Penyintas Banjir Agam Tetap Buka Layanan Perbankan dari Sisa Rumah

Mar 19, 2026 - 21:10
 0  5
Penyintas Banjir Agam Tetap Buka Layanan Perbankan dari Sisa Rumah

Seorang penyintas bencana banjir bandang yang melanda Nagari Salareh Aia, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, tetap berupaya membuka layanan perbankan dengan memanfaatkan sisa rumahnya yang masih berdiri. Joris, agen BRILink yang rumah dan ruko miliknya terdampak parah banjir pada akhir November 2025, menunjukkan semangat luar biasa dalam membantu aktivitas ekonomi masyarakat pascabencana.

Ad
Ad

Kerugian dan Adaptasi Layanan Perbankan Pascabencana

Banjir bandang yang meluluhlantakkan ruko Joris di seberang rumahnya membuatnya harus memindahkan layanan transaksi ke ruang terbatas di bagian belakang rumah. Ruko tersebut habis tersapu banjir tanpa sisa, sementara rumahnya hanya menyisakan kamar belakang.

"Langganan banyak, transaksi ramai di sini, tarik uang dan transfer. Jadi, dua hari setelah bencana lapor ke BRI, lalu tiga minggu siap bencana sudah mulai kembali," ujar Joris yang sudah menjadi agen BRILink selama tiga tahun.

Joris mengubah jendela kamar menjadi loket transaksi sederhana. Meja kecil diletakkan di depan jendela bagian dalam untuk menempatkan mesin electronic data capture (EDC) dan alat pengecekan keaslian uang. Voucher internet juga tersusun rapi di rak kecil di sisi ruang.

Kesulitan Modal dan Upaya Pemulihan Ekonomi

Meskipun mendapat bantuan perangkat perbankan dari bank sebagai kompensasi kerugian, Joris mengaku belum memiliki modal yang cukup untuk membangun kembali ruko seperti sebelumnya. Ia menyebutkan, idealnya seorang agen BRILink memiliki dana Rp100 juta di rekening dan Rp100 juta tunai, namun seluruh uang tunai miliknya hilang terseret banjir.

Untuk tetap beroperasi, Joris terpaksa meminjam dana sebesar Rp60 juta dari rekan dengan menjaminkan mobil pribadinya sebagai jaminan.

"Keputusan ini saya ambil karena sebelum bencana, transaksi harian bisa mencapai 100 kali dengan nominal dan jenis transaksi bervariasi," ujar Joris.

Namun, transaksi kini turun sekitar 50 persen karena banyak pelanggan juga menjadi korban banjir.

Dampak Banjir Bandang Terhadap Komunitas dan Ekonomi Lokal

Banjir bandang, tanah longsor, dan angin puting beliung yang melanda Kabupaten Agam menyebabkan 165 orang meninggal dunia, dengan korban terbanyak di Kecamatan Palembayan mencapai 136 orang. Banyak dari korban tersebut ternyata juga merupakan nasabah Joris. Ia mengenal mereka dengan baik karena transaksi harian yang rutin dilayani.

"Banyak transaksi yang hilang karena korban meninggal itu juga nasabah saya, saya hafal mereka karena transaksi tiap hari. Kadang anak mereka yang di rantau mengirim uang, ambil di sini, saya masih ingat orang-orangnya," ujar Joris penuh haru.

Meski dalam keterbatasan, antusiasme warga untuk melakukan berbagai transaksi perbankan di rumah Joris tetap tinggi, mulai dari tarik tunai, transfer, bayar tagihan, hingga pembelian pulsa data.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kisah Joris menggambarkan ketangguhan luar biasa penyintas bencana dalam menjaga kelangsungan layanan penting seperti perbankan di tengah keterbatasan. Langkah cepat dan adaptasi kreatif ini menjadi kunci pemulihan ekonomi lokal yang terpuruk akibat bencana. Namun, fakta bahwa modal usaha dan infrastruktur belum pulih sepenuhnya menandakan bahwa dukungan berkelanjutan dari pemerintah dan lembaga keuangan sangat dibutuhkan agar para agen seperti Joris dapat kembali beroperasi secara optimal.

Selain itu, penurunan transaksi hingga 50 persen menunjukkan dampak sosial ekonomi yang cukup dalam. Peran agen perbankan lokal sebagai penghubung keuangan masyarakat sangat vital, terutama di daerah terdampak yang belum sepenuhnya pulih. Ke depan, penguatan sistem keuangan mikro dan bantuan modal usaha menjadi prioritas agar roda ekonomi bisa segera bergerak kembali.

Para pembaca diharapkan terus mengikuti perkembangan pemulihan pascabencana di Agam, karena hal ini bukan hanya soal rekonstruksi fisik tapi juga pemulihan kehidupan sosial ekonomi secara menyeluruh.

Kesimpulan

Kisah Joris sebagai agen BRILink yang tetap membuka layanan perbankan dari sisa rumahnya pascabencana banjir bandang di Agam menjadi contoh nyata keteguhan dan semangat juang penyintas. Meski menghadapi kerugian besar, upayanya menjaga layanan keuangan berjalan menunjukkan pentingnya perbankan sebagai tulang punggung pemulihan ekonomi masyarakat terdampak bencana.

Dengan dukungan berkelanjutan dan perhatian dari berbagai pihak, diharapkan para agen seperti Joris dapat kembali membangun usaha dan membantu masyarakat melewati masa sulit ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad