Uang Rp 1,54 M Rusak Terendam Banjir Rob, Ida Ganti di BI Tegal untuk Kuliah Anak

Jul 3, 2026 - 10:50
 0  1
Uang Rp 1,54 M Rusak Terendam Banjir Rob, Ida Ganti di BI Tegal untuk Kuliah Anak

Ida (52), warga Batang, menghadapi situasi sulit ketika uang tunai sebesar Rp 1,54 miliar yang disimpannya untuk biaya kuliah anaknya di fakultas kedokteran rusak akibat terendam banjir rob selama berbulan-bulan. Pada Kamis (2/7/2026), Ida mendatangi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Tegal untuk mengajukan penukaran uang rusak tersebut.

Ad
Ad

Uang Persiapan Kuliah Anak Rusak Akibat Banjir Rob

Menurut keterangan Ida, uang tersebut merupakan hasil penjualan tanah yang disimpan aman di dalam koper di rumahnya. Namun, pada Februari 2026, kawasan tempat tinggalnya dilanda banjir rob. Koper yang berisi uang ikut terendam air laut pasang yang berulang kali menggenangi rumahnya, sehingga uang di dalamnya mengalami kerusakan.

"Uang hasil jual tanah saya simpan di koper. Rencana buat persiapan kuliah anak di kedokteran," ujar Ida saat ditemui di BI Perwakilan Tegal.

Setelah beberapa bulan, Ida baru ingat dan mengambil koper tersebut. Ia menemukan kondisi koper dipenuhi kerak lumpur, sementara lembaran uang di dalamnya menghitam di bagian tepi, lembap, dan saling menempel karena terlalu lama terendam.

"Sempat panik uangnya rusak. Kebetulan ada kenalan orang bank yang menyarankan untuk ditukar di BI," tambah Ida.

Proses Penukaran Uang Rusak di Bank Indonesia Tegal

Ida kemudian membawa seluruh uang rusak tersebut ke BI Perwakilan Tegal untuk diajukan penukaran. Petugas BI melakukan penghitungan ulang nominal uang, memisahkan lembaran uang yang menempel, dan melakukan penelitian untuk menentukan nilai yang dapat diganti.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Tegal, Bimala, menyampaikan bahwa BI menerima permohonan penukaran uang milik Ida yang rusak akibat rumahnya terendam banjir rob.

"Uang tersebut merupakan milik Ibu Ida, warga Batang, yang mengalami kerusakan akibat rumahnya terendam air rob. Dia datang untuk menukar dengan uang baru," ujar Bimala.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari total Rp 1,54 miliar uang yang diajukan, sebesar Rp 1,51 miliar memenuhi persyaratan untuk diganti dengan uang rupiah layak edar. Sisanya tidak dapat ditukar karena tidak memenuhi ketentuan BI.

"Dari Rp 1,54 miliar setelah diperiksa hanya Rp 1,51 miliar yang bisa diganti uang layak edar," tambah Bimala.

Dampak Banjir Rob terhadap Masyarakat dan Uang Tunai

Banjir rob yang melanda wilayah pesisir seperti Tegal semakin sering terjadi dan membawa berbagai dampak ekonomi dan sosial yang signifikan. Tidak hanya merusak infrastruktur dan rumah warga, kejadian ini juga berpotensi merusak harta benda penting seperti uang tunai yang masih banyak digunakan masyarakat.

Kasus Ida ini menjadi contoh nyata bagaimana banjir rob dapat mengancam dana simpanan keluarga, terutama yang disiapkan untuk kebutuhan penting seperti pendidikan anak. Situasi ini menimbulkan kebutuhan bagi warga untuk memahami prosedur penukaran uang rusak agar tidak kehilangan hak atas uang mereka.

Langkah Bank Indonesia dalam Penanganan Uang Rusak

Bank Indonesia secara rutin menangani kasus penukaran uang rusak yang diakibatkan oleh bencana alam, termasuk banjir rob. Prosedur yang dilakukan BI antara lain:

  • Melakukan verifikasi dan penghitungan ulang nominal uang yang diajukan.
  • Memisahkan lembaran uang yang menempel agar dapat dihitung secara akurat.
  • Melakukan penelitian terhadap kondisi fisik uang dan menentukan kelayakan untuk diganti.
  • Mengganti uang rusak yang memenuhi syarat dengan uang layak edar sesuai ketentuan.

Informasi lengkap mengenai penukaran uang rusak dapat diakses langsung melalui sumber resmi DetikNews maupun situs resmi Bank Indonesia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat akan risiko penyimpanan uang tunai dalam jumlah besar di rumah, terutama di wilayah rawan banjir rob. Selain itu, pemerintah dan otoritas terkait perlu terus mengembangkan sistem proteksi dan edukasi bagi masyarakat agar dana penting tidak hilang sia-sia akibat bencana.

Bank Indonesia telah menunjukkan peran krusial dalam memberikan solusi penukaran uang rusak, namun hal ini juga harus diiringi dengan upaya mitigasi bencana dan peningkatan infrastruktur tahan banjir, terutama di wilayah pesisir. Ke depan, masyarakat diharapkan dapat memanfaatkan layanan perbankan digital untuk mengurangi ketergantungan pada uang tunai fisik yang rawan rusak.

Kasus Ida juga menjadi pengingat bahwa pendidikan anak adalah prioritas keluarga yang harus didukung dengan perlindungan finansial yang kuat. Semoga pengalaman ini mendorong pemerintah dan masyarakat untuk lebih waspada dan siap menghadapi dampak bencana seperti banjir rob yang kian meningkat intensitasnya akibat perubahan iklim.

Untuk perkembangan berita dan informasi terkait dampak bencana serta layanan perbankan, pembaca disarankan untuk terus mengikuti update terbaru dari sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad