Mobil Jenazah Tabrakan Keras dengan Hiace di Probolinggo, Dua Luka Luka
Kecelakaan beruntun yang melibatkan mobil jenazah dan Toyota Hi Ace terjadi di Jalan Raya Desa Malasan Wetan, Kecamatan Tegalsiwalan, Kabupaten Probolinggo, pada Selasa pagi, 1 April 2026. Peristiwa ini mengakibatkan dua orang mengalami luka-luka dan memicu kemacetan di jalur utama.
Detik-detik Kecelakaan Mobil Jenazah dan Hiace di Probolinggo
Kecelakaan terjadi sekitar pukul 09.15 WIB saat mobil jenazah bernomor polisi L-1642-ABM yang dikemudikan Alip Rosidin (56), warga Surabaya, melaju dari arah utara menuju selatan. Mobil ini dikawal oleh Toyota Kijang Innova bernopol L-1180-ABH yang dikemudikan Tjeng Hok Liong (48).
Menurut keterangan dari Kanit Gakkum Satlantas Polres Probolinggo, Ipda Aditya Wikrama, mobil jenazah tiba-tiba mengambil jalur berlawanan saat melintas di lokasi kejadian. Pada saat yang sama, dari arah selatan menuju utara melaju Toyota Hi Ace bernopol L-7746-G yang dikemudikan Moh. Nuzulul Furqon (26), warga Jember.
“Karena jarak sudah terlalu dekat, tabrakan terjadi antara mobil jenazah dan Hi Ace,” ujar Ipda Aditya.
Benturan keras tersebut memicu rangkaian kecelakaan beruntun karena Toyota Hi Ace yang terpukul keras langsung menghantam Toyota Kijang Innova yang berada di belakang rombongan. Akibatnya, situasi di lokasi kejadian sempat menjadi kacau dan mengakibatkan kemacetan panjang.
Dampak dan Korban Kecelakaan
Kecelakaan ini menyebabkan dua korban luka-luka, yakni sopir Hi Ace, Moh. Nuzulul Furqon (26), dan penumpangnya, Mohamad Alwi Sholihin (27). Keduanya langsung dilarikan ke Rumah Sakit Wonolangan untuk mendapatkan perawatan medis.
Sementara itu, penumpang lain dalam rombongan dilaporkan selamat namun mengalami syok akibat benturan keras yang terjadi dalam waktu singkat. Petugas kepolisian segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan berupaya mengurai kemacetan yang sempat melumpuhkan lalu lintas di jalan utama.
Penyelidikan dan Dugaan Pelanggaran Jalur
Satlantas Polres Probolinggo masih melakukan penyelidikan lebih lanjut atas kejadian ini. Dugaan sementara mengarah pada pelanggaran penggunaan jalur oleh kendaraan dalam barisan iring-iringan yang menyebabkan tabrakan beruntun.
Kasus ini menjadi perhatian penting mengingat kecelakaan yang melibatkan mobil jenazah dalam iring-iringan biasanya diatur dengan tata cara khusus demi menjaga keamanan dan kelancaran lalu lintas. Insiden ini membuka kembali kewaspadaan terhadap protokol keselamatan di jalan raya, terutama untuk kendaraan yang mengawal atau diiringi dalam rombongan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kecelakaan yang melibatkan mobil jenazah dan beberapa kendaraan lain ini bukan hanya soal kelalaian individual, melainkan juga mencerminkan perlunya pengawasan dan edukasi lebih ketat terkait manajemen iring-iringan di jalan raya. Insiden seperti ini dapat berpotensi menimbulkan korban jiwa jika tidak segera ditangani secara sistematis.
Selain itu, kemacetan yang terjadi akibat kecelakaan ini memperlihatkan dampak luas dari sebuah insiden lalu lintas terhadap mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi lokal. Oleh karena itu, aparat kepolisian dan pemerintah daerah perlu memperkuat aturan dan sosialisasi keselamatan berkendara, terutama pada ruas jalan yang rawan kecelakaan seperti di Kabupaten Probolinggo.
Ke depan, publik perlu mengawasi hasil penyelidikan Satlantas dan menuntut transparansi serta tindakan tegas agar kejadian serupa tidak terulang. Peningkatan fasilitas jalan dan pengaturan lalu lintas yang lebih baik juga harus menjadi prioritas untuk mencegah kecelakaan beruntun yang berpotensi menimbulkan korban lebih banyak.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, Anda dapat membaca laporan lengkapnya di Akurat.co.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0