Golongan Darah B Punya Risiko 28% Lebih Tinggi Terkena Diabetes Tipe 2

Mar 29, 2026 - 20:41
 0  3
Golongan Darah B Punya Risiko 28% Lebih Tinggi Terkena Diabetes Tipe 2

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pemilik golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan golongan darah lainnya. Temuan ini berasal dari sebuah studi komprehensif yang dirilis pada tahun 2024 dan menjadi perhatian penting bagi masyarakat yang ingin memahami faktor risiko penyakit kronis ini.

Ad
Ad

Studi Terbaru Tentang Hubungan Golongan Darah dan Diabetes

Menurut laporan dari CNBC Indonesia, kajian tersebut menunjukkan bahwa individu dengan golongan darah B, baik yang berfaktor Rhesus positif maupun negatif, memiliki risiko sekitar 28% lebih tinggi untuk mengalami diabetes tipe 2 dibandingkan dengan golongan darah non-B. Meskipun peningkatan risiko ini tergolong sedang, dampaknya bisa menjadi signifikan apabila disertai faktor risiko lain seperti pola makan yang buruk dan gaya hidup kurang aktif.

Penelitian ini dipimpin oleh epidemiolog Fang-Hua Liu dari Shengjing Hospital of China Medical University. Mereka melakukan sebuah umbrella review, yaitu analisis besar yang menggabungkan puluhan studi sebelumnya untuk menilai hubungan antara golongan darah dan berbagai kondisi kesehatan.

Hasil Analisis dan Signifikansi Temuan

Dari sekitar 270 hubungan yang dianalisis antara golongan darah dan kondisi kesehatan, hanya satu yang menunjukkan bukti kuat, yakni hubungan antara golongan darah B dan risiko diabetes tipe 2. Hal ini menegaskan bahwa golongan darah B memang secara biologis berperan dalam meningkatkan kerentanan terhadap penyakit ini.

"Tinjauan menyeluruh saat ini mencakup 51 tinjauan sistematis dengan artikel meta-analisis yang berisi 270 asosiasi. Kami menghitung ulang setiap asosiasi dan hanya menemukan satu bukti yang meyakinkan tentang asosiasi antara golongan darah B dan risiko diabetes melitus tipe 2 dibandingkan dengan golongan darah non-B," tulis kajian tersebut.

Secara biologis, golongan darah manusia dibedakan berdasarkan antigen yang ada pada sel darah merah, seperti A, B, AB, dan O, serta faktor Rhesus yang menentukan positif atau negatif. Perbedaan ini diduga memengaruhi kerentanan seseorang terhadap berbagai penyakit, termasuk diabetes tipe 2.

Faktor Risiko Lain yang Lebih Dominan

Namun, para peneliti menekankan bahwa pengaruh golongan darah terhadap risiko diabetes masih jauh lebih kecil dibandingkan dengan faktor lain. Sebagai contoh:

  • Konsumsi daging olahan sebanyak 50 gram per hari dapat meningkatkan risiko diabetes hingga 37%.
  • Gaya hidup minim aktivitas fisik bahkan dapat meningkatkan risiko hingga 112%.
  • Kelebihan berat badan tetap menjadi salah satu faktor risiko terbesar untuk diabetes tipe 2.

Dengan demikian, meskipun golongan darah B memiliki risiko lebih tinggi, pola hidup sehat tetap menjadi faktor kunci dalam pencegahan diabetes.

Mekanisme dan Penelitian Lanjutan

Studi tersebut belum mengungkap secara pasti mekanisme biologis yang menghubungkan golongan darah B dengan risiko diabetes tipe 2. Namun, beberapa riset lanjutan menunjukkan kemungkinan peran mikrobioma usus sebagai mediator dalam hubungan ini, meskipun masih diperlukan bukti lebih lanjut untuk memastikan hipotesis tersebut.

Pengetahuan tentang mikrobioma usus memang semakin berkembang, dan para ilmuwan yakin bahwa komposisi mikroorganisme dalam saluran pencernaan bisa memengaruhi metabolisme dan risiko berbagai penyakit kronis, termasuk diabetes.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, temuan ini penting karena membuka perspektif baru mengenai faktor risiko yang mungkin kurang diperhatikan, yakni golongan darah. Namun, perlu diingat bahwa golongan darah bukanlah faktor yang bisa diubah, sehingga perhatian utama masyarakat tetap harus pada gaya hidup sehat, seperti pola makan seimbang dan aktivitas fisik teratur.

Lebih jauh, temuan ini bisa menjadi dasar pengembangan strategi pencegahan yang lebih personalisasi, khususnya untuk individu dengan golongan darah B yang harus lebih waspada terhadap risiko diabetes tipe 2. Screening dan edukasi kesehatan yang terfokus bisa menjadi langkah awal dalam mengurangi komplikasi penyakit ini.

Kedepannya, penelitian lebih mendalam mengenai mekanisme di balik hubungan ini sangat dibutuhkan. Selain itu, integrasi data genetik, lingkungan, dan mikrobioma akan memperkaya pemahaman kita tentang diabetes tipe 2 dan membuka jalan bagi pengobatan yang lebih efektif dan tepat sasaran.

Untuk pembaca, penting untuk terus mengikuti perkembangan riset ini dan menjaga pola hidup sehat demi meminimalisir risiko diabetes, apapun golongan darahnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad