Partai Hanura Usulkan Sistem Pemilu Kombinasi Proporsional Terbuka dan Tertutup

Aug 11, 2026 - 21:16
 0  2
Partai Hanura Usulkan Sistem Pemilu Kombinasi Proporsional Terbuka dan Tertutup

Partai Hanura mengusulkan perubahan signifikan pada sistem Pemilu legislatif di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Ketua Tim Satuan Tugas DPP Partai Hanura, Patrice Rio Capella, yang menyatakan bahwa partainya mendorong sistem Pemilu kombinasi antara proporsional tertutup dan proporsional terbuka.

Ad
Ad

Alasan Usulan Perubahan Sistem Pemilu

Menurut Rio Capella, sistem proporsional terbuka yang selama ini berlaku di Pemilu Indonesia memiliki kelemahan. Ia menyebut sistem ini berpotensi menyingkirkan kader partai yang gigih membesarkan partainya oleh calon dengan kekuatan finansial lebih besar. Hal ini mengakibatkan kontestasi Pemilu cenderung seperti pasar bebas, di mana modal dan kapital menjadi faktor dominan.

"Orang yang bagus, nomor satu, aktivis di partai, mungkin bawahannya oke, hanya kalah pada modal atau kapital. Sehingga tersingkir dan dimenangkan oleh orang yang tidak mengikuti proses berpartai dan mengembangkan partainya sama sekali," jelas Rio saat konsolidasi Partai Hanura di Batam, Kepulauan Riau, Senin (10/8/2026).

Rio berharap bahwa Pemilu 2029 dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kualitas anggota legislatif di DPR, DPRD tingkat 1, dan DPRD tingkat 2.

Rencana Sistem Pemilu Kombinasi

Usulan Partai Hanura adalah menggabungkan sistem proporsional tertutup dan terbuka sehingga memberikan peran yang lebih besar kepada partai politik dalam menentukan calon legislatif (caleg) yang dianggap berkualitas. Namun, perubahan ini tidak dimaksudkan untuk menutup sepenuhnya peluang bagi caleg memperoleh kursi berdasarkan suara langsung dari pemilih.

Dengan sistem kombinasi ini, diharapkan kualitas wakil rakyat meningkat karena seleksi caleg tidak hanya berdasarkan popularitas atau kemampuan finansial, tetapi juga komitmen dan kontribusi mereka terhadap partai dan masyarakat.

Kontestasi Pemilu Saat Ini dan Tantangannya

Sistem proporsional terbuka selama ini dianggap memberikan keleluasaan bagi pemilih untuk menentukan caleg secara langsung, namun sisi negatifnya adalah potensi munculnya caleg yang lebih mengandalkan kekuatan modal daripada kerja keras dan loyalitas kepada partai.

Situasi ini kerap membuat kader terbaik dan aktivis partai yang sudah lama berkontribusi kehilangan kesempatan duduk di parlemen. Hal ini menjadi perhatian serius karena dapat mengurangi kualitas wakil rakyat dan berdampak pada jalannya pemerintahan dan pengambilan kebijakan.

Reaksi dan Implikasi dari Usulan Hanura

  • Peningkatan kualitas anggota legislatif: Dengan peran partai lebih kuat dalam menentukan caleg, diharapkan anggota legislatif memiliki kompetensi dan integritas lebih baik.
  • Perlindungan kader partai: Kader yang telah berjuang dan membesarkan partai mendapat peluang lebih adil untuk mendapatkan kursi.
  • Keseimbangan antara suara rakyat dan keputusan partai: Sistem kombinasi menjaga hak pemilih sekaligus peran partai dalam seleksi.
  • Potensi perubahan politik: Sistem baru dapat mengubah dinamika politik yang selama ini lebih mengandalkan kekuatan modal.

Namun, perubahan sistem Pemilu memerlukan kajian mendalam dan dukungan berbagai pihak termasuk Komisi Pemilihan Umum (KPU), DPR, dan masyarakat luas. Perdebatan soal sistem Pemilu juga melibatkan aspek demokrasi, keterwakilan, dan keadilan politik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, usulan Partai Hanura ini merupakan langkah strategis yang layak diperhatikan dalam upaya memperbaiki kualitas demokrasi Indonesia. Sistem proporsional terbuka memang memberi ruang bagi pemilih untuk memilih caleg favorit, tetapi potensi dominasi modal telah menjadi masalah yang merusak esensi demokrasi.

Sistem kombinasi yang memadukan proporsional tertutup dan terbuka bisa menjadi jalan tengah yang menjaga keseimbangan antara suara rakyat dan peran partai dalam menjaga kualitas kadernya. Namun, tantangan besar adalah bagaimana merancang mekanisme yang transparan dan tidak menimbulkan ketidakadilan baru.

Ke depan, publik dan pemangku kepentingan harus mengawal proses pembahasan ini agar perubahan sistem Pemilu benar-benar meningkatkan kualitas wakil rakyat tanpa mengorbankan keterwakilan pemilih. Untuk informasi terbaru dan analisis lebih lanjut terkait sistem Pemilu, pembaca bisa mengikuti perkembangan melalui sumber asli berita dan media terpercaya seperti Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad