Temon Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Istri Ungkap Penyakit yang Diidapnya
Kabar duka datang dari dunia hiburan Tanah Air. Simson Rarameha Ngadang, yang lebih dikenal dengan nama panggung Temon, meninggal dunia pada Minggu pagi, 12 Juli 2026, akibat serangan jantung mendadak setelah mendapatkan perawatan intensif di sebuah rumah sakit di Jakarta Selatan.
Serangan Jantung Penyebab Utama Meninggalnya Temon
Istri Temon, Mae, mengungkap bahwa sang suami sempat mengeluhkan nyeri pada pagi hari sebelum akhirnya dilarikan ke rumah sakit. Menurut Mae, Temon dikenal jarang mengeluhkan sakit, sehingga kejadian ini menjadi sangat mengejutkan.
Sesampainya di rumah sakit, dokter segera melakukan pemeriksaan rekam jantung atau EKG. Hasil awal menunjukkan adanya penyumbatan pada pembuluh jantung yang memicu serangan jantung.
"Dokter bilang, 'Cuma ini ada penyumbatan, Bu, di jantung. Kalau dalam hal ini, istilahnya kayak serangan jantung lah'," ujar Mae.
Tim medis memberikan berbagai tindakan mulai dari obat pereda nyeri, pemeriksaan laboratorium, rontgen, hingga pemberian obat di bawah lidah untuk membantu kerja jantung. Namun, kondisi Temon terus memburuk dan akhirnya meninggal dunia sekitar pukul 08.37 WIB.
Riwayat Penyakit Temon: Hipertensi, Bukan Penyakit Jantung
Mae juga menegaskan bahwa sebelum kejadian ini, Temon tidak pernah didiagnosis memiliki penyakit jantung. Yang diketahui selama ini hanyalah riwayat hipertensi atau tekanan darah tinggi.
"Untuk jantung, baru pagi ini dia bilang sakit. Sebelumnya enggak ada riwayat jantung. Dia punyanya darah tinggi. Makanya saya enggak pernah nyangka kalau almarhum suami saya itu ada serangan jantung," jelas Mae.
Pernyataan ini sekaligus menjawab spekulasi kesehatan Temon yang beredar sebelum meninggal dunia.
Kondisi Temon Sebelum Meninggal: Sadar dan Komunikatif
Meskipun kondisinya memburuk, Temon sempat berada dalam keadaan sadar dan masih bisa berkomunikasi dengan keluarga serta dokter. Mae menceritakan bahwa sang suami mulai mengantuk dan menguap beberapa kali, tetapi masih mengeluhkan nyeri meski sudah diberikan obat.
Tak lama kemudian, Temon menarik napas panjang dan mulai kehilangan respons. Tim medis segera melakukan resusitasi jantung paru (RJP), namun nyawanya tidak berhasil diselamatkan.
Mae mengaku kesedihan terbesarnya adalah Temon pergi tanpa meninggalkan pesan terakhir kepada keluarga, sesuatu yang sangat dirasakannya di tengah duka mendalam ini.
Rencana Pemakaman dan Tempat Persemayaman
Jenazah Temon kini disemayamkan di Gedung Serba Guna GPIB Effatha yang berlokasi di Melawai, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Rencananya, almarhum akan dimakamkan pada Senin, 13 Juli 2026, di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, meninggalnya Temon akibat serangan jantung mendadak menjadi pengingat pentingnya kesadaran terhadap risiko penyakit jantung, terutama bagi mereka yang memiliki riwayat hipertensi. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat menjadi faktor risiko utama serangan jantung tiba-tiba, meskipun seseorang belum pernah didiagnosis memiliki masalah jantung sebelumnya.
Kasus Temon juga menunjukkan bahwa gejala awal serangan jantung bisa muncul secara mendadak dan tidak selalu disadari. Oleh sebab itu, edukasi masyarakat tentang gejala dan pencegahan penyakit jantung sangat penting agar penanganan medis bisa dilakukan lebih cepat dan tepat.
Ke depan, publik perlu memperhatikan kesehatan kardiovaskular dengan rutin melakukan pemeriksaan tekanan darah dan pemeriksaan jantung, terutama bagi yang sudah memiliki faktor risiko seperti hipertensi. Laporan lengkap mengenai Temon ini juga mengingatkan bahwa serangan jantung bisa menyerang siapa saja, tidak terkecuali figur publik yang tampak sehat.
Semoga almarhum Temon mendapat tempat terbaik di sisi-Nya dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi kehilangan ini. Mari kita terus awasi kesehatan kita dan orang-orang tercinta agar tragedi serupa dapat dicegah.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0