Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan dan Bisa Disembuhkan dengan Obat Gratis

Jul 10, 2026 - 22:03
 0  3
Menkes Tegaskan Kusta Bukan Kutukan dan Bisa Disembuhkan dengan Obat Gratis

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin menegaskan kembali bahwa kusta bukanlah sebuah kutukan, melainkan penyakit yang bisa disembuhkan dengan pengobatan yang tepat. Pernyataan ini disampaikan dalam Konferensi Nasional Kusta 2026 yang berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/7/2026).

Ad
Ad

Budi mengkritik masih adanya stigma keliru di masyarakat Indonesia yang menganggap kusta sebagai kutukan atau penyakit yang menular dengan mudah. Padahal, menurutnya, persepsi ini tidak berdasar dan justru menjadi penghambat dalam penanganan penyakit tersebut secara efektif.

"Enggak usah diberikan stigma atau dianggap seperti kutukan atau bisa menular ke mana-mana. Karena sekali kita minum obat, penyakit ini tidak menular. Penyakit ini bisa diobati," tegas Budi.

Penyebab dan Gejala Kusta

Menkes menjelaskan bahwa kusta disebabkan oleh infeksi bakteri Mycobacterium leprae. Penyakit ini menyerang kulit dan saraf tepi. Untuk mengenali kusta, masyarakat bisa memperhatikan beberapa gejala khas, antara lain:

  • Bercak putih atau kemerahan pada kulit
  • Area kulit yang mati rasa atau baal

Gejala tersebut merupakan tanda awal yang penting untuk segera mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan agar tidak terjadi komplikasi atau kecacatan permanen.

Pengobatan Kusta dan Upaya Pemerintah

Salah satu hal yang ditekankan Menkes adalah bahwa kusta bisa disembuhkan secara efektif dengan pengobatan yang tersedia. Pemerintah menyediakan obat secara gratis melalui layanan kesehatan untuk memastikan semua penderita mendapat penanganan yang layak tanpa beban biaya.

Pengobatan kusta dengan terapi multidrug (MDT) perlu dijalankan secara konsisten selama 6 hingga 12 bulan tergantung tipe penyakit. Setelah pengobatan dimulai, pasien tidak lagi menularkan bakteri kepada orang lain.

Selain itu, pemerintah juga terus mengkampanyekan penghapusan stigma negatif terkait kusta agar penderita tidak merasa terisolasi dan mau berobat lebih awal. Program ini diharapkan dapat menurunkan angka kasus baru dan memperbaiki kualitas hidup pasien kusta.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin ini sangat penting untuk membuka mata publik tentang fakta medis kusta yang sering disalahpahami. Stigma sebagai kutukan tidak hanya memperburuk penderitaan pasien, tapi juga menghambat upaya eliminasi penyakit ini secara nasional.

Penting bagi pemerintah dan masyarakat untuk terus memperkuat edukasi kesehatan terutama di daerah-daerah dengan prevalensi kusta tinggi. Pengobatan gratis harus diiringi dengan sosialisasi yang masif agar pasien tidak takut mencari bantuan medis. Kolaborasi antara tenaga kesehatan, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat menjadi kunci sukses pengurangan kasus kusta.

Ke depan, kita perlu mengawasi implementasi program ini secara ketat dan memastikan distribusi obat serta edukasi sampai ke pelosok. Jika stigma berhasil dihapus dan pengobatan dijalankan optimal, Indonesia bisa segera menghapus kusta sebagai masalah kesehatan masyarakat yang signifikan.

Untuk informasi lebih lengkap soal kusta dan penanganannya, Anda bisa mengakses artikel asli dari Kompas.com.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad