Dekranas Dorong Perajin Manfaatkan Media Sosial untuk Bidik Generasi Muda
Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) semakin gencar mendorong perajin Indonesia untuk memanfaatkan media sosial dan fitur live commerce seperti TikTok Live sebagai strategi utama dalam memperluas penjualan produk kerajinan. Langkah ini dilakukan tak hanya untuk memperbesar pasar, tetapi juga untuk menarik minat generasi muda agar lebih aktif terlibat di sektor kriya di tengah persaingan ketat dengan produk impor yang biasanya dijual dengan harga lebih murah.
Digitalisasi sebagai Kunci Pengembangan Industri Kerajinan
Sekretaris Jenderal Dekranas, Reni Yanita, menegaskan bahwa digitalisasi menjadi fokus utama dalam mengembangkan industri kerajinan nasional. Menurutnya, generasi muda memiliki kedekatan dengan teknologi yang dapat dimanfaatkan baik dalam proses produksi maupun pemasaran produk.
“Anak-anak muda itu kan lebih tertarik ketika kita bicara mengenai teknologi. Untuk kegiatan-kegiatan dalam bentuk produksinya maupun dari pemasaran kita juga sudah mengadopsi teknologi untuk lebih mempercepat dan juga lebih mengefisienkan,” ujar Reni dalam konferensi pers HUT ke-46 Dekranas di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Penggunaan media sosial sebagai kanal pemasaran utama dipandang efektif untuk menjangkau konsumen yang lebih luas. Terlebih dengan fitur live commerce seperti TikTok Live, para perajin muda dapat secara langsung memperlihatkan keahlian dan produk mereka kepada audiens digital yang besar.
Inovasi Produk dan Adaptasi Tren Konsumen Muda
Reni juga menekankan pentingnya inovasi produk agar kerajinan tradisional mampu menyesuaikan diri dengan preferensi konsumen muda yang dinamis. Dekranas mendorong pengembangan produk seperti batik dan tenun yang dikreasikan menjadi busana kasual, aksesori, tas, hingga produk kebutuhan sehari-hari dengan desain modern dan fungsional.
Selain itu, perhatian generasi muda terhadap isu lingkungan menjadi peluang strategis. Banyak perajin mulai menggunakan bahan alami dan pewarna organik sebagai bagian dari diferensiasi produk yang ramah lingkungan.
“Anak-anak muda sekarang adaptasinya terhadap isu lingkungan juga luar biasa. Pengrajin mulai kembali memanfaatkan bahan-bahan alam sebagai pewarna sehingga ini juga menjadi daya tarik tersendiri,” imbuh Reni.
Rangkaian HUT ke-46 Dekranas dan Peningkatan Kapasitas Digital
Dalam rangka menyambut HUT ke-46 Dekranas yang akan berlangsung pada 8–12 Juli 2026 di Makassar, Sulawesi Selatan, digitalisasi menjadi salah satu materi utama yang dibahas. Wakil Ketua Harian I Dekranas, Loemongga Kartasasmita, menyatakan bahwa acara tersebut akan mengupas tuntas strategi pemasaran digital mulai dari peningkatan kualitas produk hingga proses penjualan.
“Nanti akan dibahas bagaimana memasarkan produk secara digital, mulai dari peningkatan kualitas produk hingga strategi pemasarannya. Jadi pembahasannya dari hulu sampai hilir,” jelas Loemongga.
Salah satu kegiatan menarik adalah Workshop Kreasi Kriya Keluarga Tunas yang menggabungkan edukasi perlindungan anak di ruang digital dengan praktik pembuatan kerajinan yang melibatkan orang tua dan anak bersama-sama, menurut Ketua Bidang Promosi dan Humas Dekranas, Indri Angga Prabowo.
Kampanye Digital untuk Memperluas Eksposur Kerajinan Lokal
Dekranas mengajak masyarakat untuk aktif membagikan cerita dan pengalaman seputar kerajinan daerah melalui media sosial dengan tagar #CiptaKriyaBerkelanjutanPerajinMendunia. Kampanye ini bertujuan untuk memperluas jangkauan dan eksposur produk kerajinan lokal di dunia digital, sehingga dapat bersaing di pasar global.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, inisiatif Dekranas yang mendorong digitalisasi dan pemanfaatan media sosial oleh para perajin adalah langkah strategis yang sangat relevan di era digital saat ini. Transformasi industri kerajinan tradisional ke ranah digital tidak hanya membuka peluang pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan daya saing produk lokal terhadap produk impor yang lebih murah.
Namun, hal ini menuntut kesiapan para perajin, khususnya generasi muda, untuk terus berinovasi dan menguasai teknologi pemasaran digital. Live commerce seperti TikTok Live bisa menjadi a game-changer dalam mempercepat interaksi penjual dan pembeli secara real-time, namun juga harus diimbangi dengan kualitas produk yang sesuai dengan tren dan nilai estetika yang diminati pasar modern.
Ke depan, pengembangan produk yang ramah lingkungan dengan bahan alami dan pewarna organik berpotensi menjadi nilai tambah yang mampu menarik segmen konsumen yang peduli lingkungan, sekaligus menjaga kelestarian budaya kerajinan Indonesia.
Untuk pembaca yang tertarik mengikuti perkembangan lebih lanjut, pantau terus rangkaian acara dan diskusi Dekranas pada Juli 2026 serta kampanye digital yang akan memperkuat posisi kerajinan lokal di era globalisasi.
Informasi lebih lengkap dapat diakses melalui sumber asli Warta Ekonomi.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0