PM Hungaria Peter Magyar Undang Netanyahu, Kini Ancaman Tangkap Jadi Sorotan

Apr 22, 2026 - 18:21
 0  3
PM Hungaria Peter Magyar Undang Netanyahu, Kini Ancaman Tangkap Jadi Sorotan

Perdana Menteri terpilih Hungaria, Peter Magyar, awalnya mengundang Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu ke negaranya. Namun dalam waktu singkat, ia justru mengeluarkan ancaman akan menangkap sang pemimpin Zionis itu jika menginjakkan kaki di Hungaria, karena kewajiban Hungaria sebagai anggota Mahkamah Pidana Internasional (ICC).

Ad
Ad

Undangan ke Netanyahu untuk Peringatan Revolusi Hungaria

Undangan resmi disampaikan Magyar saat berdialog dengan Netanyahu pada 15 April 2026. Dalam rilis resmi Israel, Magyar menyatakan keinginannya untuk mempertahankan hubungan erat antara Hungaria dan Israel serta mengundang Netanyahu menghadiri upacara peringatan 70 tahun Revolusi Hungaria. Langkah ini menunjukkan niat awal Magyar untuk menjaga dan memperkuat hubungan bilateral yang selama ini cukup dekat di bawah pemerintahan sebelumnya.

Ancaman Penangkapan Netanyahu Berdasarkan Perintah ICC

Namun, hanya sepekan setelah undangan tersebut, pada 20 April, Peter Magyar membuat pernyataan mengejutkan dalam konferensi pers. Magyar menegaskan bahwa sebagai anggota ICC, Hungaria wajib mematuhi perintah pengadilan internasional tersebut.

"Saya percaya bahwa jika suatu negara adalah anggota Mahkamah Pidana Internasional, dan seseorang yang dicari pengadilan memasuki wilayah kita, maka orang itu harus ditahan," tegas Magyar yang dikutip dari Sky News.

Orang yang dimaksud adalah Benjamin Netanyahu. ICC mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Netanyahu dan Menteri Pertahanan saat itu, Yoav Gallant, pada November 2024. Surat perintah penangkapan ini terkait tuduhan kejahatan perang akibat agresi Israel di Jalur Gaza Palestina.

Perubahan Sikap Hungaria dari Orban ke Magyar

Sikap Magyar ini sangat berbeda dari kebijakan pendahulunya, Viktor Orban, yang dikenal sebagai sekutu dekat Presiden AS Donald Trump dan memiliki hubungan stabil dengan Netanyahu. Orban bahkan pernah mengundang Netanyahu ke Hungaria pada April 2025, meski surat perintah penangkapan ICC sudah diterbitkan lima bulan sebelumnya.

Ketika itu, Orban sempat mengumumkan niat untuk menarik Hungaria dari ICC dan menolak menangkap Netanyahu, menjadikan Hungaria satu-satunya negara Uni Eropa yang menolak keputusan ICC tersebut.

Namun, Magyar menyatakan bahwa Hungaria akan menghentikan proses penarikan dari ICC dan berkomitmen untuk menjalankan kewajibannya sebagai anggota badan peradilan internasional ini. Pernyataan ini menjadi ujian besar bagi pemerintahan Magyar yang baru terbentuk.

Implikasi dan Tantangan Politik

Pernyataan Magyar berpotensi mengubah arah kebijakan luar negeri Hungaria dan hubungan bilateral dengan Israel yang selama ini erat. Langkah ini juga menempatkan Hungaria pada posisi penting dalam dinamika geopolitik Eropa dan Timur Tengah, terutama terkait hukum internasional dan pelanggaran HAM.

Berikut beberapa poin penting yang perlu diperhatikan:

  • Hungaria sebagai anggota ICC wajib menjalankan perintah penangkapan terhadap Netanyahu.
  • Langkah Magyar bisa memicu ketegangan diplomatik antara Hungaria dan Israel.
  • Keputusan ini mengindikasikan perubahan sikap Hungaria dari era Orban yang pro-Netanyahu.
  • Perhatian internasional akan tertuju pada implementasi keputusan ini dan reaksi Israel.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pergeseran sikap Hungaria di bawah Peter Magyar menandai titik balik signifikan dalam kebijakan luar negeri negara tersebut yang selama ini cenderung mendukung Israel tanpa syarat. Magyar tampaknya berusaha menyeimbangkan kepentingan hukum internasional dan hubungan diplomatik dengan Israel, yang bukan hal mudah mengingat tekanan politik dari kedua belah pihak.

Ancaman penangkapan Netanyahu bukan hanya soal hukum, melainkan juga isu politik yang sangat sensitif. Jika Magyar benar-benar mengeksekusi perintah ICC, Hungaria bisa menghadapi risiko keretakan hubungan bilateral hingga sanksi politik dari Israel dan sekutunya. Sebaliknya, jika Magyar mengabaikan kewajibannya sebagai anggota ICC, kredibilitas Hungaria di mata komunitas internasional akan dipertanyakan.

Perkembangan ini juga mencerminkan dinamika internal Hungaria yang sedang bertransformasi, dari pemerintahan populis dan nasionalis Orban menuju era baru yang lebih mengedepankan supremasi hukum internasional. Kita perlu mengamati langkah-langkah Magyar berikutnya, terutama dalam membangun dialog dengan Israel dan komunitas internasional mengenai isu sensitif ini.

Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi sumber asli CNN Indonesia dan berita terkait dari BBC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad