BPBD Pasuruan Catat 6.650 Rumah Terdampak Banjir di 11 Kecamatan
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, melaporkan bahwa sebanyak 6.650 rumah di 11 kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian air yang mencapai lebih dari 1,5 meter di beberapa titik.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, menyampaikan bahwa banjir ini dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi dan merata hampir di seluruh wilayah sejak Selasa malam (24/3) hingga Rabu pagi. Sugeng menjelaskan, Kecamatan Beji menjadi wilayah yang paling terdampak parah dengan enam desa yang mengalami banjir, yakni Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Di Desa Beji khususnya, di Dusun Pasinan, ketinggian air mencapai 120 centimeter dan merendam 72 rumah. Selain Beji, banjir juga melanda beberapa kecamatan lain dengan rincian sebagai berikut: Sugeng menegaskan bahwa BPBD bersama para relawan telah melakukan berbagai langkah tanggap bencana, antara lain: "Kami terus memantau kondisi dan berusaha memberikan bantuan secepat mungkin agar warga yang terdampak dapat terbantu," ujar Sugeng. Banjir dengan ketinggian air yang bervariasi hingga lebih dari satu meter bukan hanya menyebabkan kerusakan pada rumah warga, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat dan gangguan aktivitas ekonomi di wilayah terdampak. Kondisi ini memerlukan penanganan cepat dan koordinasi lintas sektor untuk meminimalisir kerugian lebih lanjut. Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan ini menyoroti pentingnya sistem mitigasi bencana yang lebih baik, terutama terkait pengelolaan drainase dan tata ruang yang berkelanjutan. Intensitas hujan tinggi yang kini lebih sering terjadi sebagai dampak perubahan iklim menuntut kesiapsiagaan dan respon cepat dari pemerintah daerah. Selain itu, penyediaan fasilitas shelter dan dapur umum yang memadai perlu menjadi prioritas agar korban banjir tidak mengalami kekurangan kebutuhan dasar saat bencana berlangsung. Lebih jauh, data kerusakan infrastruktur yang sedang didata BPBD akan menjadi indikator penting untuk menentukan langkah perbaikan jangka panjang. Pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat sistem peringatan dini dan edukasi masyarakat agar risiko banjir dapat ditekan seminimal mungkin di masa mendatang. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan BPBD serta petugas terkait. Informasi terkini mengenai penanganan banjir di Pasuruan dapat diakses melalui situs resmi BPBD dan media terpercaya. Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini, kunjungi berita asli di ANTARA News serta portal berita nasional terpercaya lainnya. Banjir Terparah di Kecamatan Beji
Wilayah Lain yang Terendam Banjir
Upaya Penanganan Banjir oleh BPBD
Konsekuensi dan Dampak Banjir yang Perlu Diwaspadai
Analisis Redaksi
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0