Banjir Pasuruan Terjang 6.650 Rumah, Air Capai 1,5 Meter di 11 Kecamatan
Banjir besar melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, pada Selasa malam hingga Rabu pagi, 24-25 Maret 2026, mengakibatkan 6.650 rumah terendam air dengan ketinggian mencapai 1,5 meter di 11 kecamatan. Data tersebut disampaikan oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasuruan, Sugeng Hariyadi, yang menjelaskan bahwa hujan deras yang mengguyur hampir merata menjadi pemicu utama banjir tersebut.
Dampak Banjir di Kecamatan dan Desa Terdampak
Menurut Sugeng, kecamatan yang mengalami dampak terparah adalah Kecamatan Beji, dengan enam desa yang terdampak banjir dan ketinggian air cukup signifikan. Enam desa tersebut adalah Desa Beji, Kedungringin, Gununggangsir, Pagak, Kedungboto, dan Cangkringmalang. Bahkan di Dusun Pasinan, Desa Beji, ketinggian air mencapai 120 centimeter dan merendam 72 rumah.
Selain Beji, banjir juga melanda beberapa kecamatan lain dengan rincian sebagai berikut:
- Kecamatan Rejoso: Desa Jarangan dan Toyaning, ketinggian air antara 10-30 cm.
- Kecamatan Bangil: Lima kelurahan dan tiga desa terdampak, seperti Kelurahan Kalianyar, Tambakan, Kauman, Kalirejo, Latek, serta Desa Manaruwi, Tambakan, dan Masangan, dengan air berkisar 20-60 cm.
- Kecamatan Winongan: Delapan desa tergenang, termasuk Desa Menyarik, Mendalan, Gading, Minggir, Prodo, Winongan Lor, Winongan Kidul, dan Penataan, dengan ketinggian air tertinggi mencapai 80 cm.
- Kecamatan Grati, Gondangwetan, Kejayan, Kraton, Pasrepan, Gempol, dan Pohjentrek: Beberapa desa juga terendam dengan ketinggian air bervariasi antara 20 hingga 80 cm.
Upaya Penanggulangan dan Bantuan BPBD Pasuruan
Merespon situasi darurat ini, BPBD Pasuruan bersama para relawan telah melakukan berbagai langkah cepat untuk membantu warga terdampak. Langkah-langkah tersebut meliputi:
- Evakuasi warga ke lokasi yang lebih aman.
- Mendirikan dapur umum untuk penyediaan makanan.
- Menyalurkan bantuan logistik dan makanan siap saji di sejumlah titik terdampak.
- Mengaktifkan tiga shelter bencana guna menampung pengungsi.
- Melakukan pendataan kerusakan infrastruktur di Kecamatan Bangil, Winongan, dan Rejoso.
Sugeng Hariyadi menegaskan bahwa BPBD terus memantau perkembangan banjir dan berkoordinasi dengan instansi terkait untuk penanganan yang cepat dan tepat. Ia juga mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap curah hujan tinggi yang masih berpotensi terjadi di wilayah Pasuruan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, banjir yang melanda Pasuruan ini menyoroti pentingnya pengelolaan tata ruang dan drainase yang memadai, terutama di kawasan rawan banjir seperti Kecamatan Beji dan sekitarnya. Ketinggian air yang mencapai 1,5 meter bukan hanya mengancam kerusakan rumah tetapi juga keselamatan jiwa warga, terutama anak-anak dan lansia yang rentan.
Lebih jauh, kejadian ini menjadi pengingat bahwa perubahan iklim dan pola cuaca ekstrem semakin sering terjadi di Indonesia, sehingga pemerintah daerah harus memperkuat sistem peringatan dini dan kesiapsiagaan bencana secara holistik. Data pendataan kerusakan infrastruktur yang dilakukan BPBD juga sangat penting untuk perencanaan mitigasi jangka panjang.
Ke depan, masyarakat dan pemerintah daerah harus bekerja sama dalam membangun kesadaran dan mitigasi risiko banjir agar dampak serupa dapat diminimalisir. Pantauan dan update informasi dari sumber resmi seperti Metrotvnews sangat krusial untuk mengetahui perkembangan situasi terkini.
Perhatian terhadap kesiapan infrastruktur seperti saluran air dan penataan tata ruang menjadi kunci utama agar bencana berulang tidak semakin parah di masa mendatang.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0