Sektor Properti Dorong Bangunan Hijau Jadi Standar Baru Industri Nasional

Jul 14, 2026 - 16:41
 0  2
Sektor Properti Dorong Bangunan Hijau Jadi Standar Baru Industri Nasional

Sektor properti Indonesia kini tengah didorong untuk menjadikan bangunan hijau sebagai standar baru dalam industri konstruksi nasional. Hal ini disampaikan dalam Indonesia Green Developer Forum 2026 yang berlangsung di ICE BSD City, sebagai bagian dari rangkaian Indo Build Tech. Forum ini menyoroti pentingnya kolaborasi antara pengembang, investor, lembaga pembiayaan, konsultan, dan pemerintah untuk mempercepat adopsi pembangunan berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing sektor properti di tengah tantangan perubahan iklim.

Ad
Ad

Kolaborasi Kunci Percepatan Bangunan Hijau

Ketua Umum Green Building Council Indonesia (GBCI), Ignesjz Kemalawarta, menegaskan bahwa transformasi menuju pembangunan rendah karbon tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Menurutnya, keberhasilan pembangunan hijau sangat bergantung pada kemampuan seluruh ekosistem industri untuk bergerak bersama.

"Transformasi menuju pembangunan berkelanjutan sekarang sudah menjadi kebutuhan. Pengembang memiliki peran penting dalam menghadirkan bangunan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu menjawab tantangan perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat di masa depan," ujar Ignesjz.

Hal senada disampaikan oleh Wakil Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI), Hari Ganie, yang menekankan perlunya memperkuat sinergi antara asosiasi, pelaku industri, pemerintah, dan pemangku kepentingan guna mempercepat transformasi sektor properti ke arah pembangunan berkelanjutan.

Peran Investor dan Lembaga Pembiayaan dalam Pembangunan Berkelanjutan

Forum dibuka dengan sesi Industry Outlook yang menghadirkan Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto. Ia mengungkapkan bahwa proyek properti yang mengadopsi prinsip keberlanjutan mulai mendapat perhatian lebih besar dari investor, penyewa, dan institusi keuangan, seiring meningkatnya fokus pada aspek Environmental, Social, and Governance (ESG).

Menurut Ferry, bangunan hijau kini bukan hanya soal pemenuhan regulasi atau target dekarbonisasi, melainkan juga strategi bisnis yang dapat meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat daya saing proyek, serta mendongkrak nilai aset dalam jangka panjang.

Sesi Implementation and Funding Panel yang menghadirkan Chief Investment Officer International Finance Corporation (IFC) Alexandre Fernandez de Oliveira, Senior Sustainability Manager JLL Indonesia Prisca Winata, dan Gregorius Sutikno, membahas pentingnya dukungan pembiayaan dalam mempercepat pembangunan hijau. Diskusi mengulas peluang investasi, model kolaborasi, dan skema pendanaan berkelanjutan yang dapat memperluas implementasi proyek bangunan hijau di Indonesia.

Manfaat Bangunan Hijau bagi Industri Properti

Dalam sesi Developer Success Stories, para narasumber seperti President Director Astra Property Wibowo Muljono, Director Kota Baru Parahyangan Ryan Brasali, dan mantan CEO PT Sertifikasi Bangunan Hijau Lucia Karina menegaskan bahwa penerapan konsep bangunan hijau memberikan manfaat yang melampaui aspek lingkungan.

  • Efisiensi operasional yang lebih baik
  • Peningkatan nilai aset properti
  • Penguatan ketahanan bisnis jangka panjang

Mereka juga menggarisbawahi pentingnya memasukkan prinsip keberlanjutan sejak tahap perencanaan proyek, bukan hanya sebagai upaya memenuhi persyaratan sertifikasi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dorongan menjadikan bangunan hijau sebagai standar baru di sektor properti bukan hanya sebuah tren, melainkan sebuah kebutuhan strategis di era perubahan iklim dan tuntutan pasar global yang semakin sadar lingkungan. Kolaborasi lintas sektor ini menjadi fondasi utama agar transformasi berjalan efektif dan menyeluruh.

Lebih jauh, implementasi bangunan hijau akan membawa dampak positif jangka panjang bagi industri properti Indonesia, termasuk peningkatan daya tarik investasi asing dan domestik, serta pengurangan risiko finansial terkait regulasi lingkungan yang semakin ketat. Selain itu, ini juga menjadi langkah penting dalam mendukung target nasional pengurangan emisi karbon.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana mekanisme pembiayaan berkelanjutan dapat diakses lebih luas oleh pengembang properti skala menengah dan kecil yang selama ini terkendala modal. Pemerintah dan lembaga keuangan harus terus mendorong inovasi produk pembiayaan hijau agar dapat menjangkau seluruh lapisan industri.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca sumber aslinya di Media Indonesia serta mengikuti perkembangan terbaru dari Green Building Council Indonesia dan asosiasi properti nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad