Naskah Papirus Terbakar Erupsi Vesuvius Berhasil Dibaca Berkat AI

Jun 26, 2026 - 23:00
 0  2
Naskah Papirus Terbakar Erupsi Vesuvius Berhasil Dibaca Berkat AI

Sebuah naskah papirus yang terbakar dan menghitam akibat letusan Gunung Vesuvius hampir 2.000 tahun lalu berhasil dibuka secara virtual dan sebagian isinya berhasil diterjemahkan dengan bantuan teknologi kecerdasan buatan (AI). Penemuan ini merupakan terobosan penting dalam dunia arkeologi dan sejarah klasik.

Ad
Ad

Naskah yang dikenal dengan sebutan PHerc. 1667 ini adalah salah satu dari ratusan gulungan papirus yang ditemukan di kota kuno Herculaneum yang terkubur di bawah abu vulkanik akibat erupsi pada tahun 79 Masehi. Inisiatif Vesuvius Challenge yang didirikan pada tahun 2023 bertujuan memecahkan isi gulungan-gulungan ini tanpa harus merusaknya secara fisik.

Sejarah dan Penemuan Naskah Papirus Herculaneum

Gulungan papirus tersebut ditemukan di sebuah vila yang diperkirakan milik mertuanya Julius Caesar, terkubur dalam lumpur dan abu panas. Penemuan ini terjadi pada abad ke-18 oleh seorang petani Italia. Koleksi ini adalah perpustakaan besar satu-satunya yang selamat dari zaman klasik.

Namun, kondisi gulungan yang sangat rapuh dan telah mengalami karbonisasi membuat upaya membuka gulungan ini secara fisik selalu berujung pada kerusakan. Berbagai metode seperti pemberian beban, penggunaan bahan kimia, gas, hingga penghancuran dengan pulverisasi pernah dicoba namun tidak berhasil mempertahankan gulungan tersebut.

Metode Virtual Unwrapping dengan AI

Tim Vesuvius Challenge yang dipimpin oleh Brent Seales, profesor ilmu komputer dari Universitas Kentucky, mengembangkan teknik pemindaian menggunakan teknologi CT scan untuk merekam lapisan-lapisan gulungan yang melingkar dan rusak. Selanjutnya, dengan bantuan AI canggih, tim dapat mengurai lapisan tersebut secara virtual dan mengenali tinta tulisan yang tersembunyi.

"Selama hampir dua milenium, banyak teks ini terjaga secara fisik namun tidak dapat diakses secara intelektual," kata Seales. "Kini, setelah bertahun-tahun kerja sama lintas disiplin dan inovasi teknologi, kami akhirnya dapat membacanya."

Proses ini memungkinkan pengungkapan teks sepanjang hampir 1,5 meter yang terbagi dalam 20 kolom tulisan, sebuah pencapaian pertama dalam sejarah pemahaman naskah papirus Herculaneum.

Isi dan Signifikansi Teks yang Terbaca

Menurut Federica Nicolardi, dosen papyrologi Universitas Naples Federico II yang memimpin analisis isi, naskah ini mengandung pembahasan filsafat tentang etika, seni, dan perilaku manusia yang mencerminkan pemikiran Stoik. Teks ini diperkirakan berasal dari abad ke-2 atau akhir abad ke-3 sebelum Masehi, menjadikannya salah satu gulungan tertua dalam koleksi.

PHerc. 1667 sendiri adalah bagian tersisa dari gulungan yang dulu utuh, dengan ukuran hanya sekitar 8 cm tinggi dan diameter 2 cm, jauh lebih kecil dari gulungan biasa akibat kerusakan saat upaya pembukaan sebelumnya.

Isi naskah membahas konsep Stoik seperti "horme" (dorongan) dan "phronesis" (kebijaksanaan praktis) yang dianggap sebagai kebajikan tertinggi. Salah satu kalimat yang berhasil diterjemahkan berbunyi: "Kita akan menyelidiki sesuatu, tetapi tidak akan memahaminya jika kita menyimpang dari diri kita sendiri dan dari kodrat kita."

Penemuan Penting Lainnya dari Proyek Vesuvius Challenge

Selain PHerc. 1667, tim juga mengumumkan pembacaan kata-kata pada gulungan lain, PHerc. 139, yang mengungkapkan judul "Philodemus, Tentang Para Dewa, Buku 8". Ini membuktikan bahwa karya "Tentang Para Dewa" oleh filsuf Yunani Philodemus terdiri dari setidaknya delapan buku, sebelumnya hanya diketahui buku pertama saja.

Sejumlah kemajuan sebelumnya termasuk pembacaan judul dan penulis dari PHerc. 172 yang berjudul "Tentang Keburukan" oleh Philodemus pada Mei tahun lalu, serta pengungkapan kata pertama dari gulungan yang belum pernah dibuka sebelumnya pada Oktober 2023 dengan bantuan AI.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan membuka dan menerjemahkan naskah papirus yang terbakar ini bukan hanya sebuah kemajuan teknologi, tetapi juga revolusi dalam studi sejarah dan filsafat klasik. Dengan teknologi AI dan pemindaian canggih, teks-teks yang selama ini dianggap hilang atau tidak terjangkau intelektual kini dapat memberikan wawasan baru tentang pemikiran kuno dan budaya Romawi.

Selanjutnya, proyek ini membuka peluang untuk mengungkap lebih banyak karya klasik yang hilang, memperkaya pengetahuan kita tentang masa lalu dan bagaimana manusia kuno memahami dunia mereka. Namun, tantangan berikutnya adalah keterlibatan para ahli bahasa dan sejarahwan untuk membaca, mengedit, dan menerjemahkan isi teks secara akurat agar makna dan konteks asli tidak hilang.

Ke depan, pembaruan teknologi ini diharapkan bisa menjadi model bagi pelestarian dan penggalian naskah kuno di seluruh dunia, memadukan teknologi dan ilmu humaniora secara harmonis.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca laporan asli di CNN Indonesia dan mengikuti perkembangan terbaru dari Vesuvius Challenge.

Dengan terobosan ini, masa depan penelitian naskah kuno semakin cerah, dan kita bisa berharap lebih banyak rahasia sejarah yang terungkap dalam waktu dekat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad