IHSG Anjlok Nyaris 8% di Juni, Modal Asing Cabut Rp 19,63 Triliun

Jul 7, 2026 - 16:50
 0  3
IHSG Anjlok Nyaris 8% di Juni, Modal Asing Cabut Rp 19,63 Triliun

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan signifikan hampir 8% di bulan Juni 2026, dimana penutupan pada level 5.643,19 menunjukkan pelemahan sebesar 7,9% secara bulanan dan 34,74% sepanjang tahun. Kondisi ini diiringi dengan aksi jual bersih oleh investor asing senilai Rp 19,63 triliun, menandakan adanya ketidakpastian yang masih membayangi pasar modal Indonesia.

Ad
Ad

Pergerakan Pasar Modal dan Pengaruh Ketidakpastian Global

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Hasan Fawzi, menjelaskan bahwa pasar modal Indonesia saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi. Hal ini terutama dipicu oleh persepsi investor yang masih rentan terhadap ketidakpastian global serta kebijakan domestik yang terus beradaptasi.

"Pasar saham domestik pada Juni 2026 masih berada pada fase konsolidasi, hal ini dipengaruhi oleh berlanjutnya ketidakpastian global, persepsi investor atas kondisi dan kebijakan domestik, serta adanya penyesuaian atau rebalancing portofolio investor," ungkap Hasan dalam konferensi pers secara virtual pada Selasa, 7 Juli 2026.

Situasi ini menunjukkan bahwa meskipun pasar saham mengalami tekanan, investor masih melakukan penyesuaian portofolio untuk menyikapi dinamika yang ada.

Aksi Jual Modal Asing dan Dampaknya pada Pasar

Sepanjang Juni, investor asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar Rp 19,63 triliun. Penarikan modal asing ini menjadi salah satu faktor utama penurunan IHSG yang cukup dalam. Namun, di sisi lain, pasar obligasi justru mencatat minat yang berbeda.

Indonesia Composite Bond Index (ICBI) pada Juni 2026 melemah 1,69% ke level 429,85. Meski demikian, investor asing justru melakukan net buy sebesar Rp 22,43 triliun pada Surat Berharga Negara (SBN), menunjukkan pergeseran preferensi dari saham ke obligasi yang dianggap lebih aman dalam kondisi volatilitas pasar saham.

Pergerakan Industri Reksadana dan Jumlah Investor

Industri reksadana juga terdampak penurunan pasar modal dengan nilai aktiva bersih (NAB) turun 4,79% secara bulanan menjadi Rp 652,9 triliun. Selain itu, terdapat net redemption atau penarikan dana dari reksadana sebesar Rp 23,75 triliun sepanjang Juni, dan Rp 2,14 triliun secara year-to-date.

Meski demikian, jumlah investor di pasar modal terus menunjukkan tren positif. Pada Juni 2026, tercatat penambahan sebanyak 1,21 juta investor baru secara bulanan, sehingga total investor mencapai 28,96 juta orang, atau meningkat 42,22% year-to-date. Angka ini menunjukkan minat masyarakat yang meningkat terhadap investasi meskipun pasar sedang mengalami tekanan.

  1. IHSG turun 7,9% di Juni 2026 dan 34,74% sepanjang 2026
  2. Investor asing menjual bersih saham Rp 19,63 triliun
  3. Obligasi mencatat net buy asing Rp 22,43 triliun
  4. Nilai aktiva bersih reksadana turun 4,79% dan net redemption Rp 23,75 triliun
  5. Jumlah investor pasar modal tumbuh 42,22% year-to-date

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penurunan IHSG yang cukup tajam di tengah keluarnya modal asing ini mencerminkan ketidakpastian global dan domestik yang masih menghantui pasar modal Indonesia. Peralihan investor asing dari saham ke obligasi menandakan preferensi terhadap instrumen yang lebih aman di tengah volatilitas pasar.

Namun, pertumbuhan jumlah investor domestik yang signifikan adalah sinyal positif bagi pasar modal Indonesia. Ini menunjukkan adanya peningkatan literasi dan minat investasi dari masyarakat, yang dapat menjadi faktor penopang stabilitas jangka panjang.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana kebijakan pemerintah dan OJK dapat terus memberikan kepercayaan dan stabilitas agar modal asing kembali masuk, serta bagaimana pasar merespon dinamika global yang masih penuh ketidakpastian. Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan diversifikasi portofolio untuk mengantisipasi fluktuasi pasar.

Untuk detail lengkap, laporan resmi OJK dan analisis pasar terbaru dapat diakses melalui sumber utama detikFinance dan berita terpercaya lainnya seperti CNN Indonesia Ekonomi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad