BPBD OKU Bersihkan Sampah di Sungai Ogan untuk Cegah Banjir Musim Hujan

Mar 23, 2026 - 21:00
 0  4
BPBD OKU Bersihkan Sampah di Sungai Ogan untuk Cegah Banjir Musim Hujan

Personel Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, melakukan pembersihan sampah di bantaran dan aliran Sungai Ogan sebagai upaya pencegahan bencana banjir menjelang puncak musim hujan tahun 2026.

Ad
Ad

Kegiatan ini menjadi langkah antisipatif setelah terjadi peningkatan debit air Sungai Ogan beberapa hari sebelumnya, yang berpotensi memicu banjir di wilayah sekitarnya. Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, melalui Manager Pusdalops, Gunalfi, menyampaikan bahwa gerakan bersih-bersih ini merupakan tindak lanjut dari kondisi tersebut.

"Gerakan membersihkan sampah di sungai hari ini menindaklanjuti peningkatan debit sungai yang terjadi beberapa hari lalu yang berpotensi menimbulkan banjir," ujar Gunalfi saat dihubungi dari Palembang, Senin.

Pembersihan Sampah di Bantaran Sungai Ogan

Tim gabungan yang terdiri dari 11 personel BPBD OKU dan didukung oleh tim Satuan Tugas (satgas) Bansor setempat membersihkan sampah sepanjang 1 kilometer di bantaran Sungai Ogan, mulai dari Jembatan Ogan II hingga Jembatan Ogan III. Lokasi ini dikenal sebagai titik penumpukan sampah yang cukup parah, sehingga perlu penanganan segera.

Berbagai jenis sampah yang berhasil diangkat di antaranya adalah sampah rumah tangga, plastik, lumpur, batang kayu, dan bambu yang tersangkut di pelataran sungai serta pondasi jembatan. Sampah yang menghalangi aliran air ini diangkut dan dibuang ke tempat pembuangan akhir agar tidak memperparah risiko banjir.

"Sampah yang tersangkut di bawah jembatan diangkut untuk dibuang ke tempat pembuangan," tegas Gunalfi.

Urgensi Gotong Royong dalam Pencegahan Banjir

Kegiatan gotong royong ini sangat penting dilakukan mengingat saat ini sudah memasuki puncak musim hujan, yang diprediksi akan berlangsung hingga akhir Maret 2026. Kabupaten OKU sendiri masuk dalam daerah rawan banjir di Sumatera Selatan akibat luapan Sungai Ogan jika tidak ada upaya pencegahan yang memadai.

Menurut BPBD OKU, membersihkan sungai dari sampah merupakan langkah krusial untuk mengurangi risiko banjir dan melindungi masyarakat dari dampak bencana yang bisa mengancam keselamatan jiwa dan harta benda.

Perpanjangan Status Siaga dan Peningkatan Kapasitas Penanggulangan

Sejalan dengan upaya pembersihan sungai, BPBD OKU juga telah memperpanjang status siaga banjir dan tanah longsor guna menghadapi potensi bencana selama puncak musim hujan. Perpanjangan status siaga ini memungkinkan peningkatan kesiapsiagaan dan kapasitas personel di lapangan.

Sebanyak 647 personel satgas penanggulangan bencana disiagakan untuk menanggulangi kemungkinan banjir dan tanah longsor. Personel ini siap bergerak cepat untuk meminimalisasi dampak bencana dan mengantisipasi korban jiwa.

Imbauan kepada Masyarakat

Dalam kesempatan itu, BPBD OKU mengimbau masyarakat agar turut menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, khususnya di sekitar aliran Sungai Ogan. Kebersihan lingkungan menjadi kunci utama agar risiko banjir dapat diminimalisir dan kondisi sungai tetap terjaga.

"Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan, terutama di sekitar Sungai Ogan yang dapat menimbulkan dampak bencana banjir," pungkas Gunalfi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah proaktif BPBD OKU membersihkan sampah di bantaran Sungai Ogan sangat strategis, terutama mengingat prediksi puncak musim hujan yang berpotensi memicu bencana banjir dan tanah longsor. Upaya ini tidak hanya mengurangi risiko banjir secara teknis, namun juga menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya pengelolaan sampah yang baik.

Namun, pembersihan sungai ini harus diikuti dengan program edukasi dan pengawasan jangka panjang agar tidak terjadi kembali penumpukan sampah yang menjadi penyebab utama penyumbatan aliran sungai. Selain itu, peran serta masyarakat dan pemerintah daerah dalam menjaga lingkungan harus terus dijaga agar potensi bencana dapat diminimalisir secara efektif.

Ke depannya, BPBD OKU perlu mengintensifkan patroli dan pemantauan kondisi sungai, serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak, termasuk komunitas lokal dan dinas terkait. Hal ini menjadi kunci agar langkah pencegahan bisa berjalan berkelanjutan dan memberikan manfaat maksimal bagi perlindungan masyarakat di wilayah rawan banjir.

Selalu pantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BPBD serta pemerintah daerah untuk kesiapsiagaan menghadapi musim hujan. Kewaspadaan dan kolaborasi menjadi kunci utama mengurangi dampak bencana yang mungkin terjadi.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad