AS Gempur Iran Tiga Hari Berturut-turut, Trump Perintahkan Serangan Keras

Jul 14, 2026 - 08:11
 0  2
AS Gempur Iran Tiga Hari Berturut-turut, Trump Perintahkan Serangan Keras

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer ke Iran selama tiga hari berturut-turut, sebagai bagian dari strategi untuk melemahkan kemampuan militer Teheran di kawasan Selat Hormuz. Perintah langsung datang dari Presiden Donald Trump, yang menegaskan akan melakukan serangan dengan sangat keras dalam beberapa hari terakhir.

Ad
Ad

Serangan Tiga Hari Berturut-turut dari AS

Komando Pusat AS (CENTCOM), yang bertanggung jawab atas operasi militer di Timur Tengah, mengumumkan bahwa serangan terbaru diluncurkan pada Senin, pukul 16.45 waktu setempat. Dalam pernyataannya di platform X (sebelumnya Twitter), CENTCOM menyatakan:

"Komando Pusat AS mulai meluncurkan serangan ke Iran di malam ketiga berturut-turut atas perintah Panglima Tertinggi."

Serangan ini diklaim bertujuan untuk menurunkan kemampuan Iran melakukan serangan terhadap kapal sipil dan komersial yang melintas di Selat Hormuz, jalur strategis penghubung perdagangan minyak dunia.

Blokade dan Dampak Serangan AS

Selain serangan udara dan militer, AS juga menerapkan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan penting di Iran. CENTCOM menegaskan bahwa operasi ini akan terus memberikan biaya berat bagi pasukan Iran dan mengganggu kemampuan mereka untuk melakukan serangan terhadap warga sipil dan kapal komersial.

  • Serangan militer AS berlangsung selama tiga hari berturut-turut
  • Blokade pelabuhan Iran menambah tekanan ekonomi dan militer
  • Tujuan utama: melemahkan kemampuan Iran di Selat Hormuz
  • Konflik menyebabkan belasan tewas dan ratusan luka

Presiden Trump Tegaskan Serangan Diperintahkan untuk Melemahkan Iran

Presiden Donald Trump secara eksplisit menyatakan bahwa serangan ini akan dilakukan secara intensif pada malam Senin dan hari berikutnya, Selasa. Dalam wawancara dengan awak media, Trump menyatakan:

"Kita akan menyerang mereka dengan sangat keras malam ini, dan kita akan menyerang mereka dengan keras besok."

Trump juga mengungkapkan bahwa AS sebenarnya sempat mencapai kesepakatan dengan Iran dua hari sebelumnya, tetapi Teheran ingin menunda dan melakukan negosiasi ulang terlebih dahulu. Meski demikian, ia tetap menegaskan tujuan utama serangan ini adalah untuk melemahkan kemampuan militer Iran.

Konflik yang Semakin Memanas Meski Ada Nota Kesepahaman

Perkembangan ini terjadi meskipun AS dan Iran telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) yang berisi penghentian serangan di berbagai front, penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing negara, serta pencairan aset Iran yang selama ini dibekukan oleh AS.

Namun, kenyataannya, AS dilaporkan melanggar kesepakatan tersebut dengan melancarkan serangan yang juga menyasar infrastruktur sipil Iran, yang dalam konteks hukum internasional dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang. Akibatnya, konflik ini telah menewaskan belasan orang dan melukai ratusan lainnya, meningkatkan ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, eskalasi serangan militer AS terhadap Iran selama tiga hari berturut-turut ini menandai fase baru dalam ketegangan yang sudah lama berlangsung antara kedua negara. Langkah ini bukan hanya soal serangan fisik, melainkan juga bentuk tekanan politik dan ekonomi yang bertujuan melemahkan posisi Iran di kawasan yang sangat strategis, yaitu Selat Hormuz.

Sementara AS mengklaim serangan ini untuk melindungi kapal-kapal sipil dan komersial dari ancaman Iran, kenyataannya serangan tersebut justru meningkatkan risiko konflik terbuka yang lebih luas, yang bisa berdampak pada stabilitas energi global. Pelanggaran terhadap nota kesepahaman juga menunjukkan ketidakpercayaan yang mendalam antara kedua pihak, membuat peluang diplomasi menjadi sangat tipis.

Ke depan, pembaca sebaiknya memantau perkembangan negosiasi diplomatik yang mungkin dilakukan oleh negara-negara lain sebagai mediator, serta reaksi dari komunitas internasional terhadap eskalasi ini. Langkah AS yang terus menggempur Iran bisa menjadi preseden yang berbahaya dalam hubungan internasional jika tidak segera diredam.

Untuk informasi lebih lanjut, simak update terkini dari CNN Indonesia dan BBC Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad