69% Warga Amerika Dukung Rencana Bernie Sanders Kepemilikan Publik Perusahaan AI
Senator Bernie Sanders baru-baru ini menegaskan bahwa 69% warga Amerika mendukung usulan legislatifnya yang memberikan masyarakat kepemilikan publik sebesar 50% atas perusahaan-perusahaan AI terbesar di Amerika Serikat melalui pembentukan American AI Sovereign Wealth Fund.
Melalui akun X-nya (dulu Twitter), Sanders menyatakan, "69% warga Amerika mendukung RUU saya untuk memberikan kepemilikan publik 50% atas perusahaan AI. Rakyat Amerika memahami bahwa AI harus bekerja untuk KITA SEMUA, bukan hanya memperkaya segelintir miliarder Big Tech." Laporan CNBC yang dipublikasikan pada Minggu menguatkan pernyataannya dengan hasil survei terbaru.
Hasil Survei dan Dukungan Publik
Survei yang dilakukan oleh firma riset Verasight pada Juni 2026 terhadap 1.690 orang dewasa di AS menunjukkan hampir tujuh dari sepuluh responden mendukung gagasan agar perusahaan AI seperti OpenAI dan Anthropic diwajibkan menyerahkan setengah saham mereka ke dalam dana kekayaan publik khusus AI.
Hal ini menandakan bahwa ada kesadaran luas di masyarakat tentang pentingnya memastikan keuntungan ekonomi dari AI dapat dinikmati secara merata, tidak hanya menguntungkan perusahaan teknologi besar dan investor kaya.
Rencana Dana Sovereign Wealth AI Sanders
Sanders memperkenalkan American AI Sovereign Wealth Fund Act pada Juni lalu dengan tujuan agar hasil ekonomi dari kemajuan AI dapat dibagi kepada publik luas. Usulannya adalah membuat sebuah dana publik yang memegang 50% saham perusahaan AI terbesar di negara ini.
Dengan model ini, masyarakat Amerika akan memiliki bagian dalam keuntungan jangka panjang dari industri AI yang tengah berkembang pesat, sekaligus mengurangi konsentrasi kekayaan di tangan segelintir perusahaan teknologi besar.
Perdebatan Dampak AI terhadap Pekerjaan
Usulan ini muncul di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap dampak AI pada tenaga kerja. Menurut Joseph Briggs, ekonom senior Goldman Sachs, sekitar 15 juta pekerja AS atau 9% dari angkatan kerja berpotensi kehilangan pekerjaan dalam dekade transisi AI, meskipun AI juga diperkirakan akan menciptakan lapangan kerja baru di masa depan.
Selain itu, firma riset Windfall Trust menyoroti bahwa dana kekayaan negara seperti yang diusulkan Sanders bisa menjadi instrumen bagi pemerintah untuk berinvestasi dalam infrastruktur AI dan mengakumulasi keuntungan ekonomi bagi warga negara. Namun, mereka juga mengingatkan bahwa dana semacam itu harus menyeimbangkan antara memaksimalkan hasil investasi dan mendukung prioritas nasional di bidang AI.
Reaksi Tokoh Teknologi dan Politik
Usulan kepemilikan publik atas perusahaan AI ini mendapat beragam tanggapan. David Sacks, mantan pejabat AI dan Crypto Gedung Putih, mengkritik rencana Sanders, sementara David Schwartz, CTO Ripple, menilai usulan tersebut sebagai serangan terhadap kebebasan berbicara.
Selain itu, pada Juni 2026, Wakil Presiden JD Vance menyatakan bahwa Presiden Donald Trump mendukung model dana kekayaan negara untuk mengambil saham pemerintah di perusahaan AI besar. Di sisi lain, Elon Musk menyarankan agar pembayaran langsung kepada warga merupakan cara yang lebih efektif dibanding kepemilikan saham.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, dukungan publik yang sangat besar terhadap rencana Bernie Sanders ini mencerminkan keresahan masyarakat akan ketimpangan ekonomi yang makin melebar akibat revolusi AI. Kepemilikan publik atas perusahaan AI bisa menjadi game-changer dalam memastikan teknologi maju tidak hanya menjadi alat penghasil keuntungan bagi elit tapi juga memberi manfaat nyata bagi rakyat luas.
Namun, tantangan besar menanti dalam implementasi konsep ini, termasuk negosiasi dengan perusahaan teknologi besar yang akan kehilangan kontrol saham, serta bagaimana pemerintah mengelola dana tersebut agar tetap transparan dan efisien. Selain itu, perdebatan mengenai dampak sosial dan ekonomi AI terhadap tenaga kerja harus diiringi dengan kebijakan pelatihan ulang dan proteksi sosial.
Pembaca perlu mengawasi perkembangan legislatif ini karena akan sangat menentukan arah regulasi dan kepemilikan teknologi di masa depan, bukan hanya di AS tetapi juga sebagai contoh global.
Kesimpulan
Inisiatif Bernie Sanders yang mendapat dukungan 69% warga Amerika untuk kepemilikan publik di perusahaan AI menandai titik penting dalam diskursus tentang keadilan ekonomi di era kecerdasan buatan. Dengan semakin berkembangnya AI, penting bagi kebijakan untuk tidak hanya fokus pada inovasi teknologi, tapi juga pada distribusi manfaatnya secara adil.
Sebagai langkah selanjutnya, publik dan pembuat kebijakan harus terus mengawal proses legislasi ini, memastikan bahwa AI benar-benar bekerja untuk semua lapisan masyarakat dan tidak memperdalam ketimpangan yang ada.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0