Virus FPV Penyebab Kematian Anak Harimau Bandung Zoo, Kenali Bahayanya

Mar 29, 2026 - 09:11
 0  4
Virus FPV Penyebab Kematian Anak Harimau Bandung Zoo, Kenali Bahayanya

Dua anak harimau benggala di Kebun Binatang Bandung, bernama Hara dan Huru, meninggal dunia akibat terinfeksi feline panleukopenia virus (FPV). Virus ini dikenal sebagai salah satu ancaman serius yang sangat berbahaya bagi keluarga kucing (felidae), baik yang hidup di alam liar maupun yang dipelihara secara domestik.

Ad
Ad

Apa Itu Virus FPV dan Bagaimana Cara Kerjanya?

Menurut Plt. Kepala Balai Besar KSDA Jawa Barat, Ammy Nurwaty, virus FPV menyerang sel-sel tubuh yang sedang aktif membelah, terutama di bagian saluran pencernaan. Akibatnya, virus ini menyebabkan kerusakan masif pada mukosa usus yang berujung pada gangguan fungsi pencernaan yang fatal.

"FPV merupakan penyakit yang sangat menular pada satwa famili felidae. Virus ini menyerang sel-sel yang aktif membelah, terutama pada saluran pencernaan, sehingga menyebabkan kerusakan mukosa usus secara masif," ujar Ammy melalui keterangannya pada Minggu (29/3/2026).

Kerusakan ini membuat hewan yang terinfeksi mengalami diare berat, dehidrasi, dan penurunan sistem imun yang drastis, yang sering berakhir dengan kematian, terutama pada hewan muda.

Penularan FPV dan Faktor Kerentanan Hewan Muda

FPV sangat mudah menular. Penularannya dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi atau melalui lingkungan yang sudah terkontaminasi virus. Selain itu, benda perantara seperti peralatan kandang, pakaian petugas, atau alat-alat lain yang tidak disterilkan dengan baik juga berpotensi menjadi media penyebaran virus.

Sistem imun anak harimau dan satwa muda lainnya masih dalam tahap perkembangan sehingga mereka sangat rentan terhadap infeksi FPV. Tingkat kematian akibat virus ini pada hewan muda sangat tinggi, yang memperparah risiko kematian seperti yang terjadi pada Hara dan Huru.

Langkah Penanganan dan Pencegahan

Menanggapi kasus ini, petugas kebun binatang dan pihak konservasi berupaya melakukan isolasi ketat, sterilisasi kandang, serta pemberian perawatan medis intensif bagi satwa yang masih hidup. Pencegahan yang paling efektif adalah dengan melakukan vaksinasi yang tepat dan menjaga kebersihan lingkungan kandang secara menyeluruh.

  • Isolasi hewan yang terinfeksi untuk mencegah penularan
  • Disinfeksi rutin peralatan dan kandang
  • Vaksinasi pada satwa keluarga felidae yang rentan
  • Pemantauan kesehatan ketat pada satwa muda
  • Pendidikan petugas tentang protokol biosekuriti

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kematian dua anak harimau di Bandung Zoo akibat FPV ini menjadi peringatan serius tentang pentingnya pengelolaan kesehatan satwa di kebun binatang dan pusat konservasi. Virus FPV bukan hanya ancaman bagi hewan peliharaan domestik, tetapi juga bisa menjadi bencana bagi populasi satwa liar yang rentan, terutama anak-anak hewan.

Kasus ini menggarisbawahi kebutuhan mendesak akan protokol biosekuriti yang ketat, rutin melakukan vaksinasi, dan edukasi kepada para pengelola satwa. Jika langkah pencegahan ini tidak diterapkan secara konsisten, risiko penyebaran virus FPV berpotensi mengancam kelangsungan hidup spesies langka yang sedang dilindungi.

Ke depan, pembaca dan pecinta satwa perlu mengikuti perkembangan kasus ini dan mendukung upaya konservasi yang memastikan kesehatan dan keselamatan satwa di Indonesia. Untuk informasi lebih lanjut tentang virus FPV dan kasus ini, Anda dapat mengunjungi sumber berita Kompas yang mengulas secara mendalam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad