Polda Sulbar Survei Jalan Rusak untuk Cegah Kecelakaan Lalu Lintas
Subdirektorat Keamanan dan Keselamatan (Subdit Kamsel) Direktorat Lalu Lintas Polda Sulawesi Barat mengambil langkah proaktif dengan melakukan survei menyeluruh terhadap sarana dan prasarana jalan di wilayahnya. Langkah ini dilakukan sebagai upaya mencegah kecelakaan lalu lintas yang kerap terjadi akibat kondisi jalan yang rusak dan rawan bahaya.
Survei Jalan di Majene dan Polewali Mandar
Menurut Komisaris Polisi Febrian Eko Putra, Kasubdit Kamsel Ditlantas Polda Sulbar, survei ini difokuskan pada dua kabupaten yakni Majene dan Polewali Mandar. Kegiatan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan yang berkepentingan dalam bidang lalu lintas dan keselamatan jalan.
"Survei ini bertujuan tidak hanya mengidentifikasi titik-titik rawan kecelakaan, tapi juga merumuskan solusi konkrit agar kondisi jalan tidak mengancam keselamatan pengguna," ujar Febrian saat ditemui di Mamuju, Rabu (11/3/2026).
Temuan Kondisi Jalan yang Membahayakan
Dalam survei di ruas jalan poros Majene-Mamuju, pemeriksaan dilakukan di dua lokasi utama, yaitu dari Lingkungan Rangas hingga Lingkungan Soreang, Kecamatan Banggae, Kabupaten Majene. Hasil pemeriksaan menemukan sejumlah masalah serius:
- Jalan berlubang dan rusak parah.
- Ketiadaan guard rail yang berfungsi sebagai pengaman di sisi jalan.
- Tidak adanya lampu penerangan jalan yang memadai.
- Adanya pohon besar yang mengganggu penglihatan dan keselamatan pengguna jalan.
Selain itu, di Desa Bunde Utara, Kecamatan Pamboang, ditemukan permukaan aspal yang ambles serta tikungan berbahaya yang belum dilengkapi dengan rambu lalu lintas yang jelas.
Di Kabupaten Polewali Mandar, fokus survei adalah ruas jalan poros Polewali Mandar menuju Kabupaten Mamasa. Di sini ditemukan beberapa masalah kritis seperti longsor di sisi jalan serta ketiadaan rambu lalu lintas dan penerangan yang memadai.
"Perbaikan sementara sudah dilakukan sebagai antisipasi dari temuan tersebut," tegas Febrian.
Salah satu lokasi kritis adalah Kecamatan Andreapi, di mana badan jalan mengalami longsor akibat aliran air bawah permukaan dan tidak ada guard rail yang bisa melindungi pengguna dari bahaya kecelakaan.
Solusi Komprehensif dan Kolaborasi Antar Pihak
Febrian menjelaskan bahwa kondisi jalan yang tidak layak menjadi salah satu faktor utama penyebab kecelakaan lalu lintas di Sulawesi Barat. Oleh karena itu, Polda Sulbar tidak hanya berfokus pada identifikasi masalah, tetapi juga mencari solusi cepat dan tepat melalui kolaborasi berbagai pihak.
Setelah pengumpulan data, Ditlantas Polda Sulbar bersama instansi terkait melakukan koordinasi untuk merumuskan langkah-langkah perbaikan yang terstruktur, antara lain:
- Menyusun rekomendasi teknis perbaikan berdasarkan tingkat urgensi tiap lokasi.
- Melakukan identifikasi menyeluruh terhadap semua titik rawan kecelakaan, termasuk lokasi dengan rambu keselamatan yang kurang lengkap, rusak, atau tidak berfungsi.
- Menetapkan prioritas perbaikan dengan fokus pada lokasi yang memiliki lalu lintas tinggi dan risiko kecelakaan besar.
- Memasang tanda pengaman sementara seperti rambu peringatan longsor, lubang jalan, dan tikungan berbahaya paling lambat dalam tiga hari kerja.
- Melakukan pemantauan berkala untuk memastikan langkah antisipasi berjalan efektif hingga perbaikan permanen terlaksana.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, survei dan langkah-langkah yang diambil Polda Sulbar ini merupakan langkah strategis yang sangat penting dalam menekan angka kecelakaan lalu lintas yang selama ini menjadi masalah serius di daerah tersebut. Kondisi jalan yang rusak dan minimnya fasilitas keselamatan jalan memang sering diabaikan, sehingga tindakan preventif melalui survei dan perbaikan menjadi kunci keberhasilan.
Namun, tantangan terbesar adalah kesinambungan dan keberlanjutan perbaikan sarana jalan serta penerapan sistem monitoring yang ketat. Kolaborasi antarpihak, termasuk pemerintah daerah, dinas terkait, dan kepolisian, harus terus diperkuat agar solusi yang dirumuskan tidak berhenti pada tahap rekomendasi, melainkan benar-benar diwujudkan di lapangan.
Ke depan, masyarakat juga perlu didorong untuk aktif melaporkan kerusakan dan potensi bahaya di jalan agar penanganan bisa lebih cepat dan tepat sasaran. Pemanfaatan teknologi, seperti aplikasi pelaporan digital, bisa menjadi pelengkap yang memudahkan komunikasi antara pengguna jalan dan pihak pengelola.
Dengan upaya bersama ini, diharapkan kondisi jalan di Sulawesi Barat semakin membaik, sehingga keselamatan pengguna jalan dapat terjamin dan angka kecelakaan dapat ditekan secara signifikan.
Pewarta: Amirullah
Editor: Riski Maruto
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0