Bijak Bermedia Sosial: Kunci Membangun Ruang Digital yang Sehat dan Aman
Media sosial kini telah menjadi bagian yang sangat tak terpisahkan dari kehidupan masyarakat. Kemudahan dalam berbagi informasi dan berkomunikasi membuat platform digital ini sangat diminati. Namun, di balik semua kemudahan tersebut, setiap pengguna media sosial dituntut memiliki tanggung jawab agar ruang digital tetap sehat, aman, dan bermanfaat.
Pernyataan ini disampaikan dalam program Pandiran Baisukan yang diselenggarakan oleh RRI Banjarmasin bersama Universitas Sari Mulia (UNISM) pada Senin, 13 Juli 2026. Dengan tema "Bijak Bermedia Sosial di Era Digital: Menjadi Pengguna yang Kreatif dan Bertanggung Jawab", diskusi ini menyoroti pentingnya literasi digital di tengah derasnya arus informasi di media sosial.
Pentingnya Literasi Digital dan Etika Bermedia Sosial
Mahasiswa Program Studi Teknologi Informasi UNISM, yaitu Salwa Saputri, Nurul Astie Amelia, dan Maria Peronika, berbagi pandangan mengenai literasi digital. Mereka menegaskan bahwa kemampuan menggunakan teknologi harus diimbangi dengan etika dan tanggung jawab. Salwa Saputri menyebutkan bahwa media sosial memberikan banyak manfaat, seperti sarana komunikasi, pembelajaran, peluang usaha, dan pengembangan karier. Namun, masyarakat harus bijak dan tidak mudah percaya pada setiap informasi yang beredar.
"Bijak bermedia sosial bukan berarti membatasi penggunaan teknologi. Namun, memahami cara menggunakannya secara cerdas, etis, dan bertanggung jawab," ujar Salwa.
Salwa juga mengajak masyarakat menerapkan prinsip "saring sebelum sharing" untuk memerangi hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang masih menjadi tantangan utama di ruang digital. Ia menekankan pentingnya memastikan setiap informasi berasal dari sumber tepercaya.
Menjaga Etika dan Keamanan Data Pribadi
Nurul Astie Amelia menambahkan bahwa etika dalam berkomunikasi di media sosial harus dijaga. Perbedaan pendapat tidak boleh menjadi alasan untuk menyerang atau menghina secara pribadi. Ia mengingatkan bahwa di balik setiap akun media sosial, ada manusia dengan perasaan.
"Gunakan bahasa yang santun, saling menghargai, dan hindari komentar yang dapat menyakiti orang lain," katanya.
Selain itu, Nurul juga menekankan pentingnya menjaga keamanan data pribadi. Ia mengimbau agar masyarakat tidak sembarangan membagikan data seperti alamat rumah, nomor identitas, kode OTP, dan data keuangan. Pengaktifan fitur verifikasi dua langkah juga dianjurkan untuk meningkatkan keamanan akun media sosial.
Media Sosial sebagai Ruang Berkarya dan Berinovasi
Maria Peronika melihat media sosial tidak hanya sebagai tempat hiburan, tapi juga ruang untuk berkarya dan memberi manfaat. Banyak generasi muda memanfaatkan media sosial untuk membangun usaha, membuat konten edukatif, mempromosikan potensi daerah, hingga menghadirkan inovasi.
Menurut Maria, mahasiswa memiliki peran strategis sebagai agen literasi digital yang mampu mengedukasi masyarakat agar lebih bijak dalam menggunakan teknologi. Selain menguasai teknologi, mahasiswa juga harus menjadi teladan dalam membangun budaya digital yang sehat.
Jejak Digital dan Dampak Positif di Ruang Digital
Para narasumber mengingatkan bahwa setiap unggahan di media sosial akan menjadi bagian dari jejak digital yang dapat bertahan lama. Oleh karena itu, masyarakat diimbau memastikan setiap konten yang dibagikan benar, bermanfaat, dan tidak merugikan pihak lain.
- Pastikan informasi yang disebarkan valid dan berasal dari sumber terpercaya.
- Gunakan media sosial untuk menyebarkan ilmu, inspirasi, dan kreativitas.
- Jaga bahasa dan sikap agar menciptakan ruang yang saling menghargai.
- Waspadai penyebaran hoaks dan ujaran kebencian.
- Jaga keamanan data pribadi dengan fitur keamanan tambahan seperti verifikasi dua langkah.
Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut, diharapkan lahir generasi digital yang tidak hanya cakap menggunakan teknologi, tetapi juga beretika, bertanggung jawab, dan mampu memberikan manfaat melalui setiap jejak digitalnya.
Menurut laporan RRI Banjarmasin, upaya membangun ruang digital sehat ini menjadi tantangan sekaligus kesempatan besar dalam menghadapi era digital yang terus berkembang. Media sosial yang sehat akan memperkuat komunikasi, edukasi, dan inovasi di masyarakat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, bijak bermedia sosial bukan sekadar kewajiban moral, melainkan kebutuhan mendesak di tengah maraknya informasi yang belum tentu akurat dan potensi penyebaran konten negatif. Langkah edukasi dan literasi digital harus terus digalakkan, terutama bagi generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial.
Selain itu, tantangan keamanan data pribadi juga perlu mendapat perhatian serius. Kasus kebocoran data dan penyalahgunaan identitas digital kerap terjadi, sehingga masyarakat harus semakin waspada dan mengadopsi teknologi keamanan yang tersedia. Peran institusi pendidikan dan media juga krusial dalam membentuk budaya digital yang bertanggung jawab.
Ke depan, kita perlu menantikan lebih banyak inisiatif yang menggabungkan teknologi dan edukasi untuk menciptakan ruang digital yang tidak hanya canggih secara teknologi, tetapi juga sehat secara sosial. Masyarakat diimbau selalu mengikuti perkembangan literasi digital agar mampu beradaptasi dengan dinamisnya perubahan di dunia maya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0