BPBD Banjarnegara Imbau Warga Waspadai Potensi Longsor di Maret 2026
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, mengeluarkan imbauan penting kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi tanah longsor selama bulan Maret 2026. Peringatan ini didasarkan pada prakiraan curah hujan tinggi yang diperkirakan akan terjadi di wilayah tersebut, yang berpotensi memicu bencana gerakan tanah.
Potensi Longsor Tinggi di Banjarnegara
Kepala Pelaksana BPBD Banjarnegara, Aji Piluroso, menegaskan bahwa Kabupaten Banjarnegara termasuk daerah dengan risiko gerakan tanah menengah hingga tinggi. Oleh karena itu, masyarakat terutama yang tinggal di daerah lereng dan perbukitan harus waspada terhadap kemungkinan longsor saat curah hujan deras terjadi.
“Banjarnegara menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi gerakan tanah menengah hingga tinggi, sehingga masyarakat terutama yang tinggal di lereng atau perbukitan perlu meningkatkan kewaspadaan saat curah hujan tinggi,” jelas Aji pada Jumat sore di Banjarnegara.
Dasar Peringatan dan Data Curah Hujan
Imbauan ini didukung oleh surat peringatan dini dari Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Jawa Tengah berdasarkan analisis peta kerentanan dari Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) serta prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).
Dalam surat bernomor B/500.10.5/92/2026 tertanggal 4 Maret 2026, dijelaskan bahwa curah hujan di Jawa Tengah pada bulan Maret diperkirakan antara 151 milimeter hingga lebih dari 500 milimeter, dengan kategori intensitas mulai dari menengah hingga sangat tinggi.
“Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan risiko terjadinya bencana gerakan tanah di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Banjarnegara,” tambah Aji.
Secara lebih rinci, wilayah Banjarnegara diperkirakan mengalami curah hujan antara 401-500 milimeter yang masuk kategori tinggi, sementara bagian utara Banjarnegara bahkan diprediksi menerima curah hujan lebih dari 500 milimeter (kategori sangat tinggi). Kondisi ini menjadi pemicu utama risiko longsor, khususnya di daerah dengan tingkat kerentanan tanah menengah hingga tinggi dan curah hujan di atas 300 milimeter.
Langkah Mitigasi dan Kewaspadaan Masyarakat
Menanggapi kondisi ini, BPBD Banjarnegara telah mempersiapkan sejumlah langkah mitigasi bencana, antara lain:
- Meningkatkan pemantauan wilayah rawan longsor secara intensif.
- Memperkuat koordinasi dengan pemerintah desa, sukarelawan, dan instansi terkait.
- Memberikan edukasi kepada masyarakat tentang tanda-tanda awal longsor.
Aji mengingatkan masyarakat untuk mengenali tanda-tanda awal potensi longsor seperti:
- Retakan tanah yang muncul secara tiba-tiba.
- Pohon yang mulai miring atau bergeser.
- Perubahan aliran air di lereng dan perbukitan.
“Kami juga mengimbau warga untuk segera melapor kepada pemerintah desa atau petugas kebencanaan apabila menemukan tanda-tanda potensi longsor agar bisa segera dilakukan langkah antisipasi,” ujarnya.
Selain itu, warga yang tinggal di daerah rawan diharapkan meningkatkan kewaspadaan terutama saat hujan turun secara terus menerus selama lebih dari dua jam, karena kondisi tersebut dapat memicu pergerakan tanah yang berbahaya.
“Kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam mengurangi risiko bencana,” tegasnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, imbauan BPBD Banjarnegara ini merupakan langkah krusial yang harus disikapi serius oleh masyarakat dan pemerintah daerah. Dengan kondisi geografis Banjarnegara yang banyak didominasi oleh daerah perbukitan dan lereng, risiko longsor menjadi ancaman nyata terutama saat musim hujan dengan curah hujan tinggi.
Selain mitigasi teknis yang sudah dilakukan BPBD, peran serta masyarakat dalam mengenali tanda-tanda awal dan melapor dengan cepat sangat menentukan efektivitas penanggulangan bencana tanah longsor. Warga yang kurang paham atau mengabaikan tanda bahaya berisiko besar menghadapi korban jiwa dan kerugian materi yang tidak sedikit.
Ke depan, pemerintah daerah perlu mengintensifkan program edukasi mitigasi bencana dan memperkuat sistem peringatan dini yang mudah diakses semua lapisan masyarakat. Pemanfaatan teknologi seperti aplikasi pelaporan bencana dan pemetaan digital juga bisa menjadi game-changer dalam menghadapi potensi longsor yang semakin meningkat akibat perubahan iklim.
Dengan kewaspadaan tinggi dan kerja sama yang baik antara pemerintah dan warga, risiko bencana longsor di Banjarnegara dapat diminimalisir. Masyarakat diimbau untuk tetap memantau informasi resmi dan mengikuti arahan BPBD setempat demi keselamatan bersama.
Pewarta: Sumarwoto
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0