Waspada Gejala Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut yang Lebih Berbahaya dari Sekadar Ruam
Peningkatan kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut (HTKM) di Kota Ho Chi Minh menjadi perhatian serius para dokter. Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Kota Ho Chi Minh (HCDC), pada minggu ke-12 tahun 2026 (16-22 Maret), tercatat 858 kasus HTKM, meningkat 66,9% dari rata-rata kasus empat minggu sebelumnya. Kenaikan ini menandai siklus infeksi ulang virus yang terjadi setiap tiga tahun.
Virus EV71 dan Bahaya Gejala Penyakit Tangan, Kaki, dan Mulut
Dr. Vu Thi Thuy Duong, Wakil Kepala Departemen Penyakit Menular Rumah Sakit Anak 2, menegaskan bahwa strain virus EV71 merupakan penyebab utama kasus parah HTKM. Virus ini sangat menular dan dapat menyerang batang otak anak-anak, memicu komplikasi serius hingga risiko kematian jika tidak segera ditangani.
"Sekitar dua pertiga kasus parah yang kami tangani terinfeksi EV71," ujar Dr. Duong.
Kasus terbaru yang mengkhawatirkan adalah seorang bayi berusia satu tahun yang mengalami kejang, batuk, muntah, dan tremor sebelum akhirnya dirawat di Unit Perawatan Intensif Rumah Sakit Anak 2. Kondisi ini menunjukkan bahwa gejala HTKM jauh lebih berbahaya dari sekadar ruam atau sariawan di mulut.
Gejala Awal yang Harus Diwaspadai Orang Tua dan Sekolah
Dr. Nguyen Hoang Thach dari Rumah Sakit Umum An Sinh mengingatkan bahwa banyak orang tua mengabaikan gejala awal HTKM karena menganggap ruam dan sariawan ringan tidak berbahaya. Padahal, tanda-tanda neurologis awal seperti demam tinggi yang sulit turun, muntah, gemetar pada tangan dan kaki, hingga tangisan yang tidak biasa harus menjadi alarm.
Beberapa gejala peringatan yang harus segera mendapatkan perhatian medis meliputi:
- Demam tinggi yang tidak mudah turun
- Muntah dan tremor pada anggota tubuh
- Tangisan yang sulit ditenangkan dan tidak biasa
- Kelelahan dan kehilangan nafsu makan
- Air liur berlebihan dan ruam pada tangan dan kaki
Dr. Duong menekankan pentingnya kerja sama antara orang tua dan sekolah untuk mengenali dan melaporkan gejala ini agar anak-anak bisa segera mendapat penanganan medis yang tepat.
Kesalahan Umum dalam Perawatan dan Pemantauan Anak dengan HTKM
Berdasarkan pengamatan, Dr. Thach mengidentifikasi sejumlah kesalahan yang sering dilakukan orang tua saat merawat anak dengan HTKM di rumah:
- Meremehkan jumlah ruam – keparahan penyakit tidak selalu tergantung pada jumlah ruam.
- Menganggap anak yang tampak lebih baik berarti sudah pulih – anak bisa saja lesu dan kondisinya memburuk secara diam-diam.
- Mengabaikan jadwal pemeriksaan dokter – penundaan konsultasi dapat memperburuk kondisi.
- Memaksakan makanan hangat – sariawan membuat anak sulit makan, sebaiknya berikan makanan dingin atau lembut dengan porsi kecil.
- Mengobati lepuhan sendiri dengan cara tidak tepat – menusuk atau mengoleskan obat yang tidak jelas dapat meningkatkan risiko infeksi kulit.
- Menggunakan antibiotik tanpa petunjuk dokter – antibiotik tidak efektif melawan virus HTKM dan dapat berbahaya jika digunakan sembarangan.
- Keliru mengira penyakit tidak menular setelah demam mereda – virus tetap dapat menular selama 7-10 hari, bahkan sampai 2-4 minggu lewat feses.
Dr. Duong menekankan bahwa masa kritis perkembangan penyakit berlangsung 3-5 hari sejak timbul gejala, namun pemantauan ketat selama 7 hari sangat diperlukan.
Langkah Pencegahan dan Penanganan yang Harus Dilakukan
Untuk mengurangi risiko penularan dan komplikasi, penting bagi orang tua dan sekolah melakukan:
- Memantau tanda-tanda abnormal secara rutin pada anak
- Menghindari kontak anak yang sakit dengan anak lain selama 10 hari pertama
- Rajin mencuci tangan dan membersihkan mainan serta lingkungan anak
- Mengikuti jadwal pemeriksaan dokter dan segera mencari bantuan medis saat gejala memburuk
"Penanganan cepat dan tepat sangat menentukan keselamatan anak," tegas Dr. Duong.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peningkatan kasus penyakit tangan, kaki, dan mulut di Kota Ho Chi Minh menandai siklus epidemi yang perlu mendapat perhatian serius dari masyarakat luas. Banyak orang tua masih menganggap remeh gejala awal yang tampak ringan, padahal virus EV71 yang kini dominan bisa menyebabkan komplikasi fatal jika terlambat ditangani.
Selain itu, kesalahan pengobatan mandiri dan kurangnya pemahaman tentang masa penularan memperbesar risiko penyebaran di lingkungan sekolah dan keluarga. Peran aktif sekolah dalam mengedukasi guru dan orang tua menjadi kunci mencegah wabah lebih luas.
Ke depan, pemerintah dan layanan kesehatan perlu memperkuat sosialisasi dan memperluas akses pemeriksaan dini agar kasus parah bisa ditekan. Masyarakat juga harus lebih waspada terhadap gejala neurologis yang sering terlewat dan segera membawa anak ke fasilitas medis.
Informasi lebih lanjut dan panduan pencegahan dapat diakses melalui situs resmi Vietnam.vn dan lembaga kesehatan terkait.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0