Operasi Anti-Korupsi Irak: Petugas Sita Celana Dalam Emas dan Rp361 Miliar Tunai

Jul 9, 2026 - 17:41
 0  1
Operasi Anti-Korupsi Irak: Petugas Sita Celana Dalam Emas dan Rp361 Miliar Tunai

Irak sedang gencar melakukan operasi anti-korupsi besar-besaran yang berlangsung selama tiga bulan terakhir di bawah pemerintahan Perdana Menteri Ali Al Zeidi. Dalam penggerebekan dan penangkapan massal yang menargetkan pejabat tinggi negara, aparat berhasil menyita sejumlah barang bukti luar biasa, termasuk celana dalam emas bertabur permata dan uang tunai miliaran rupiah.

Ad
Ad

Penggeledahan dan Penangkapan Pejabat Tinggi

Menurut laporan CNN Indonesia yang mengutip media Turki Haberler, sedikitnya 47 pejabat tinggi Irak yang diduga terlibat kasus suap dan korupsi sudah ditangkap. Para tersangka tersebut terdiri dari anggota parlemen, birokrat, dan pejabat publik lainnya.

Operasi penggeledahan dilakukan di berbagai lokasi terutama di Baghdad dan Tikrit, kawasan-kawasan yang diduga menjadi pusat praktik korupsi. Salah satu yang menjadi sorotan adalah penangkapan Hind Al Abbasi, seorang anggota parlemen perempuan yang rumahnya menjadi lokasi penyitaan barang bukti luar biasa.

Penemuan Celana Dalam Emas dan Uang Tunai Miliaran

Petugas komisi anti-korupsi Irak melaporkan berhasil menyita 27 kilogram batangan emas serta kutang dan celana dalam emas bertabur permata dalam penggeledahan di rumah Hind Al Abbasi. Selain itu, sejumlah uang tunai mencapai US$57 juta juga disita dalam operasi tersebut.

Lebih lanjut, penyelidikan mengungkap cara-cara menyembunyikan dana ilegal yang tidak biasa. Media Irak Channel 8 melaporkan bahwa pihak berwenang menemukan uang tunai senilai sekitar Rp361 miliar yang dikemas dalam galon air di kediaman mantan Wakil Menteri Perminyakan, Ali Al Jumaili, di Tikrit.

  • Rp343 miliar dalam bentuk dinar Irak
  • Rp18 miliar dalam bentuk dolar AS

Tindakan menyembunyikan uang dalam galon air ini diduga sengaja dilakukan untuk menghindari deteksi dari aparat keamanan dan penyidik keuangan.

Dampak dan Tindak Lanjut Operasi Anti-Korupsi

Operasi ini merupakan bagian dari upaya luas pemerintah Irak untuk membersihkan penyalahgunaan dana publik dan mengusut tuntas praktik korupsi yang selama ini merusak tata kelola negara. Penahanan 47 orang termasuk tujuh anggota parlemen dan pejabat tinggi menunjukkan keseriusan pemerintah dalam memberantas korupsi.

Perdana Menteri Ali Al Zeidi menegaskan bahwa tidak ada kompromi dalam memerangi korupsi dan menandakan bahwa operasi ini bisa diperluas ke individu lain yang diduga terlibat.

Berbagai barang bukti lain yang turut disita antara lain:

  • Jutaan dolar AS uang tunai
  • Perhiasan emas
  • Senjata laras panjang dan amunisi
  • Sekitar 40 properti milik tersangka

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, operasi anti-korupsi besar-besaran ini menjadi titik balik penting bagi Irak dalam menegakkan supremasi hukum dan transparansi pemerintahan. Penemuan celana dalam emas dan metode penyembunyian uang tunai yang unik menandakan betapa dalam dan sistematisnya praktik korupsi yang sudah membudaya di kalangan pejabat tinggi.

Langkah tegas PM Ali Al Zeidi ini tidak hanya berpotensi memperbaiki citra pemerintah di mata rakyat Irak dan komunitas internasional, namun juga bisa menjadi game-changer dalam menekan korupsi yang selama ini menghambat pembangunan dan stabilitas negara. Namun, tantangan ke depan adalah memastikan proses hukum berjalan adil dan transparan agar tidak hanya menjadi operasi simbolis semata.

Publik juga perlu mengawasi apakah aparat anti-korupsi akan mampu melanjutkan momentum ini dengan penindakan yang konsisten, termasuk memperbaiki sistem pengawasan dana publik agar kasus serupa tidak terulang.

Untuk perkembangan terbaru seputar operasi ini dan isu-isu korupsi di Timur Tengah, terus ikuti liputan kami di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad