Mendagri Soroti Kondisi Tapteng dan Taput Pascabencana: Sempat Banjir Lagi

Mar 23, 2026 - 21:00
 0  5
Mendagri Soroti Kondisi Tapteng dan Taput Pascabencana: Sempat Banjir Lagi

Menteri Dalam Negeri sekaligus Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Tito Karnavian, memberikan perhatian khusus terhadap kondisi terkini di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) dan Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) pascabencana yang melanda wilayah tersebut.

Ad
Ad

Dalam pernyataannya di kediamannya di Widya Candra I, Jakarta Selatan, pada Senin (23/3), Tito menegaskan bahwa kedua kabupaten ini menjadi fokus utama dalam program percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. "Nah kalau yang atensi bagi saya adalah Tapteng, itu fokus berat saya di sana sama Taput ya karena persoalan-persoalan," ujar Tito.

Kondisi Tapanuli Utara Pascabencana

Di Taput, sejumlah fasilitas vital masih belum pulih sepenuhnya. Bangunan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), akses jembatan, pasokan listrik, akses air minum, kondisi sungai, serta hunian tetap warga masih menjadi pekerjaan rumah yang harus diselesaikan.

Mengenai akses jalan, Tito menjelaskan bahwa saat ini jalan di Taput sudah bisa dilalui kendaraan biasa, termasuk double cabin. Namun, akses untuk kendaraan berat seperti tronton masih terbatas karena kondisi jalan yang berada di lereng gunung.

"Karena dia di lerengan gunung, sudah dibangunkan, dibetulin, tapi kalau untuk kendaraan berat yang membawa tronton, berat, gak bisa. Tapi kalau untuk kendaraan biasa bisa, oke," ujar Tito.

Hal ini penting agar logistik tidak terputus dan proses rehabilitasi bisa terus berjalan.

Situasi di Tapanuli Tengah: Banjir Susulan dan Pemulihan Infrastruktur

Sementara itu, di Kabupaten Tapanuli Tengah, kondisi yang belum pulih tidak kalah kompleks. Beberapa fasilitas yang terdampak antara lain bangunan SMP, SMA/SMK, akses jalan dan jembatan, rumah makan, rumah ibadah, pasokan listrik, air minum, layanan internet, kondisi sungai, serta hunian tetap warga.

Tito bahkan mengungkapkan adanya banjir susulan di Kecamatan Tukka, Tapteng, yang memaksa kembali disiapkannya tenda pengungsian meskipun warga seharusnya sudah menempati hunian sementara (Huntara).

"Kemarin sempat banjir lagi di Tapteng di Kecamatan Tukka, ya sehingga banjir otomatis siapkan tenda lagi kemarin," kata Tito.

Setelah banjir surut dan lumpur dibersihkan, warga pun kembali menempati Huntara.

"Tapi selesai banjir dibersihkan mereka kembali lagi sudah ke Huntara," tambahnya.

Menurut Tito, banjir susulan ini disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain tingginya sedimentasi di sungai, curah hujan yang cukup tinggi, serta kondisi geografis cekungan di Kecamatan Tukka.

"Jadi satu sedimennya tinggi, kedua curah hujannya berat, kemudian juga tempatnya itu cekungan. Cekungan itu kan di satu Kecamatan Tukka," jelas Tito.

Kondisi di Tapanuli Selatan dan Upaya Rehabilitasi Hunian

Untuk Kabupaten Tapanuli Selatan, Tito menyatakan kondisinya sudah mendekati normal, meskipun masih terdapat beberapa persoalan, terutama terkait jalan provinsi dan kondisi sungai Batang Toru di Desa Garoga.

Meski begitu, pembangunan hunian bagi korban bencana masih terus berjalan. Tito menyebutkan bahwa hunian sementara (Huntara) masih dalam tahap pembangunan, dan hunian tetap (Huntap) juga sedang dibangun.

"Huntara setahu saya masih ada yang membangun ya, masih dibangun. Huntap sedang dibangun, masih belum dibangun penuh, tapi nanti saya akan resmikan ini dalam waktu singkat ini sekitar 200," ungkap Tito.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, sorotan Mendagri Tito Karnavian terhadap kondisi Tapanuli Tengah dan Utara pascabencana memberikan gambaran bahwa proses pemulihan bencana bukanlah hal yang sederhana dan cepat. Banjir susulan yang terjadi di Kecamatan Tukka menegaskan bahwa risiko bencana masih sangat tinggi dan perlu penanganan yang lebih komprehensif, terutama dalam hal normalisasi sungai dan pengelolaan sedimentasi.

Langkah cepat dalam rehabilitasi infrastruktur dan penyediaan hunian tetap menjadi kunci agar para korban bencana dapat segera kembali beraktivitas dengan normal. Namun, kendala geografis seperti lereng gunung dan cekungan yang rawan banjir harus menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan pembangunan jangka panjang.

Selanjutnya, perhatian khusus terhadap akses jalan yang dapat dilalui oleh kendaraan berat sangat penting demi kelancaran distribusi logistik bantuan dan material pembangunan. Ini menjadi tantangan yang harus diatasi agar percepatan rehabilitasi dapat berjalan efektif.

Redaksi juga mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan terus mendukung program rehabilitasi serta rekonstruksi yang sedang berlangsung. Semua pihak harus bersinergi agar dampak bencana dapat diminimalisir dan pemulihan wilayah berjalan optimal.

Ke depan, perkembangan situasi di Tapteng dan Taput wajib terus dipantau untuk memastikan komitmen pemerintah dalam membangun kembali wilayah ini dengan lebih tangguh dan berkelanjutan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad