Ruang Ganti Bucks Tidak Kondusif, Masa Depan Doc Rivers Makin Tidak Pasti

Apr 9, 2026 - 01:40
 0  6
Ruang Ganti Bucks Tidak Kondusif, Masa Depan Doc Rivers Makin Tidak Pasti

Milwaukee Bucks kembali menelan kekalahan yang menambah tekanan di ruang ganti tim mereka. Pada pertandingan terakhir yang berlangsung Selasa (7/4) di Barclays Center, New York, Bucks kalah tipis 90-96 dari Brooklyn Nets. Kekalahan ini menjadi yang ketiga secara beruntun bagi Bucks, dan semakin memperburuk situasi mereka di klasemen Wilayah Timur NBA 2026.

Ad
Ad

Nasib pelatih Bucks, Doc Rivers, pun jadi sorotan utama. Meski tahun ini ia dinobatkan sebagai anggota kehormatan Naismith Memorial Basketball Hall of Fame, masa depan Rivers di Bucks kini makin tidak jelas di tengah badai kekalahan dan ketidaknyamanan dalam ruang ganti.

Kekalahan Beruntun dan Ancaman Turun Klasemen

Bucks dengan rekor 31 kemenangan dan 48 kekalahan sudah dipastikan gagal lolos ke babak playoff NBA 2026. Mereka bahkan berpotensi turun ke posisi ke-12 di Wilayah Timur jika Chicago Bulls yang kini berjarak satu kemenangan saja berhasil memperbaiki rekor di tiga laga terakhir mereka.

Kondisi ini menambah tekanan bagi Bucks yang saat ini berjuang menyelamatkan reputasi mereka dan mempertahankan semangat tim. Kegagalan masuk playoff setelah meraih juara NBA 2021 tentu menjadi pukulan berat.

Ruang Ganti Bucks yang Tidak Kondusif

Menurut laporan Shams Charania dari ESPN, suasana di ruang ganti Bucks saat ini sangat kurang kondusif. Dok Rivers dilaporkan berselisih dengan beberapa pemain, yang memicu ketegangan dan ketidaknyamanan di antara anggota tim.

Salah satu titik panas terjadi pada awal Maret lalu setelah kekalahan besar 97-120 dari Bulls. Rivers secara terbuka mengkritik pemain Kyle Kuzma atas sejumlah kesalahan yang dianggapnya merugikan tim dalam beberapa pertandingan terakhir. Sumber tim menyebut sesi tersebut sebagai salah satu momen yang memperburuk suasana ruang ganti.

"Saya membawa tim-tim ke babak playoff dan meraih juara yang seharusnya tidak bisa. Saya pikir tim ini salah satunya. Anda harus memilih, bersama kami atau melawan kami. Jika Anda tidak bermain sungguh-sungguh, kami tidak akan memainkanmu lagi. Saya tahu semua yang terjadi di sini," kata Rivers dalam sesi video tersebut.

Lebih lanjut, Rivers juga memutar ulang kesalahan-kesalahan Kuzma dan akhirnya menjatuhkan keputusan tidak memainkannya pada pertandingan melawan Celtics yang berakhir dengan kekalahan 81-108. Itu menjadi kali pertama Kuzma tidak dimainkan dengan status "DNP Coach Decision".

Ketidakpastian Masa Depan Doc Rivers

Menjelang pertandingan melawan Nets, Rivers secara terbuka membahas masa depannya bersama Bucks. Pelatih berusia 64 tahun ini memberikan pernyataan yang cukup ambigu dan mengindikasikan kemungkinan perpisahan di akhir musim.

"Saya tidak akan menjawab berapa lama saya akan bersama tim. Tapi saya memiliki cucu yang ingin saya temui. Saya akan mengatakannya seperti itu. Saya akan membiarkan kalian memikirkannya sendiri," ujar Rivers.

Jika Bucks benar-benar memutuskan mengganti Rivers pada akhir musim ini, maka ini akan menjadi pergantian pelatih ketiga dalam empat musim terakhir. Dimulai dari pemecatan Mike Budenholzer, pelatih yang membawa Bucks juara NBA 2021, lalu digantikan Adrian Griffin pada 2024, dan pada musim yang sama Griffin digantikan oleh Doc Rivers.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kondisi ruang ganti yang tidak kondusif dan serangkaian kekalahan beruntun ini bukan hanya masalah teknis di lapangan, tapi juga mencerminkan dinamika internal yang lebih serius. Ketegangan antara pelatih dan pemain seperti yang terjadi dengan Kyle Kuzma bisa menjadi sinyal keretakan yang berbahaya bagi keharmonisan tim.

Selain itu, ketidakpastian masa depan Doc Rivers menambah ketidakstabilan yang bisa mempengaruhi motivasi dan performa pemain secara keseluruhan. Dalam konteks kompetisi NBA yang sangat kompetitif, stabilitas kepelatihan dan suasana ruang ganti yang sehat adalah kunci keberhasilan jangka panjang.

Ke depan, Bucks perlu mengambil langkah strategis untuk meredam konflik internal dan membangun kembali chemistry tim. Langkah ini penting untuk mempersiapkan musim berikutnya agar tidak terjebak dalam siklus kegagalan yang sama. Para penggemar dan pengamat NBA wajib terus mengamati perkembangan situasi ini karena dapat mempengaruhi arah klub besar seperti Milwaukee Bucks.

Untuk kabar terupdate seputar Bucks dan NBA, simak terus berita dari sumber terpercaya dan analisis mendalam yang kami sajikan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad