Negara Sahabat Iran: Dari Rusia hingga China di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Apr 1, 2026 - 21:31
 0  2
Negara Sahabat Iran: Dari Rusia hingga China di Tengah Ketegangan Timur Tengah

Iran saat ini tengah berada di pusat ketegangan geopolitik di Timur Tengah, namun negara ini memiliki sejumlah negara sahabat yang menjalin hubungan dekat di berbagai sektor. Hubungan itu tak hanya mencakup bidang politik, tetapi juga kerja sama militer, ekonomi, hingga pertukaran budaya dan teknologi. Dalam konteks konflik yang semakin memanas, Iran bahkan membatasi akses Selat Hormuz hanya bagi kapal negara-negara yang dianggapnya sahabat.

Ad
Ad

Rusia: Mitra Strategis dengan Kerja Sama Luas

Salah satu sekutu utama Iran adalah Rusia. Sejak Januari 2025, kedua negara menandatangani perjanjian kemitraan strategis yang mencakup berbagai bidang seperti perdagangan, militer, ilmu pengetahuan, budaya, dan pendidikan. Perjanjian ini memperkuat koordinasi dalam pertahanan dan intelijen, serta mendukung proyek-proyek infrastruktur penting, termasuk koridor transportasi yang menghubungkan Rusia ke Teluk melalui wilayah Iran.

Kerja sama militer antara Rusia dan Iran juga nyata terlihat, seperti latihan gabungan yang dilakukan di Samudra Hindia pada Februari 2026, tepat sebelum serangan AS dan Israel ke Iran. Namun, perjanjian ini tidak mengikat Rusia untuk bertindak militernya jika Iran diserang, karena tidak ada klausul pertahanan bersama yang formal.

China dan Kesepakatan 25 Tahun: Sinergi Ekonomi dan Energi

China menjadi sekutu penting lain bagi Iran dengan kesepakatan kerja sama 25 tahun yang ditandatangani pada 2021. Kesepakatan ini bertujuan memperluas hubungan di berbagai sektor, terutama energi dan perdagangan, serta mengintegrasikan Iran ke dalam Belt and Road Initiative China.

Kesepakatan ini merupakan hasil dari kunjungan Presiden Xi Jinping ke Iran pada 2016, dan menargetkan peningkatan perdagangan bilateral hingga lebih dari 10 kali lipat menjadi sekitar 600 miliar dolar AS dalam dekade berikutnya. Hal ini menjadi sangat strategis karena keduanya sama-sama menghadapi sanksi dari Amerika Serikat.

Korea Utara: Kemitraan Militer dan Teknologi

Korea Utara telah lama menjadi mitra strategis Iran sejak revolusi 1979. Kedua negara menjalin kerja sama dalam pengembangan teknologi militer dan senjata nuklir. Sejak 1980-an, Pyongyang menjadi perantara perdagangan senjata dan memasok sistem rudal buatan domestik ke Iran, serta menyediakan instruktur militer untuk pelatihan pasukan Iran.

Kedekatan ini pernah membuat Presiden George W. Bush menyebut Iran, Korea Utara, dan Irak sebagai "poros kejahatan" pada 2002. Hingga kini, kedua negara tetap dikategorikan sebagai sponsor terorisme dan secara terbuka mengecam serangan AS dan Israel terhadap Iran.

Irak: Tetangga dengan Kerja Sama Bilateral yang Kuat

Hubungan Iran dengan Irak sangat erat, tidak hanya secara politik dan ekonomi, tetapi juga dalam bidang keamanan. Sejak November 2024, kedua negara menandatangani 14 perjanjian kerja sama bilateral yang mencakup berbagai aspek.

Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyebut perjanjian tersebut sebagai awal dari perluasan kerja sama dengan Irak, termasuk pembentukan komite ahli dan rencana strategis jangka panjang. Fokus utama kerja sama ini adalah keamanan, terutama dalam menumpas terorisme, kelompok Daesh/ISIS, dan praktik penyelundupan lintas batas.

Pakistan: Perantara dan Mitra Stabil di Perbatasan

Pakistan juga menjadi salah satu negara sahabat Iran, dengan hubungan yang umumnya stabil meskipun terdapat bentrokan di perbatasan pada Januari 2024. Hubungan ini cepat diperbaiki, dan Pakistan bahkan menjadi perantara dalam konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar menyatakan bahwa kedua belah pihak mempercayai Pakistan untuk memfasilitasi pembicaraan. Iran juga mengizinkan kapal tanker Pakistan, Karachi, melintasi Selat Hormuz sebagai tanda kepercayaan dalam kerja sama maritim.

Daftar Negara Sahabat Iran

  • Rusia: Kemitraan strategis dan kerja sama militer.
  • China: Kesepakatan 25 tahun dan integrasi Belt and Road.
  • Korea Utara: Kolaborasi militer dan teknologi nuklir.
  • Irak: Kerja sama bilateral luas dan keamanan.
  • Pakistan: Mitra stabil dan perantara diplomasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, hubungan Iran dengan negara-negara sahabatnya tersebut mencerminkan strategi diplomasi yang bertumpu pada kekuatan non-Barat dan negara-negara yang memiliki kepentingan serupa dalam menghadapi tekanan sanksi dan isolasi. Langkah Iran membatasi akses Selat Hormuz hanya untuk kapal sahabat adalah sinyal kuat bahwa Teheran ingin memanfaatkan hubungan ini untuk mempertahankan posisi strategisnya di kancah global.

Namun, perbedaan karakter antara mitra-mitra ini, seperti ketidakterikatan Rusia dalam aliansi militer formal dan peran Pakistan sebagai perantara, menunjukkan bahwa hubungan ini lebih bersifat pragmatis ketimbang aliansi militer penuh. Kedepannya, dinamika ini bisa mempengaruhi arah konflik Timur Tengah dan keseimbangan kekuatan di kawasan.

Pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan politik dan militer di kawasan ini, terutama peran negara-negara sahabat Iran yang dapat menjadi faktor penentu dalam kestabilan atau eskalasi konflik di masa depan.

Informasi lebih lengkap dapat dilihat pada sumber asli CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad