Pemkab Sidoarjo Percepat Peninggian Jalan Bluru Kidul untuk Atasi Banjir
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo mengambil langkah percepatan peninggian Jalan Raya Bluru Kidul di Kecamatan Sidoarjo sebagai upaya strategis untuk mengatasi persoalan banjir yang sering terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat setempat. Proyek ini juga bertujuan memperlancar akses menuju pusat pelayanan publik serta meningkatkan kualitas infrastruktur jalan di daerah tersebut.
Prioritas Peninggian Jalan untuk Cegah Banjir Musiman
Bupati Sidoarjo, Subandi, saat melakukan peninjauan lokasi proyek pada Senin lalu, menegaskan bahwa pekerjaan ini harus berjalan sesuai target yang telah ditetapkan bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) serta Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka).
"Peninggian Jalan Bluru Kidul menjadi prioritas karena kawasan ini sering tergenang air saat musim hujan, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat menuju pusat pelayanan publik,"ujarnya.
Untuk mendukung percepatan proyek ini, Pemkab Sidoarjo mengalihkan sebagian anggaran dari proyek jalan di Kecamatan Sedati. Langkah ini menunjukkan urgensi tinggi penanganan banjir di kawasan tersebut yang harus segera diatasi.
Perbaikan Infrastruktur Jalan dan Sistem Drainase
Bukan hanya peninggian badan jalan, proyek ini juga mencakup pembenahan sistem drainase secara menyeluruh. Menurut Subandi, perbaikan drainase penting agar aliran air hujan mengalir dengan lancar menuju saluran pembuangan akhir, sehingga mengurangi risiko genangan.
Ruas Jalan Bluru Kidul pun akan diperlebar menjadi 11 meter dengan lapisan beton selebar 6 meter. Selain itu, jalan akan dilengkapi dengan bahu jalan dan trotoar di kedua sisi demi meningkatkan keselamatan dan kenyamanan para pengguna jalan.
Untuk memastikan sistem pembuangan air berjalan optimal, Pemkab juga tengah menyusun Detail Engineering Design (DED) yang mencakup pembuatan saluran air menuju sungai dan kajian pembangunan tanggul sebagai antisipasi banjir rob yang kerap terjadi di wilayah pesisir.
Penataan Kawasan dan Pendekatan Persuasif
Selain pembangunan fisik, Pemkab Sidoarjo berkomitmen untuk menata kawasan sekitarnya dengan mengembalikan fungsi badan dan bahu jalan sebagai ruang lalu lintas yang seharusnya. Pemerintah daerah juga akan mendata dan menertibkan bangunan yang berdiri di ruang milik jalan, menggunakan pendekatan persuasif bersama pemerintah desa dan pengurus lingkungan setempat.
Target Penyelesaian dan Dampak Ekonomi
Seluruh pekerjaan proyek peninggian dan pelebaran Jalan Bluru Kidul ditargetkan selesai pada Desember 2026. Diharapkan, proyek ini mampu secara signifikan mengurangi genangan air, memperlancar mobilitas masyarakat, dan meningkatkan pelayanan publik di Kecamatan Sidoarjo.
Bupati Subandi juga menggarisbawahi pentingnya pemberdayaan tenaga kerja lokal dalam proyek ini.
"Kontraktor diwajibkan memprioritaskan tenaga kerja asal Sidoarjo agar pembangunan infrastruktur yang dibiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menghasilkan pekerjaan berkualitas,"ujarnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah Pemkab Sidoarjo mempercepat peninggian dan pelebaran Jalan Bluru Kidul merupakan response konkret terhadap tantangan banjir yang telah lama menghambat mobilitas dan akses publik. Upaya ini tidak hanya menyentuh aspek fisik infrastruktur, tetapi juga mengintegrasikan perbaikan sistem drainase dan penataan kawasan yang selama ini kurang diperhatikan. Hal ini menunjukkan pemahaman yang holistik terhadap masalah banjir.
Namun, tantangan terbesar ke depan adalah memastikan koordinasi yang efektif antara pemerintah daerah, kontraktor, dan masyarakat lokal agar pembangunan berjalan lancar tanpa menimbulkan masalah sosial, seperti penggusuran bangunan yang melanggar ruang jalan. Pendekatan persuasif yang diambil menjadi kunci keberhasilan jangka panjang.
Ke depan, masyarakat dan pemangku kepentingan perlu memantau perkembangan proyek ini, khususnya efektivitas sistem drainase dan mitigasi banjir rob yang semakin menjadi ancaman akibat perubahan iklim. Langkah ini juga bisa menjadi model bagi daerah lain di Jawa Timur yang menghadapi permasalahan serupa.
Untuk informasi lebih lengkap mengenai proyek ini, dapat mengunjungi sumber resmi ANTARA Jatim dan berita terkini dari Kompas.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0