Jerman Waspadai Daftar Mati 13 Tokoh Dunia dari Media Iran, Merz Terancam
Jerman tengah waspada menyusul publikasi daftar berisi 13 tokoh dunia yang disebut sebagai "buronan" oleh surat kabar Iran, Hamshahri, terkait kematian Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei. Dalam daftar tersebut, Kanselir Jerman Friedrich Merz bersama sejumlah pemimpin dunia lain disebut akan "membayar dengan harga tertinggi" atas dugaan keterlibatan mereka.
Daftar Tokoh Dunia dalam Ancaman Iran
Surat kabar ultrakonservatif Iran, Hamshahri, yang memiliki pembaca hingga dua juta orang per hari, menerbitkan daftar yang mencantumkan nama-nama seperti Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Presiden Prancis Emmanuel Macron, dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, selain Kanselir Friedrich Merz. Para tokoh ini digambarkan mengenakan seragam tahanan berwarna oranye, simbol yang lazim digunakan di AS.
Hamshahri menyebut para politisi tersebut sebagai "penjahat" yang akan menghadapi "pembalasan" atas kematian Ayatollah Khamenei, yang meninggal dan digantikan oleh putranya, Mojtaba Khamenei, yang berjanji membalas kematian ayahnya.
Respons dan Kekhawatiran Keamanan Jerman
Pejabat Jerman merespons dengan hati-hati dan menyatakan keprihatinan serius atas ancaman tersebut. Ketua Komite Pengawas Intelijen Bundestag, Marc Henrichmann, menyatakan bahwa "dinas intelijen Iran kemungkinan tengah merencanakan serangan di Eropa," terutama dengan modus menggunakan agen sekali pakai yang direkrut untuk melaksanakan satu aksi serangan tertentu.
Juru bicara kebijakan dalam negeri Fraksi SPD, Sebastian Fiedler, menilai bahwa tingkat ancaman saat ini sudah sangat tinggi dan berpotensi memicu kelompok ekstremis serta pelaku tunggal di Jerman.
Wakil Presiden Bundestag dari Partai Hijau, Omid Nouripour, yang berlatar belakang Iran, menegaskan bahwa ancaman ini harus dipandang serius. Ia mengingatkan bahwa Jerman sudah pernah menjadi sasaran terorisme yang diekspor oleh negara Iran.
Latar Belakang Konflik dan Dukungan Eropa
Sejak Februari 2026, beberapa negara Eropa mendukung operasi militer terhadap Iran, termasuk mengizinkan pesawat militer AS melintasi wilayah udara mereka. Meski demikian, Italia menolak menyediakan fasilitas transit untuk pesawat pembom AS. Kanselir Merz pada Maret 2026 menyatakan bahwa rezim mullah akan segera berakhir dan menegaskan kepentingan Jerman untuk menghentikan program persenjataan nuklir dan rudal balistik Iran.
Namun, hingga kini, rezim Republik Islam Iran masih bertahan, dan kematian Ayatollah Khamenei tidak memicu keruntuhan seperti yang diharapkan. Sebaliknya, ketegangan dan ancaman balasan semakin meningkat.
Aktivitas Intelijen Iran di Jerman
Kantor Federal untuk Perlindungan Konstitusi Jerman (BfV) memperkirakan sekitar 180 agen Iran aktif di Jerman, bekerja atas nama Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan badan intelijen Iran. BfV menyebut bahwa dinas intelijen Iran telah lama siap melakukan tindakan yang setara dengan terorisme negara, termasuk ancaman terhadap individu dan pengumpulan intelijen untuk merencanakan serangan.
Saat ini, keamanan Jerman khawatir bahwa setelah tekanan akibat perang mereda, Iran mungkin akan mengalihkan aktivitasnya kembali ke luar negeri, termasuk Eropa dan Jerman.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, publikasi daftar "buronan" oleh media Iran bukan sekadar isyarat retorika, melainkan bagian dari eskalasi konflik yang serius dan berpotensi mengancam keamanan para pemimpin dunia, khususnya di Eropa. Ancaman ini menandakan bahwa ketegangan antara Iran dan negara-negara Barat tidak hanya berlangsung di medan diplomasi dan militer, tetapi juga dalam ranah keamanan dalam negeri dan intelijen.
Jerman harus meningkatkan kewaspadaan, tidak hanya dengan memperketat pengamanan terhadap pejabat tinggi negara seperti Kanselir Merz, tetapi juga memperkuat kerja sama intelijen dengan negara-negara mitra untuk mencegah potensi aksi teror yang menggunakan modus "agen sekali pakai." Ancaman ini juga mengingatkan pentingnya evaluasi ulang kebijakan terhadap aktivitas dan pengaruh Korps Garda Revolusi Iran di wilayah Eropa.
Ke depan, publik dan dunia internasional perlu memantau bagaimana respons Iran dan komunitas global terhadap ancaman ini, serta langkah-langkah keamanan yang akan diterapkan Jerman dan negara-negara lain untuk menjaga stabilitas dan keselamatan para pemimpin dunia.
Untuk informasi lebih lengkap dan pemutakhiran berita, kunjungi sumber resmi DetikNews dan liputan internasional terkait.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0