut.

5. Belum Ada Kesimpulan Pasti tentang Ejakulasi dan Risiko Kanker Prostat

Meskipun ada banyak bukti yang mendukung manfaat ejakulasi dalam menurunkan risiko kanker prostat, belum ada kesimpulan pasti karena beberapa faktor seperti perbedaan populasi, metode pengukuran frekuensi ejakulasi, dan cara ejakulasi (hubungan seksual, masturbasi, mimpi basah) memengaruhi hasil.

Data ejakulasi biasanya berdasarkan laporan pribadi yang bisa bias karena ingatan yang tidak akurat atau pengaruh norma sosial terkait aktivitas seksual. Selain itu, pria yang aktif secara seksual mungkin menunda pemeriksaan kanker karena takut pengobatan mengganggu aktivitas mereka, sehingga data risiko kanker bisa terdistorsi.

Bisa saja, bukan ejakulasi yang melindungi secara langsung, tapi gaya hidup sehat yang dimiliki pria yang sering ejakulasi turut berperan dalam menurunkan risiko kanker prostat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, klaim bahwa ejakulasi 21 kali sebulan dapat menghilangkan risiko kanker prostat perlu dilihat dengan sangat hati-hati. Walaupun sejumlah studi menunjukkan hubungan positif antara frekuensi ejakulasi dan penurunan risiko kanker, kompleksitas biologis dan variabel lain seperti usia, hormon, dan gaya hidup harus diperhitungkan.

Yang perlu diwaspadai adalah potensi bias serta keterbatasan data yang masih mengandalkan laporan subyektif. Ini berarti edukasi kesehatan seksual pria harus tetap komprehensif, tidak hanya fokus pada frekuensi ejakulasi tapi juga faktor risiko lain, seperti pola makan, olahraga, dan pemeriksaan kesehatan rutin.

Ke depan, penelitian yang lebih terkontrol, misalnya dengan pengukuran hormon dan metode pencatatan ejakulasi yang lebih objektif, sangat dibutuhkan untuk memastikan hubungan sebab-akibat yang akurat. Sementara itu, pria disarankan tetap menjaga kesehatan prostat secara menyeluruh dan berkonsultasi dengan dokter bila terdapat gejala yang mencurigakan.

Untuk informasi lebih lengkap dan sumber asli artikel ini dapat dibaca langsung di CNBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad