Pemkot Jambi Integrasikan Pengendalian Banjir dan Penguatan UMKM di Kolam Retensi

Aug 18, 2026 - 19:37
 0  2
Pemkot Jambi Integrasikan Pengendalian Banjir dan Penguatan UMKM di Kolam Retensi

Pemerintah Kota Jambi mengambil langkah inovatif dengan mengintegrasikan pengendalian banjir bersama pengembangan ruang publik dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui penataan kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako yang terletak di Kota Baru, Kota Jambi, Provinsi Jambi.

Ad
Ad

Langkah ini diwujudkan oleh Wali Kota Jambi, Maulana, yang didampingi Wakil Wali Kota, Diza Hazra Aljosha, saat melakukan penanaman pohon perdana di kawasan tersebut pada Selasa lalu. Penanaman ini menandai upaya serius pemerintah kota dalam menjadikan kawasan kolam retensi tidak hanya sebagai fasilitas pengendalian banjir, tetapi juga sebagai ruang multifungsi yang bermanfaat luas bagi masyarakat.

Pengembangan Ruang Publik dan Keberlanjutan Lingkungan

Penanaman pohon jenis tabebuya dan tanjung merupakan bagian dari strategi penghijauan yang dirancang agar pepohonan dapat tumbuh dan memberikan keteduhan bagi masyarakat yang memanfaatkan kawasan sebagai ruang olahraga. Maulana menjelaskan bahwa kawasan ini akan dilengkapi dengan lintasan lari atau jogging track sepanjang sekitar 1,4 kilometer. Saat ini, pembangunan lintasan tersebut sudah mencapai sekitar 275 meter dan akan terus dilanjutkan hingga selesai secara keseluruhan.

Selain itu, pemerintah kota juga secara bertahap memasang penerangan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pengunjung, terutama saat menggunakan fasilitas di waktu senja atau malam hari.

Fungsi Utama Kolam Retensi dan Integrasi Ekonomi Kreatif

Meski dikembangkan menjadi ruang publik yang multifungsi, Maulana menegaskan bahwa fungsi utama kolam retensi tetap sebagai bagian dari sistem pengendalian banjir Sungai Asam. Kolam ini berperan menampung dan mengendalikan aliran air sebelum dialirkan ke saluran pembuangan menuju kawasan hilir, sehingga berperan penting dalam mitigasi risiko banjir di Kota Jambi.

Di sisi lain, Pemkot Jambi juga menyediakan ruang khusus bagi pelaku UMKM dan ekonomi kreatif untuk beraktivitas di kawasan ini. Penataan yang dilakukan sejak awal disusun dengan regulasi yang jelas agar berbagai fungsi seperti ruang olahraga, ruang publik, penghijauan, serta aktivitas ekonomi dapat berjalan secara proporsional dan saling mendukung.

  • Pengembangan ruang olahraga dan jogging track untuk masyarakat
  • Penanaman pohon untuk penghijauan dan keteduhan
  • Penerangan untuk keamanan kawasan
  • Ruang khusus UMKM dan ekonomi kreatif
  • Pengendalian banjir melalui kolam retensi

Target Pengembangan Kawasan dan Dampak Ekonomi

Pemerintah Kota Jambi menargetkan pengembangan kawasan Kolam Retensi Telaga Kajang Lako ini mulai tahun 2027. Selain sebagai area mitigasi banjir, kawasan ini juga akan dikembangkan menjadi konsep wisata air dan berbagai aktivitas publik yang dapat dinikmati oleh warga.

Menurut Maulana, dengan adanya penataan ini, Telaga Kajang Lako dapat menjadi kawasan multifungsi yang tidak hanya membantu mengurangi risiko banjir, tetapi juga menciptakan ruang hijau yang mendukung aktivitas olahraga serta menggerakkan perekonomian masyarakat melalui UMKM dan ekonomi kreatif.

"Kami tata sejak awal dengan regulasi yang jelas agar ruang olahraga, ruang publik, penghijauan, ekonomi kreatif dan UMKM akan dibagi secara proporsional," tegas Maulana.

Integrasi ini merupakan contoh konkret bagaimana pemerintah daerah dapat mengoptimalkan fungsi ruang kota untuk berbagai kebutuhan sekaligus, menjaga lingkungan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif Pemkot Jambi ini merupakan langkah strategis yang patut diapresiasi dalam menghadapi tantangan urbanisasi dan perubahan iklim yang memperbesar risiko banjir di kota-kota Indonesia. Dengan menggabungkan fungsi pengendalian banjir dan penguatan UMKM, pemerintah Kota Jambi tidak hanya mengatasi masalah lingkungan tapi juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat lokal.

Langkah ini berpotensi menjadi model bagi daerah lain dalam mengelola kawasan rawan banjir dengan pendekatan multi-fungsi yang mendukung ketahanan sosial dan ekonomi. Namun, kunci keberhasilan terletak pada implementasi regulasi yang ketat dan pengawasan agar fungsi utama pengendalian banjir tidak terganggu oleh aktivitas ekonomi dan publik.

Ke depan, masyarakat dan pelaku UMKM perlu didorong untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keberlanjutan kawasan ini. Pemerintah juga harus memastikan fasilitas pendukung seperti penerangan dan keamanan tetap terjaga agar kawasan ini benar-benar menjadi ruang publik yang nyaman dan aman.

Untuk informasi lebih lanjut, laporan resmi Pemkot Jambi bisa diakses melalui situs ANTARA Jambi dan berbagai media nasional yang memantau perkembangan pengelolaan kawasan perkotaan di Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad