Harga Emas Bergejolak Hebat: Penyebab Utama dan Dampaknya pada Pasar Global

Apr 14, 2026 - 10:50
 0  5
Harga Emas Bergejolak Hebat: Penyebab Utama dan Dampaknya pada Pasar Global

Harga emas kembali menunjukkan gejolak tajam pada awal pekan ini, dimana pelemahan terjadi akibat sentimen negatif dari penguatan nilai dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran inflasi yang muncul kembali usai kegagalan perundingan damai antara AS dan Iran.

Ad
Ad

Berdasarkan data dari Refinitiv, pada perdagangan Senin (13/4/2026), harga emas ditutup di posisi US$ 4.739,18 per troy ons atau melemah sebesar 0,17%. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif selama dua hari terakhir dengan penurunan total sekitar 0,5%. Namun, pada Selasa pagi (14/4/2026) pukul 06.24 WIB, harga emas kembali menguat ke level US$ 4.757,52 per troy ons atau naik sebesar 0,39%.

Penguatan Dolar AS dan Kekhawatiran Inflasi

Penguatan dolar AS menjadi salah satu faktor utama yang menekan harga emas. Karena emas dihargai dalam dolar, penguatan mata uang ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lain, sehingga menekan permintaan global.

Selain itu, kekhawatiran terhadap inflasi semakin meningkat setelah kegagalan perundingan damai AS-Iran yang memicu ketegangan geopolitik baru. Militer AS mengumumkan blokade kapal-kapal yang keluar dari pelabuhan Iran, sementara Iran mengancam akan membalas ke pelabuhan negara-negara tetangga di kawasan Teluk.

Harga Minyak Melonjak, Tekanan Inflasi Meningkat

Ketegangan geopolitik ini juga berdampak signifikan pada harga minyak dunia. Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik tajam sebesar 2,6% menjadi US$ 99,08 per barel, sementara harga minyak Brent internasional melonjak 4,37% ke level US$ 99,36 per barel.

Kenaikan harga minyak ini memicu kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, yang pada gilirannya membatasi ruang gerak bank sentral, khususnya Federal Reserve AS, untuk memangkas suku bunga. Hal ini menjadi sentimen negatif bagi harga emas yang biasanya menjadi aset lindung nilai (hedge) terhadap inflasi.

Prospek Suku Bunga dan Dampaknya pada Emas

Menurut FedWatch Tool milik CME, saat ini pasar memperkirakan peluang hanya sekitar 29% bahwa AS akan memangkas suku bunga sampai akhir tahun 2026, turun signifikan dari 40% sebulan sebelumnya. Penurunan ekspektasi pemangkasan suku bunga ini turut menekan harga emas.

Sejak awal konflik AS-Israel dengan Iran pada 28 Februari lalu, harga emas spot telah turun lebih dari 10%. Meski demikian, analis dari SP Angel menilai aksi jual ini merupakan hal yang sehat secara jangka panjang, karena mengurangi posisi spekulatif yang berlebihan pada emas.

"Kami melihat aksi jual akibat perang ini sebagai hal yang sehat bagi prospek jangka panjang emas, karena posisi spekulatif yang berlebihan kini telah berkurang," ujar analis SP Angel.

Pergerakan Harga Perak dan Prospek Investasi

Selain emas, harga perak juga mengalami fluktuasi. Pada Senin (13/4/2026), harga perak turun sebesar 0,39% ke posisi US$ 75,58 per troy ons, berbanding terbalik dengan penguatan sebesar 1,07% pada hari Jumat sebelumnya. Namun pada Selasa pagi, harga perak kembali menguat tipis sebesar 0,15% ke level US$ 75,69 per troy ons.

Paul Wong, strategist pasar di Sprott Asset Management, menilai ketidakpastian pasokan minyak di masa depan akan mendorong permintaan struktural terhadap perak, terutama melalui percepatan investasi pada panel surya fotovoltaik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, volatilitas harga emas yang saat ini terjadi mencerminkan ketidakpastian geopolitik dan ekonomi global yang sangat tinggi. Konflik di Timur Tengah berdampak langsung pada harga minyak, yang menjadi indikator utama inflasi dan kebijakan suku bunga bank sentral, terutama Federal Reserve.

Sentimen negatif jangka pendek akibat penguatan dolar dan kenaikan harga minyak memang menekan harga emas, namun dalam jangka panjang, emas tetap menjadi instrumen penting sebagai lindung nilai dari risiko inflasi dan ketidakstabilan geopolitik. Investor perlu mencermati dinamika perundingan politik dan kebijakan moneter global yang akan menjadi penentu arah harga emas ke depan.

Selain itu, potensi kenaikan permintaan perak yang terkait dengan energi terbarukan menunjukkan tren positif bagi logam mulia ini di tengah pergeseran global menuju ekonomi hijau. Oleh karena itu, penguatan sektor energi terbarukan dan kebijakan iklim akan menjadi faktor penting yang harus diwaspadai oleh para pelaku pasar emas dan perak.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita aslinya di CNBC Indonesia dan mengikuti perkembangan terbaru di Reuters.

Dengan situasi yang terus berkembang, penting bagi investor dan pengamat pasar untuk tetap memantau kebijakan moneter global dan dinamika geopolitik yang akan menentukan pergerakan harga emas dan logam mulia lainnya di masa mendatang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad