Pelemahan KPK Jadi Titik Balik Memburuknya Penegakan Hukum di Indonesia

Jul 13, 2026 - 12:28
 0  2
Pelemahan KPK Jadi Titik Balik Memburuknya Penegakan Hukum di Indonesia

Dinamika hubungan antara Kepolisian dan Kejaksaan di Indonesia akhir-akhir ini semakin memprihatinkan. Rektor Universitas Harkat Negeri (UHN), Sudirman Said, menyoroti bahwa kondisi penegakan hukum saat ini menunjukkan tanda-tanda memburuk yang sangat mengkhawatirkan. Ia menilai hubungan kedua institusi penegak hukum ini seharusnya dibangun atas dasar sinergi, bukan justru memperlihatkan konflik dan pertarungan kekuatan di tengah kasus korupsi yang tengah disidik.

Ad
Ad

“Beberapa hari ini kita disuguhi pertunjukan yang kurang menggembirakan dari suasana penegakan hukum kita. Dua lembaga penegak hukum, Kepolisian dan Kejaksaan, seperti terlibat dalam satu pertarungan yang punya latar belakang penegakan hukum. Ada sangkaan korupsi, lalu kemudian ada yang menyidiknya, kemudian terjadilah suatu pertarungan kekuatan,” ujar Sudirman Said saat ditemui oleh Hukumonline pada Jumat (10/7).

Pengaruh Pelemahan KPK terhadap Penegakan Hukum

Sudirman Said memandang bahwa pelemahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam beberapa tahun terakhir menjadi titik balik dari memburuknya situasi penegakan hukum di Indonesia. Ia menyoroti revisi Undang-Undang KPK yang dinilai mengurangi kewenangan lembaga antirasuah tersebut, serta keluarnya sejumlah pegawai kunci dari KPK sebagai faktor utama yang melemahkan pemberantasan korupsi.

“Ketika KPK sebagai harapan terakhir dari pemberantasan korupsi itu mengalami pelemahan, orang seperti nggak punya rem,” tambahnya. Menurut Sudirman, kondisi ini menyebabkan kasus korupsi tidak hanya meningkat dari sisi jumlah, tetapi juga dari segi modus operandi yang semakin beragam dan rumit.

Meningkatnya Kasus Korupsi dan Modus Operandi Baru

Menurut Sudirman Said, penurunan efektivitas KPK berdampak langsung pada meningkatnya tingkat korupsi di Indonesia. Hal ini terlihat dari fenomena bermunculannya berbagai kasus korupsi di berbagai daerah dan sektor, dengan modus yang terus berkembang dan makin sulit untuk dilacak.

  • Peningkatan jumlah kasus korupsi yang dilaporkan
  • Modus korupsi yang semakin kompleks dan inovatif
  • Kendala koordinasi antar aparat penegak hukum
  • Turunnya kepercayaan publik terhadap lembaga penegak hukum

Situasi ini menimbulkan kekhawatiran serius, karena korupsi yang tidak tertangani dengan baik akan menghambat pembangunan dan merusak sistem pemerintahan secara keseluruhan.

Harapan kepada Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka

Sudirman Said berharap agar pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dapat memberikan perhatian serius terhadap penguatan sistem penegakan hukum di Tanah Air. Ia menegaskan pentingnya sinergi yang lebih baik antara institusi penegak hukum, termasuk Kepolisian, Kejaksaan, dan KPK, agar pemberantasan korupsi dapat berjalan efektif dan memberikan contoh yang baik bagi masyarakat.

“Pemerintahan baru harus mampu mengembalikan marwah penegakan hukum dengan memperkuat lembaga antikorupsi dan memastikan bahwa aparat penegak hukum bekerja secara profesional dan bersinergi, bukan malah berkonflik,”

Menurut laporan Hukumonline, kondisi yang ada saat ini menuntut reformasi serius bukan hanya pada lembaga KPK, tetapi juga pada seluruh sistem penegakan hukum di Indonesia agar dapat menyesuaikan diri dengan tantangan korupsi yang semakin kompleks.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pelemahan KPK bukan hanya masalah kelembagaan, tetapi juga cerminan kegagalan sistemik dalam pemberantasan korupsi. Ketidakharmonisan antara Kepolisian dan Kejaksaan yang terlihat sekarang menjadi indikasi adanya power struggle yang justru merugikan penegakan hukum secara keseluruhan. Konflik internal ini bisa dimanfaatkan oleh pelaku korupsi untuk menghindari jeratan hukum.

Selanjutnya, jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi ini, maka dampaknya bukan hanya meningkatnya kasus korupsi, tetapi juga melemahnya kepercayaan masyarakat pada institusi negara. Situasi ini berpotensi memicu ketidakstabilan sosial dan ekonomi yang lebih luas.

Oleh karena itu, penguatan sinergi antar lembaga penegak hukum dan reformasi menyeluruh terhadap sistem hukum harus menjadi prioritas utama. Pembaca disarankan untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan pemerintah terkait penegakan hukum dan pemberantasan korupsi agar dapat memahami arah perubahan yang terjadi ke depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad