Mahasiswa Untag Surabaya Raih Penghargaan dengan Aplikasi Deteksi Dini Penyakit Berbasis AI
Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya berhasil menciptakan sebuah terobosan inovatif di bidang kesehatan digital dengan mengembangkan aplikasi berbasis artificial intelligence (AI) yang terintegrasi dengan smartwatch dan data rekam medis. Aplikasi ini dirancang khusus untuk melakukan deteksi dini risiko penyakit tidak menular (PTM) melalui pemantauan tekanan darah, detak jantung, pola tidur, aktivitas fisik, serta pola konsumsi makanan pengguna.
Inovasi yang diberi nama PANTAS (Platform Monitoring PTM Terintegrasi) tersebut berhasil mendapatkan medali perunggu (Bronze Medal) dalam ajang Sustainable Innovations National Essay Competition (SINEC) 2 tingkat nasional yang diselenggarakan di Universitas PGRI Yogyakarta pada Sabtu, 27 Juni 2026.
Tim Inovator dari Berbagai Program Studi
Tim pengembang PANTAS berasal dari Unit Kegiatan Mahasiswa Forum Diskusi Mahasiswa Penalaran (Fordimapelar) Untag Surabaya. Mereka terdiri dari Muhamad Muinuddin Habibullah dan Dicky Tirta Reynata dari Program Studi Psikologi, serta Naufal Maulana Khusna dan Iqbal Paqih Adhinegoro dari Program Studi Teknik Informatika. Tim ini dibimbing oleh Dr. Annisa Rahmawati SE MA.
"Sistem pada inovasi PANTAS dirancang untuk memantau tekanan darah, detak jantung, pola tidur, aktivitas fisik, hingga pola konsumsi makanan. Data yang terkumpul dianalisis untuk memberikan peringatan dini sekaligus rekomendasi kesehatan personal," ujar Ketua tim, Muinuddin, pada Senin, 13 Juli 2026.
Fungsi dan Keunggulan Aplikasi PANTAS
PANTAS bukan sekadar aplikasi pemantau kesehatan biasa. Dengan kemampuan AI, aplikasi ini menganalisis data secara menyeluruh untuk memberikan peringatan dini kepada pengguna agar dapat mengambil tindakan preventif sebelum kondisi kesehatan memburuk. Pendekatan ini sangat penting mengingat penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes, dan penyakit jantung memerlukan pemantauan konstan dan intervensi cepat.
- Memantau tekanan darah secara real-time
- Merekam detak jantung dan pola tidur pengguna
- Mengukur aktivitas fisik harian
- Menganalisis pola konsumsi makanan untuk rekomendasi diet sehat
- Memberikan notifikasi dan saran kesehatan personal
Proses Pengembangan dan Tantangan yang Dihadapi
Tim mengerjakan proyek ini secara kolaboratif dengan membagi tugas berdasarkan keahlian masing-masing anggota, mulai dari identifikasi isu kesehatan relevan, penelusuran literatur ilmiah, perancangan konsep, pembuatan prototipe aplikasi, hingga persiapan presentasi final.
Meskipun berhasil, mereka menghadapi berbagai tantangan seperti merancang inovasi yang tidak hanya baru tapi juga dapat diimplementasikan secara nyata. Penyesuaian waktu untuk berdiskusi di tengah kesibukan akademik dan organisasi juga menjadi hambatan yang harus diatasi.
Dalam babak final, mereka juga harus menyampaikan ide kompleks secara singkat dan jelas. Untuk itu, mereka melakukan pembagian peran presentasi, latihan intensif, dan evaluasi berulang agar dapat menjawab pertanyaan juri dengan percaya diri.
Harapan dan Langkah ke Depan
Ke depan, tim berharap PANTAS dapat dikembangkan menjadi prototipe nyata dalam bentuk aplikasi mobile yang terintegrasi smartwatch dengan kemampuan AI yang lebih canggih untuk analisis data kesehatan. Mereka juga berencana menjalin kolaborasi dengan akademisi, tenaga kesehatan, dan pemerintah guna memperkuat ekosistem kesehatan digital di Indonesia.
SINEC 2 merupakan kompetisi esai ilmiah nasional yang mendorong mahasiswa menghadirkan solusi inovatif terkait Sustainable Development Goals (SDGs). Dalam kompetisi ini, tim Fordimapelar Untag bersaing dengan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi ternama seperti Universitas Indonesia, ITB, IPB, ITS, Universitas Brawijaya, dan lain-lain.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, keberhasilan tim mahasiswa Untag Surabaya mengembangkan Platform Monitoring PTM Terintegrasi ini merupakan sebuah langkah strategis yang menjawab kebutuhan mendesak Indonesia dalam mengelola penyakit tidak menular secara efektif.
Penyakit tidak menular selama ini menjadi beban besar bagi sistem kesehatan nasional. Dengan menggunakan AI yang terintegrasi dengan perangkat wearable seperti smartwatch, PANTAS berpotensi menjadi game-changer dalam pencegahan dini dan pengelolaan kesehatan personal yang lebih praktis dan akurat.
Namun, tantangan implementasi skala luas masih cukup besar, mulai dari literasi digital masyarakat hingga integrasi regulasi kesehatan. Keberhasilan inovasi ini juga membutuhkan dukungan dari sektor kesehatan dan pemerintah agar aplikasi dapat teruji secara klinis dan diadopsi secara nasional.
Untuk pembaca, penting mengawasi perkembangan aplikasi ini dan inovasi serupa agar kita semua dapat menikmati manfaat teknologi digital dalam meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat Indonesia.
Informasi lebih lengkap mengenai penghargaan dan inovasi ini dapat dibaca di Suaramerdeka Surabaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0