Google Blokir 8,3 Miliar Iklan Pelanggaran 2025 dan Perbarui Privasi Android 17

Apr 17, 2026 - 18:10
 0  6
Google Blokir 8,3 Miliar Iklan Pelanggaran 2025 dan Perbarui Privasi Android 17

Google mengumumkan pencapaian besar dalam melindungi pengguna dan bisnis dari penipuan serta pelanggaran kebijakan iklan selama tahun 2025. Perusahaan teknologi raksasa ini memblokir lebih dari 8,3 miliar iklan yang melanggar kebijakan dan menangguhkan 24,9 juta akun di seluruh dunia. Bersamaan dengan itu, Google memperkenalkan pembaruan kebijakan di Android 17 yang menonjolkan peningkatan signifikan dalam hal privasi pengguna, khususnya terkait akses aplikasi ke daftar kontak dan lokasi pengguna.

Ad
Ad

Pembaruan Privasi Kontak di Android 17

Salah satu fitur utama yang diperkenalkan adalah Contact Picker, sebuah antarmuka standar, aman, dan dapat dicari yang memungkinkan pengguna memberikan izin akses aplikasi hanya pada kontak tertentu yang mereka pilih. Hal ini menandai pergeseran penting dari sistem sebelumnya yang menggunakan izin READ_CONTACTS secara luas, yang memungkinkan aplikasi mengakses seluruh daftar kontak beserta informasi lengkapnya tanpa batasan.

Dengan Android 17, aplikasi kini dapat menentukan secara spesifik bidang kontak mana yang ingin diakses, seperti nomor telepon atau alamat email, tanpa harus membaca seluruh data kontak. Google menegaskan bahwa aplikasi yang ditargetkan untuk Android 17 ke atas harus menggunakan Contact Picker atau Android Sharesheet sebagai metode utama untuk mengakses kontak pengguna. Penggunaan izin READ_CONTACTS kini hanya diperbolehkan bagi aplikasi yang benar-benar memerlukan akses penuh, dengan persyaratan pengajuan deklarasi khusus melalui Play Console.

"Fitur ini memungkinkan pengguna memberikan akses aplikasi hanya pada kontak yang dipilih, sejalan dengan komitmen Android terhadap transparansi data dan pengurangan cakupan izin," ujar Google.

Pengaturan Lokasi yang Lebih Ketat dan Transparan

Selain pembaruan kontak, Android 17 juga menghadirkan tombol lokasi yang lebih sederhana dan terfokus, memungkinkan aplikasi meminta akses lokasi presisi hanya untuk satu kali penggunaan saja. Pengguna akan mendapatkan indikator yang terus-menerus muncul saat aplikasi non-sistem mengakses lokasi mereka, sehingga meningkatkan transparansi dan kontrol atas data pribadi.

Google mengimbau para pengembang untuk meninjau kembali penggunaan data lokasi dalam aplikasi mereka, agar hanya meminta data yang benar-benar diperlukan. Aplikasi yang membutuhkan lokasi presisi secara terus-menerus harus mengajukan deklarasi khusus di Play Console dan menjelaskan alasan kebutuhan tersebut.

"Jika aplikasi Anda menargetkan Android 17 ke atas dan menggunakan lokasi presisi untuk tindakan sementara, implementasikan tombol lokasi dengan menambahkan flag onlyForLocationButton di manifest," jelas Google.

Fitur Transfer Akun Aman untuk Bisnis

Google juga memperkenalkan fitur baru di Play Console yang memungkinkan transfer kepemilikan aplikasi secara aman dan resmi, sebagai langkah melindungi bisnis dari penipuan yang sering terjadi akibat transfer tidak resmi, seperti berbagi kredensial atau penjualan akun di pasar gelap. Mulai 27 Mei 2026, Google merekomendasikan pengembang menggunakan fitur ini untuk melakukan perpindahan kepemilikan aplikasi.

"Transfer tidak resmi yang berisiko tinggi untuk bisnis seperti berbagi login atau jual beli akun tidak diperbolehkan," tegas Google.

Penanggulangan Malvertising dengan Kecerdasan Buatan Gemini

Di tengah pembaruan kebijakan dan fitur keamanan Android, Google juga mengandalkan kecanggihan model kecerdasan buatan (AI) Gemini untuk mendeteksi dan memblokir iklan berbahaya secara efektif. Pada 2025, lebih dari 99% iklan yang melanggar kebijakan berhasil dihentikan sebelum ditampilkan ke pengguna.

Menurut Keerat Sharma, Wakil Presiden dan General Manager Ads Privacy and Safety Google, teknologi Gemini mampu memahami niat di balik iklan sehingga bisa memblokir konten berbahaya yang dirancang untuk mengelabui sistem deteksi sebelumnya yang hanya berbasis kata kunci.

"Berbeda dengan sistem berbasis kata kunci sebelumnya, model terbaru kami lebih memahami niat, membantu kami mendeteksi dan memblokir konten berbahaya secara proaktif," kata Sharma.

Secara total, Google menghapus atau memblokir 602 juta iklan dan menangguhkan 4 juta akun terkait aktivitas penipuan sepanjang tahun 2025. Selain itu, lebih dari 4,8 miliar iklan dibatasi, dan 480 juta halaman web diambil tindakan karena menyajikan konten eksplisit, promosi senjata, perjudian online, alkohol, tembakau, dan malware.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah Google dalam memperketat kontrol atas akses data pribadi melalui Android 17 merupakan game-changer dalam ekosistem aplikasi mobile. Dengan fitur seperti Contact Picker dan tombol lokasi satu kali, pengguna mendapatkan kontrol yang lebih granular atas data mereka, sekaligus memaksa pengembang menerapkan prinsip privacy by design. Ini bukan hanya soal privasi, tetapi juga mencegah potensi penyalahgunaan data yang bisa merugikan pengguna dan bisnis.

Di sisi lain, penggunaan AI Gemini untuk memerangi malvertising menunjukkan bahwa Google semakin serius memerangi penipuan digital yang kian canggih, terutama di era generatif AI yang memudahkan pembuatan iklan palsu dalam skala besar. Namun, pengguna dan pengembang harus tetap waspada karena teknologi selalu berkembang, dan pelaku kejahatan digital bisa mencari celah baru.

Kedepannya, kita perlu mengamati bagaimana implementasi kebijakan ini berjalan di lapangan, apakah mampu menekan angka pelanggaran dan penipuan iklan secara signifikan. Pengembang juga harus cepat beradaptasi dengan persyaratan baru agar aplikasinya tetap bisa beroperasi secara legal dan aman. Sementara itu, bagi pengguna, kesadaran dan pemahaman fitur privasi baru ini penting agar dapat memanfaatkan kontrol data pribadi secara maksimal.

Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung pengumuman resmi dari Google melalui sumber asli dan mengikuti berita teknologi terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad