Amazon PHK Karyawan di Unit Kecerdasan Umum Buatan, Fokus Kembangkan Nova AI
Amazon mengumumkan pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah posisi dalam unit yang fokus pada artificial general intelligence (AGI) atau kecerdasan umum buatan. Langkah ini dilakukan di tengah upaya perusahaan memperkuat investasi dan pengembangan teknologi AI canggih.
Perusahaan raksasa teknologi ini tidak mengungkapkan jumlah pasti karyawan yang terdampak PHK maupun bagian-bagian spesifik dalam unit AGI yang mengalami pengurangan pegawai. Unit AGI Amazon sendiri bertugas mengembangkan model-model AI, termasuk kelompok yang fokus pada pengembangan silikon dan komputasi kuantum.
PHK Terarah di Tengah Investasi Besar pada AI
Amazon diketahui melakukan pemutusan kerja secara bertahap sejak Oktober tahun lalu, setelah sebelumnya melakukan perekrutan besar-besaran selama masa pandemi. Sejak Oktober, perusahaan telah memangkas lebih dari 30.000 posisi dan terus melaksanakan pengurangan dalam skala lebih kecil pada bulan-bulan berikutnya.
Menurut pernyataan resmi dari juru bicara Amazon kepada CNBC, "Ini adalah bidang yang bergerak sangat cepat, dan kami memperjelas fokus pada inisiatif yang paling penting bagi pelanggan, agar kami dapat bergerak lebih cepat dalam hal yang benar-benar berarti." Pernyataan tersebut juga menegaskan bahwa beberapa keputusan sulit, termasuk penghapusan sejumlah posisi di bagian tertentu unit AGI, diambil demi menjaga investasi di area yang krusial bagi masa depan pelanggan.
Reuters pertama kali melaporkan berita PHK ini, yang menandai pergerakan lanjutan Amazon dalam mengelola sumber daya manusia di tengah tantangan dan peluang besar di sektor AI.
Unit AGI dan Model AI Nova
Unit AGI merupakan inti strategi AI Amazon, yang berupaya mengejar ketertinggalan dari para pemimpin industri seperti OpenAI, Anthropic, dan Google. AGI sendiri mengacu pada kecerdasan buatan yang mampu menyelesaikan tugas dengan kemampuan setara atau bahkan melebihi manusia.
Pada tahun 2024, unit AGI Amazon meluncurkan serangkaian model dasar AI yang dinamakan Nova. Pada Desember tahun yang sama, Peter DeSantis, eksekutif cloud senior, ditunjuk menggantikan Rohit Prasad sebagai kepala unit tersebut, menandai perluasan fokus dan ambisi unit AGI.
Namun, pada Februari 2026, kepala laboratorium AGI, David Luan, yang sebelumnya bergabung melalui akuisisi startup Adept, memutuskan hengkang dari Amazon.
Peter DeSantis mengakui dalam wawancara dengan CNBC bahwa saat ini model AI Amazon belum berada di garis depan untuk beban kerja yang paling besar dan menantang. Meski demikian, pihaknya terus berupaya memperkuat model yang dikembangkan dengan harapan dapat menghadirkan salah satu model cerdas paling mumpuni di pasar.
Investasi Besar di Infrastruktur AI
Amazon dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartal kedua pekan depan. Perusahaan memproyeksikan belanja modal tahun ini mencapai 200 miliar dolar AS, naik lebih dari 50% dibandingkan tahun 2025. Untuk mendanai ekspansi infrastruktur AI ini, Amazon juga sedang menggalang dana melalui penerbitan obligasi senilai puluhan miliar dolar.
Langkah ini menunjukkan keseriusan Amazon dalam membangun ekosistem AI yang kompetitif dan berkelanjutan, walaupun harus menerapkan efisiensi melalui pengurangan karyawan di beberapa bagian.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pemutusan hubungan kerja di unit AGI Amazon adalah strategi adaptasi kritis di tengah persaingan ketat pengembangan AI global. Amazon menghadapi dilema klasik antara ekspansi teknologi dan efisiensi operasional. PHK ini bukan tanda mundur, melainkan penyesuaian fokus pada inisiatif yang dianggap paling potensial.
Hal ini juga mengindikasikan bahwa pengembangan AGI bukanlah proses yang mudah dan cepat, meskipun Amazon memiliki sumber daya dan modal besar. Persaingan dengan perusahaan seperti OpenAI dan Google menuntut inovasi konstan dan pengelolaan talenta yang sangat selektif.
Ke depan, pemantauan terhadap kemajuan model Nova serta langkah-langkah investasi infrastruktur AI Amazon sangat penting untuk dipantau. Ini akan menjadi indikator seberapa efektif perusahaan dalam mengubah tantangan internal menjadi keunggulan kompetitif di era kecerdasan buatan.
Untuk informasi lengkap dan update terbaru, kunjungi sumber aslinya di CNBC serta berita teknologi terkini dari CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0