Gubernur Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Meski Banjir Terjadi

Apr 7, 2026 - 22:20
 0  5
Gubernur Jateng Pastikan Stok Pangan Aman Meski Banjir Terjadi

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa persediaan pangan di wilayah Jawa Tengah tetap aman meskipun bencana banjir melanda beberapa daerah. Pernyataan ini disampaikan pada Selasa, 7 April 2026, di Surakarta dan menjadi penegasan bahwa ketahanan pangan di provinsi tersebut masih terjaga dengan baik.

Ad
Ad

Ahmad Luthfi menyampaikan, "Kondisi pangan kita surplus, jadi swasembada pangan kita kuat." Hal ini menandakan bahwa meskipun ada gangguan akibat bencana alam, produksi pangan Jawa Tengah masih mampu memenuhi kebutuhan lokal bahkan nasional.

Surplus Pangan dan Perlindungan Petani di Tengah Banjir

Menurut data dari Dinas Pertanian dan Peternakan Jawa Tengah, neraca pangan per Maret 2026 menunjukkan surplus beras sebesar 702.409 ton. Selain beras, surplus juga tercatat pada komoditas daging dan telur untuk periode Januari hingga Maret 2026, sehingga kebutuhan masyarakat secara umum tetap terpenuhi.

Gubernur juga mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan skema asuransi bagi petani yang terdampak bencana banjir. "Kalau ada sawah yang terkena bencana, kita cover dengan asuransi Jamkrida, sehingga masyarakat petani kita bisa terangkat," ujarnya. Langkah ini menjadi bentuk perlindungan agar petani tidak menanggung kerugian sendiri akibat dampak banjir.

Produksi Pangan Terus Tumbuh dengan Indikator Positif

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Jateng, Defransisco Dasilva Tavares, melaporkan bahwa sejumlah indikator produksi pangan menunjukkan tren positif hingga awal April 2026. Berikut capaian produksi pada beberapa komoditas penting:

  • Padi: dari target 10.559.679 ton gabah kering giling (GKG), realisasi sudah mencapai 4.169.353 ton (39,48%).
  • Jagung: dari target 3.700.000 ton, produksi mencapai 984.959 ton (26,62%).
  • Kedelai: pada tahap awal, realisasi 762 ton dari target 52.790 ton (1,44%).
  • Bawang merah: 144.705 ton dari target 617.015 ton (23,45%).
  • Cabai: 80.892 ton dari target 456.621 ton (17,72%).
  • Telur: 238.154 ton dari target 917.863 ton (25,95%).
  • Daging: 311.042 ton dari target 942.497 ton (33%).
  • Susu: 17.928 ton dari target 76.570 ton (23,41%).

Menurut Defransisco, tantangan berikutnya adalah memastikan distribusi hasil produksi agar surplus dapat merata dan harga pangan tetap stabil di pasaran.

Program Strategis Pemprov Jateng untuk Mendukung Produksi Pangan

Untuk menjamin keberlanjutan dan pencapaian target produksi pangan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan berbagai program strategis sepanjang 2026, antara lain:

  • Bantuan benih dan sarana produksi untuk padi seluas 47.200 hektare.
  • Bantuan untuk jagung di lahan seluas 3.200 hektare.
  • Bantuan untuk kedelai seluas 3.000 hektare.
  • Bantuan untuk cabai seluas 310 hektare dan bawang merah TSS seluas 25 hektare.
  • Rehabilitasi 334 paket jaringan irigasi tersier dan pembangunan 75 paket irigasi perpipaan.

Selain fokus pada peningkatan produksi, pendekatan juga diarahkan untuk menjaga keberlanjutan sistem pertanian dengan memperkuat luasan baku sawah, meningkatkan indeks pertanaman, dan pemanfaatan teknologi pertanian modern.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi bahwa persediaan pangan tetap aman di tengah bencana banjir menjadi sinyal positif bagi ketahanan pangan nasional. Provinsi ini tidak hanya mampu mempertahankan produksi tapi juga berkontribusi pada stabilitas pasokan pangan nasional yang sangat penting di tengah berbagai tantangan iklim dan bencana alam.

Namun, yang perlu diwaspadai adalah distribusi hasil produksi agar tidak terjadi ketimpangan antara daerah yang surplus dan yang terdampak banjir. Pemerintah harus memastikan akses logistik yang lancar agar surplus pangan juga bisa membantu daerah terdampak banjir dalam memenuhi kebutuhan pokok.

Ke depan, pengembangan sistem asuransi pertanian seperti Jamkrida harus terus diperluas dan ditingkatkan agar petani semakin terlindungi dari risiko bencana. Ini menjadi kunci penting demi menjaga keberlanjutan produksi pangan sekaligus memberdayakan petani agar tidak merugi akibat bencana alam.

Berita lebih lengkap dapat dibaca pada sumber resminya di ANTARA News Jawa Tengah dan perkembangan nasional terkait ketahanan pangan sering diupdate di CNN Indonesia.

Dengan demikian, Jawa Tengah tetap menjadi salah satu provinsi andalan ketahanan pangan Indonesia, dan pemerintah daerah harus terus berinovasi agar kondisi ini dapat dipertahankan bahkan ditingkatkan di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad