Iran Sebut Trump Setan dan Tegaskan Janji Lenyapkan Israel di Timur Tengah

Mar 12, 2026 - 07:30
 0  7
Iran Sebut Trump Setan dan Tegaskan Janji Lenyapkan Israel di Timur Tengah

Teheran, 12 Maret 2026 – Ketegangan antara Iran, Amerika Serikat (AS), dan Israel kembali memanas setelah pejabat senior Iran secara terbuka menghina Presiden AS Donald Trump dengan julukan Setan. Pernyataan keras ini disampaikan oleh penasihat senior Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Mojtaba Khamenei, Yahya Rahim Safavi, yang juga menegaskan janji Republik Islam untuk melenyapkan rezim Zionis Israel.

Ad
Ad

Penghinaan Terhadap Presiden AS Donald Trump

Dalam siaran televisi pemerintah Iran yang disiarkan pada Rabu, Safavi secara tegas menuduh Presiden Trump sebagai sosok yang paling korup dan bodoh di Amerika Serikat.

"Trump adalah presiden Amerika yang paling korup dan bodoh. Dia adalah Setan itu sendiri,"
ujar Safavi, menurut laporan AFP pada Kamis (12/3/2026).

Ucapan ini menambah daftar panjang retorika keras Iran terhadap pemerintahan AS, terutama di era kepresidenan Donald Trump yang dikenal dengan kebijakan kerasnya terhadap Iran, termasuk sanksi ekonomi dan penarikan AS dari kesepakatan nuklir internasional.

Janji Tegas Iran untuk Lenyapkan Israel

Selain menghina Trump, Safavi juga mengulangi ancaman lama Iran untuk menghapuskan keberadaan Israel di kawasan Timur Tengah. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa keberadaan Israel dan Iran tidak dapat berdampingan di wilayah tersebut:

  • "Di kawasan Timur Tengah, Israel dan Iran tidak bisa bersama."
  • "Salah satu dari mereka harus tetap ada. Yang akan tetap ada adalah Iran dan yang akan dihancurkan adalah rezim Zionis."

Pernyataan tersebut mencerminkan ketegangan yang terus berlangsung di wilayah yang sudah lama menjadi titik panas geopolitik ini, di mana Iran dan Israel secara tidak langsung berkonflik melalui proxy dan dukungan terhadap kelompok-kelompok tertentu.

Latar Belakang Konflik Iran, AS, dan Israel

Konflik antara Iran dan Israel serta AS memiliki akar yang dalam dan kompleks. Sejak revolusi Iran 1979, hubungan Iran dan AS memburuk drastis, sementara Israel dan Iran secara terbuka saling bermusuhan. Beberapa fakta penting terkait konflik ini antara lain:

  1. Kebijakan AS di bawah Trump: Penarikan AS dari kesepakatan nuklir pada 2018 dan penerapan sanksi berat terhadap Iran memicu ketegangan tinggi.
  2. Dukungan Israel terhadap kebijakan keras AS: Israel secara aktif mengupayakan tekanan terhadap Iran, terutama terkait program nuklir dan dukungan Iran terhadap kelompok militan di regional.
  3. Keterlibatan proxy: Iran mendukung kelompok-kelompok seperti Hizbullah di Lebanon dan milisi Syiah di Suriah dan Yaman, yang sering berkonflik dengan kepentingan AS dan Israel.

Ketegangan ini kerap berujung pada serangan militer terbatas dan ancaman terbuka, yang berpotensi mengguncang stabilitas regional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan kasar Yahya Rahim Safavi ini bukan hanya sekadar retorika politik biasa, melainkan cerminan ketegangan yang kian memuncak di Timur Tengah. Menggunakan istilah Setan untuk merujuk pada Presiden AS menunjukkan tingkat permusuhan yang tinggi dan bisa memperburuk hubungan diplomatik yang sudah rapuh.

Ancaman untuk melenyapkan Israel juga menandakan bahwa Iran masih memegang sikap keras terhadap keberadaan negara tersebut, yang berpotensi menghalangi upaya perdamaian jangka panjang di kawasan. Meski demikian, pernyataan seperti ini juga berfungsi sebagai pesan kuat bagi pendukung domestik Iran dan kelompok-kelompok sekutunya.

Ke depan, perlu diwaspadai potensi eskalasi konflik yang dapat berdampak luas, baik secara regional maupun global. Masyarakat internasional, khususnya aktor besar seperti PBB dan negara-negara besar lainnya, diharapkan dapat memainkan peran lebih aktif dalam meredakan ketegangan ini agar tidak berujung pada perang terbuka.

Kesimpulan

Ketegangan antara Iran, AS, dan Israel terus meningkat dengan pernyataan keras dari pejabat Iran yang menyebut Presiden Donald Trump sebagai Setan dan menegaskan janji melenyapkan Israel. Konflik yang sudah berlangsung lama ini membutuhkan perhatian serius dari komunitas internasional agar tidak semakin memburuk dan menimbulkan dampak yang lebih luas di kawasan Timur Tengah.

Stay tuned untuk perkembangan terbaru dan analisis lebih lanjut mengenai dinamika politik di Timur Tengah yang masih sangat dinamis dan penuh ketidakpastian.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad