Kisah Mantan Kapten Timnas Indonesia Evan Dimas, Sempat Main Tarkam dengan Bayaran Tembus 3 Digit
Evan Dimas adalah salah satu nama yang begitu dikenal di dunia sepak bola Indonesia. Mantan kapten Timnas Indonesia ini tidak hanya dikenal karena prestasinya yang gemilang, tetapi juga memiliki kisah menarik tentang perjalanan kariernya, termasuk saat ia pernah bermain di pertandingan tarkam dengan bayaran yang mencapai angka tiga digit.
Perjalanan Karier Evan Dimas di Timnas Indonesia
Nama Evan Dimas mulai mencuat sejak ia bermain di berbagai kelompok umur Timnas Indonesia. Ia dikenal sebagai gelandang berbakat yang memiliki visi permainan dan teknik yang mumpuni. Salah satu pencapaian terbesar Evan adalah membawa Timnas Indonesia U-19 menjadi juara Piala AFF U-19 pada tahun 2013, sebuah prestasi yang sangat membanggakan bagi sepak bola Tanah Air.
Tidak hanya itu, Evan Dimas juga menjadi bagian penting dalam skuad Garuda yang meraih medali perak SEA Games 2019 dan medali perunggu SEA Games 2017. Berkat performa cemerlangnya, ia pun kerap dipercaya untuk memegang jabatan kapten tim, termasuk saat era kepelatihan Shin Tae-yong.
Kisah Main Tarkam dengan Bayaran Tembus 3 Digit
Salah satu cerita yang jarang diketahui publik adalah saat Evan Dimas memainkan pertandingan tarkam atau pertandingan sepak bola antar kampung. Meskipun sudah memiliki nama besar, Evan pernah ikut serta bermain dalam pertandingan lokal tersebut dengan bayaran yang tidak main-main, yakni mencapai tiga digit dalam rupiah.
Ini menunjukkan betapa karier seorang pesepakbola tidak selalu mulus dan penuh kemewahan. Kadang, mereka harus memulai dari bawah dan bahkan ikut pertandingan lokal demi menjaga performa dan penghasilan.
Penurunan Performa dan Tidak Lagi Dipanggil Timnas
Sayangnya, setelah Piala AFF 2020, nama Evan Dimas tidak lagi masuk dalam skuad Timnas Indonesia di bawah pelatih Shin Tae-yong. Kondisi ini membuat karier internasionalnya sedikit meredup. Penurunan performa juga terlihat pada level klub, yang turut mempengaruhi peluangnya untuk kembali ke skuad Garuda.
Pemain kelahiran Surabaya, 13 Maret 1995 ini kini menghadapi tantangan baru dalam karier sepak bolanya, termasuk bagaimana untuk bisa bangkit dan kembali bersinar di kancah nasional maupun internasional.
Prestasi dan Pengaruh Evan Dimas bagi Sepak Bola Indonesia
- Membawa Timnas U-19 juara Piala AFF U-19 2013
- Mendapatkan medali perak SEA Games 2019
- Mendapatkan medali perunggu SEA Games 2017
- Menjadi kapten Timnas Indonesia pada era Shin Tae-yong
- Menjadi inspirasi bagi generasi muda sepak bola Indonesia
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kisah Evan Dimas mengingatkan kita bahwa perjalanan karier seorang atlet, termasuk pemain sepak bola, tidak selalu mulus dan penuh kemewahan seperti yang sering terlihat di media. Kisahnya bermain tarkam dengan bayaran tiga digit memberikan gambaran nyata bahwa kerja keras dan perjuangan di level paling dasar tetap menjadi fondasi penting dalam perjalanan karier profesional.
Selain itu, penurunan performa dan tidak lagi dipanggil ke Timnas oleh Shin Tae-yong menunjukkan kerasnya persaingan di dunia sepak bola Indonesia. Hal ini juga mengindikasikan perlunya dukungan berkelanjutan bagi para atlet agar mereka dapat terus berkembang dan berkontribusi pada tim nasional.
Ke depan, publik dan penggemar sepak bola Indonesia perlu terus mendukung dan memberikan ruang bagi pemain seperti Evan untuk bangkit kembali. Kisah ini juga menjadi cermin bagi pelatih dan manajemen tim nasional untuk melihat potensi dan keadaan pemain secara menyeluruh.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca berita lengkapnya di Okezone Bola dan mengikuti perkembangan terbaru di situs resmi PSSI atau media olahraga terpercaya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0