BPBD Agam: 100 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Banjir di Jorong Labuah

Apr 2, 2026 - 00:10
 0  3
BPBD Agam: 100 Kepala Keluarga Mengungsi Akibat Banjir di Jorong Labuah

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Agam, Sumatera Barat, melaporkan bahwa sebanyak 100 kepala keluarga mengungsi akibat banjir yang melanda Jorong Labuah, Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, pada Rabu sore.

Ad
Ad

Rahmat Lasmono, Kepala Pelaksana BPBD Agam, didampingi Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Abdul Ghafur, menyampaikan bahwa para pengungsi bermukim sementara di rumah warga dan keluarga yang lokasinya aman dari banjir. Mereka mulai mengungsi sekitar pukul 17.30 WIB.

Banjir ini terjadi karena Sungai Batang Kumayo meluap setelah mengalami pendangkalan, yang merupakan dampak dari banjir bandang yang melanda daerah tersebut pada akhir November 2025. Akibatnya, air merendam sekitar 10 unit rumah warga dengan ketinggian air mencapai 50 centimeter.

Banjir Merusak Infrastruktur Sekolah

Tidak hanya rumah warga yang terdampak, banjir juga menyebabkan kerusakan pada fasilitas publik. Salah satunya adalah dinding TK Labuah di Kecamatan Tanjung Raya yang jebol akibat derasnya air banjir.

Menurut Rahmat, banjir ini dipicu oleh curah hujan tinggi yang terjadi mulai siang hari pada Rabu (1/4). Wilayah sekitar sungai yang sebelumnya pernah dilanda banjir bandang menjadi sangat rawan sehingga warga segera dievakuasi untuk menghindari risiko yang lebih besar.

Koordinasi dan Imbauan Waspada dari BPBD

BPBD Kabupaten Agam telah melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah kecamatan dan nagari untuk melakukan pendataan dan penanganan dampak banjir. Hal ini penting untuk memastikan bantuan dan evakuasi berjalan lancar dan tepat sasaran.

Selain itu, BPBD mengimbau masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat curah hujan tinggi melanda. Warga diharapkan segera mengungsi ke tempat yang lebih aman untuk menghindari bahaya banjir.

BPBD juga mengingatkan para pengendara yang melewati daerah rawan longsor seperti Kelok 44, Sungai Landia, dan Panta agar ekstra hati-hati dan waspada terhadap kemungkinan longsor dan banjir bandang.

Sejarah Banjir Bandang dan Potensi Risiko Berulang

Banjir bandang yang melanda akhir November 2025 menjadi pemicu utama pendangkalan sungai dan kerusakan lingkungan yang menyebabkan banjir susulan ini. Fenomena ini menunjukkan bagaimana dampak bencana alam dapat berkelanjutan dan menimbulkan risiko baru jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat.

Menurut laporan Antara, penanganan pascabencana dan mitigasi risiko harus menjadi prioritas agar kejadian serupa tidak berulang dan warga bisa hidup lebih aman.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa banjir yang menyebabkan 100 kepala keluarga mengungsi ini bukan hanya sekadar bencana lokal, melainkan cerminan perlunya peningkatan sistem mitigasi bencana di daerah rawan seperti Agam. Pendangkalan sungai yang berkelanjutan akibat banjir bandang sebelumnya menandakan bahwa upaya normalisasi sungai dan pengelolaan lingkungan belum optimal.

Langkah-langkah preventif seperti revitalisasi daerah aliran sungai, pemantauan curah hujan, serta edukasi dan simulasi evakuasi secara rutin harus segera diperkuat. Pemerintah daerah bersama BPBD juga wajib mengintensifkan kolaborasi dengan masyarakat agar respons ketika bencana datang lebih cepat dan terstruktur.

Ke depan, fokus pada pembangunan infrastruktur tahan bencana serta pengembangan sistem peringatan dini yang memadai menjadi kunci untuk meminimalisasi dampak banjir serupa. Masyarakat dan pengendara yang melewati daerah rawan longsor juga perlu terus diingatkan untuk selalu waspada demi keselamatan bersama.

Dengan demikian, kita berharap kejadian seperti di Jorong Labuah bisa menjadi pelajaran berharga bagi daerah lain yang memiliki risiko bencana serupa.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad